Oleh: Gina
~ Putriku adalah amanah istimewa ~
Assalamualaikum wr.wb. Selamat Malam perkenalkan saya Gina, orang tua dari Auliya.
Kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya bersama anak saya tercinta untuk mendapatkan jantung yang sempurna. Auliya Adalah anak kami yang pertama, dia anak yang aktif, penuh semangat dan juga ceria.
Memiliki anak yang sehat, dan sempurna adalah harapan bagi setiap orang tua. Namun 2016 merupakan awal dari perjuangan kami… Auliya di pertama kali di diagnosa Mengalami Kelainan Jantung.
Orang Tua mana yang tidak hancur, orang tua mana yang tidak sedih. di saat anak yang sedang aktif-aktifnya harus terbatas ruang geraknya. Kami mencoba bangkit, kami Mencoba berikhtiar, berusaha semampu dan sekuat kami untuknya.
2016 pertama kali kami menginjakan kaki di RSHS, ya… karena pada saat itu Auliya di Rujuk ke RSHS. Kami mencoba tegardan menerima semua apa yang dokter Katakan. Tetapi jujur hati kami rapuh ketika melihat binar mata Auliya anak sekecil itu harus menderita dengan kondisi jantung yang Tidak Sempurna.
Dalam hati kecil selalu berbisik ” Ya Allah, Kalau bisa ditukar, tukar saja kondisinya dengan Aku, anak ini masih kecil dan belum mengerti apa-apa ”
Setahun, 2 tahun kami berobat ke RSHS dengan penuh semangat dan dengan penuh keyakinan bahwa anak kami akan memiliki Jantung yang sempurna
2019 adalah pertama kalinya Auliya menjalani Kateterisasi, berat rasanya pada saat Saya baru saja melahirkan anak yang ke 2. Satu sisi kondisi yang belum stabil dan di 1 sisi Auliya yang pastinya ingin mendapatkan perhatian Saya seorang ibunya. Dengan penuh harapan saya mengantar Auliya ke Ruang Kateter
Di Saat suster bilang ” Ibu, Bacakan dia Syahadat ya karena kita tidak tahu kedepannya seperti apa ”
Ya Allah….serasa ini menjadi akhir saya Auliya. Saya di menunggu Auliya di Pojokan Ruang bersama suami, yang kita lakukan hanya bisa berdoa semoga Tindakan lancar dan Auliya keluar dengan sempurna dan sehat.
Ternyata, Allah Rencana lain Dokter Menyatakan Auliya belum bisa dilakukan tindakan penutupan Karena PHnya tinggi dan dokter menyarankan konsumsi obat sampai Ph-nya Turun
Tahun 2022 Auliya Dapat panggilan Kembali Untuk Tindakan Kateterisasi, pada Saat itu saya sedang Upacara Hari Guru dengan Perasaan Campur Aduk, saya bergegas mempersiapkan semuanya. Kateter kali ini Termasuk Dadakan karena Banyak yang harus di Urus, mulai dari rujukan, packing perbekalan, jalan yang lumayan dari subang, Auliya yang mabuk perjalanan. belum lagi sempat di marahi Dokter Residen karena Saya Di telpon sekita jam 9an jam 2 harus udah sampai di RSHS, Saya Sempat bertanya “Dokter Kok ini dadakan biasanya 2-3 konfirmasi dari pihak RSHS ?” Dokternya hanya bilang ” ini sudah sesuai prosedur ”
Ditengah perjalanan saya mau nyerah Karena Sudah telat sampai ke RS tapi suami selalu menguatkan, yang Penting kita Berangkat dulu ke RS terserah sudah di RS bagaimana
Setibanya Tiba Di RS kami Langsung di Suruh masuk IGD saya mengurus segalanya sendiri, karena dokter yang konfirmasi “Bilang ibu harus urus sendiri karena datanganya telat ini sudah konsekuensi ibu”. Dalam hati tidak apa-apa saya di marahi, saya urus sendiri daripada saya harus kehilangan kesempatan ini. sya berbagi tugas dengan suami, dia nunggu di mobil menjaga Anak Ke 2.
Auliya Sempat Drop sampai Di IGD sudah pasrah pasti tindakannya akan ditunda. Alhamdulillah setelah masuk ruang Auliya terlihat seperti biasa dan bisa menjalankan Tindakan Kateterisasinya. Harapan yang sama Auliya lancar, sehat, dan Jantung Sempurna
Tapi, Allah belum menakdirkan itu kami harus terus berjuang, terus melangitkan Do’a , dan Terus bertawakal. Sedih memang kecewa pasti ternyata PH Auliya masih Tinggi dan dokter bilang Masih harus konsumsi obat
Mungkin Sudah tidak asing lagi dengan Obat Sildenafil, kaptopril, itu semua kami harus beli Sendiri di apotek rekanan karena Waktu itu Di Apotik RSHS selalu tidak Kebagian, malah kadang Dibilang Tidak cover. Heran, Tanda tanya besar kenapa yang lain dapat auliya kok tidak. Malahan pas ranap saja kami harus tetap beli
Serasa Eungap untuk kami yang berekonomi Pas-pasan untuk tiap bulan beli Sildenafil.
