Diagnosa

/Diagnosa
Diagnosa 2018-08-22T10:36:29+00:00

Hipertensi Paru – Diagnosa

Seringkali terjadi kesulitan dalam mendiagnosa Hipertensi Paru dengan melakukan pemeriksaan medis biasa, karena gejala Hipertensi Paru tidak khas, contohnya : gejala seperti sesak nafas, pusing, mudah lelah, umum terjadi di jenis penyakit lainnya.

 

Bila dokter Anda menduga diagnosa Hipertensi Pulmonal pada Anda, maka biasanya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai berikut : (tidak harus semua pemeriksaan dilakukan, Dokter Anda akan menyarankan pemeriksaan yang diperlukan sesuai dengan kondisi Anda).

 

TEST AWAL

 

Untuk menentukan apakah Anda mempunyai Hipertensi Paru/tidak, tim medis/dokter Anda akan melakukan test-test medis berikut ini. Bila hasil test mengarah ke diagnosa Hipertensi Paru, maka untuk konfirmasi terakhir diagnosa, biasa dilakukan katerisasi jantung kanan.

 

  • Test Darah
Test darah dilakukan untuk mengecek kadar oksigen di dalam darah, fungsi liver dan ginjal dan beberapa test lain yang diperlukan untuk mengetahui apakah Anda mempunyai penyakit autoimun, kekentalan darah, gangguan tiroid dan penyakit2 lain yang biasa berhubungan dengan Hipertensi Paru jenis sekunder (Hipertensi Paru yang disebabkan oleh penyakit lainnya)

 

Test nt pro-bnp (brain natriuretic peptide) juga biasa dilakukan juga dilakukan secara rutin untuk melihat respon pengobatan Hipertensi Paru.

 

  • Rontgen Dada
Dengan dilakukan rontgen dada bisa diketahui apakah terjadi pembesaran bilik jantung kanan/arteri pulmonalis. Rontgen juga dalam menunjukkan tanda2 adanya empisema atau fibrosis paru.

 

  • Electrocardiogram (ECG/EKG)
Elektroda yang dipasangkan di pasien dapat merekam aktifitas elektrik dari jantung. Hanya dengan hasil EKG saja, diagnosa Hipertensi Paru tidak dapat dilakukan, tetap diperlukan prosedur test lainnya untuk diagnosa Hipertensi Paru.

 

  • Echocardiogram
Echocardiogram atau biasa juga oleh khalayak umum disebut usg jantung dilakukan untuk mengukur estimasi/perkiraan tekanan paru dan untuk mengetahui fungsi jantung. Selain itu bila terjadi kelainan jantung lainnya juga dapat diketahui melalui pemeriksaan echocardiogram ini.

 

Echocardiogram juga biasa dilakukan secara rutin untuk memonitor keadaan pasien Hipertensi Paru.

 

  • Test Fungsi Paru (Pulmonary Function Tests)
Test ini dilakukan untuk mengetahui apakah paru-paru masih berfungsi dengan baik.

 

  • Test Toleransi Aktifitas / Test Berjalan 6 Menit (six-minute walk test)
Anda akan diberitahu untuk berjalan selama 6 menit dan diukur seberapa jauh Anda berjalan selama itu.D arisana akan diketahui tingkat toleransi aktifitas yang bisa Anda lakukan.

 

  • Nuclear Scan (a.k.a. Ventilation / Perfusion Scan or V/Q Scan)
Test ini dilakukan untuk melihat apakah ada bekuan/gumpalan darah di paru-paru yang bisa jadi salah satu penyebab Hipertensi Paru dengan menggunakan bahan radioaktif yang diinjeksikan ke vena dan dihirup.

 

TEST LANJUTAN (Gold Standard)

 

  • Kateterisasi Jantung Kanan (Right-heart Catheterization)
Apabila test awal mengarah ke diagnosa Hipertensi Paru, dokter Anda akan menyarankan untuk dilakukan katerisasi jantung kanan.
Kateterisasi Jantung Kanan (Right-Heart Catheterization) adalah test yang paling berguna dan akurat untuk diagnosa Hipertensi Paru. Ini adalah satu2nya test dimana pengukuran tekanan arteri pulmonalis dilakukan secara langsung, dan biasanya setidaknya pasien Hipertensi Paru dianjurkan untuk pernah melakukan test ini satu kali untuk konfirmasi final akan diagnosa Hipertensi Paru.

 

  • Vasodilator Study (a.k.a. Acute Vasodilator Challenge)
Test ini dilakukan pada saat dilakukan katerisasi jantung kanan. Test ini dilakukan untuk mengetahui seberapa respon pembuluh darah paru Anda terhadap pengobatan calcium channel blockers (CCB).

 

  • Angiogram Paru (Pulmonary Angiogram)
Test ini adalah gold standard / lanjutan untuk mengetaui apakah ada bekuan /gumpalan darah di paru-paru. Cairan khusus/kontras diinjeksikan ke arteri pulmonal untuk mengambil gambar x-ray.