Sempat tanya sana-sini, dan akhirnya Dikasih tau bahwa di salah satu RS bisa dapat Sildenafil Full Cover BPJS. Tanpa Berpikir Panjang kami Pindah Rujukan Ke RS Al-Islam,
Alhamdulillah ketemu dokter Yang sangat Ramah, sangat humble dokter yang benar-benar ingin menolong Pasiennya. Coba tebak siapa Dr Itu ?? Ya…Dr Rebi…3 kali ketemu 1 kali echo Auliya langsung di Rujuk RSCM. Waduhhh Harus Bagaimana ini, RSCM Jakarta Tidak ada gambaran.
Awal Agustus Kami Berangkat ke RSCM, Langsung persiapan Untuk Kateterisasi, katanya tinggal tunggu konfirmasi.
Diakhir Agustus Auliya Dapat Panggilan untuk Kateter ke 3kali. Sempat tertunda karena Ruang HCU yang penuh. Waktu Itu Di tangani Dr Annisa yang Detik² terakhir mau berangkat Studi.
Dan Hasilnya tetap sama, sambil Konsultasi hasilnya saya menangis Ya Allah kenapa Auliya harus menderita seperti ini.
Pulang dengan tangan hampa, kamipun harus tetap menjalani semua, mau Menyerah tapi Auliya adalah amanah istimewa. Ketemu lagi dokter Rebby ceritakan hasil keteterisasi kemarin. Sempat mau di Rujuk ke RSUD Bekasi, tapi berubah di RSAB Harapan Kita.
Tanya sana-sini, malah di tanya balik. Kenapa RSAB?? Teh Nunik pun bertanya hal yang sama. Saya tidak tau tapi yang saya lakukan adalah berusaha untuk jantung anak saya. Bulan September kami Ke RSAB tapi Dr bilang ini belum bisa dilakukan tindakan.
Kemudian di bulan Februari 2025 di mana Aulia genap berusia 15 tahun tiba-tiba ada panggilan dari RS Abe untuk melaksanakan kateterisasi. Besarlah harapan saya sebagai orang tua agar tindakan kali ini dapat berhasil dan Auliya bisa mempunyai jantung yang sempurna. Dan mungkin ini adalah kado bagi Auliya jika Tindakan kali ini bisa dilakukan penutupan.
Betapa sedihnya hati saya sebagai seorang ibu ketika dokter menyatakan Ibu kondisi Aulia yang di luar terlihat seperti anak pada umumnya dia sehat ceria tapi ternyata ph-nya semakin tinggi malah aliran darahnya pun sudah terbalik dokter bingung dan akan mengkaji ulang tentang kasus Aulia ini sakit sedih kecewa bercampur jadi satu harapan kami untuk Aulia dapat jantung sempurna harus tertunda bahkan Dokter bilang jangan terlalu berharap dengan tindakan, tapi berharaplah hanya pada Allah karena Allah yang sebenar-benarnya maha mengobati.
Pulang lagi dengan tangan hampa tapi inilah takdir yang harus kami jalani ketemu dokter Rebby lagi cerita hasil kateterisasi kemarin dan betapa terkejutnya ketika Dokter bilang bahwa saya tidak akan merujuk Aulia ke rumah sakit manapun kalaupun Ibu mau itu bukan atas nama saya.
Ini sudah deal Aulia harus minum obat. Hancur sudah pasti, sekarang harapan hanya tinggal harapan tetapi yang saya harapkan adalah keajaiban Allah. Saya dan suami hanya saling menguatkan dan tetap memberikan semangat pada Aulia. Lelah sudah pasti pindah-pindah RS sudah berusaha sebisa kami dan tapi mungkin ini belum waktunya.
Kami tetap meyakini bahwa apa yang kami usahakan, doa yang terus kami panjatkan akan membuahkan hasil dan Allah pastinya akan memberikan yang terbaik bagi kami.
Kami yakin bahwa di segala sesuatunya pasti ada hikmah yang tersimpan begitu banyak pembelajaran begitu banyak hikmah dari semua ini dan kita teman-teman keluarga harus selalu mensupport karena dukungan adalah yang paling utama.
Tapi kita harus tetap semangat dengan apapun yang terjadi. Karena Allah Hanya ingin melihat ikhtiar kita, mendengar do’a yang terus kita panjatkan setiap saat. Tidak Ada yang menginginkan kondisi seperti Ini. Tapi dengan ini kita bisa Belajar Iklhas, tegar, kuat menghadapi Kenyataan. Jangan Pernah Menyerah
Tetap semangat. Yakinlah bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Semangat buat bunda-bunda semua yang sedang berjuang untuk jantung sehat jantung sempurna. Karena yang kita butuhkan adalah Support untuk kita tetap kuat, tetap tegar, menjalani apa yang sudah Allah Takdirkan.