Bersyukur dan Berbagi Cerita untuk Kesejahteraan Emosional-KULWAP

///Bersyukur dan Berbagi Cerita untuk Kesejahteraan Emosional-KULWAP

Bersyukur dan Berbagi Cerita untuk Kesejahteraan Emosional-KULWAP

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 

PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Selasa, 26 Agustus 2025
  • Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
  • Narasumber : Laila Ayu Karlina, S.Psi (Patient Advocate Psikologi dari Inspirasien)
  • Tema : Bersyukur dan Berbagi Cerita untuk Kesejahteraan Emosional
  • Moderator : Amida

Untuk melihat materi silahkan KLIK DISINI

Sebagai pejuang penyakit kronis tentunya ada banyak perubahan yang kita alami dalam perjalanan ya seperti perubahan fisik dan kesehatan. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut akan memengaruhi kondisi emosional kita. Nah Salah satu cara yang bisa kita latih adalah dengan bersyukur dan berbagi cerita.

Memang tidak mudah untuk bersyukur dan bercerita kepada orang lain mengenai kondisi kita. Ada kekhawatiran akan komentar yang kurang baik. Oleh karena itu, malam ini kita membahas apa manfaat dari bersyukur dan berbagi cerita serta bagaimana cara melatihnya.

Poin penting sudah saya masukkan di slide yaaa. Silakan dibaca dan jika ada pertanyaan boleh disampaikan. Jangan ragu yaaa teman teman.

1. Pertanyaan:

Nama: Dewi Retno, Usia: 33th, Domisili: sby. Dokter, saya sudah 7th menjalani hidup dengan kelainan jantung dan hipertensi paru, makin kesini saya mulai bisa mengontrol kapan saya bisa produktif kapan waktunya saya istirahat .

Saat saya seharian bisa melakukan hal yang seperti orang-orang sehat pada umumnya ( seperti ikut lomba fashion show ) ada perasaan award bersyukur pada diri sendiri , tapi disisi lain ada perasaan takut , takut kalau saya berlebihan dengan badan saya dan takut kedepannya akan merasakan dampak sakit di diri saya kedepannya..  Kenapa ya dok? Apa itu wajar dok, dan apa yang harus saya lakukan supaya tidak ada perasaan bercampur seperti itu . Makasi dokter

Jawaban:

Halo Mba Dewi,  terima kasih banyak ya atas pertanyaannya. Alhamdulillah puji syukur karena mba Dewi sudah bisa mengontrol kapan berkegiatan dan kapan istirahat. Hal ini merupakan perjuangan yang luar biasa mba. Sesuatu yang bisa kita syukuri yaa karena bisa sampai di tahap ini.

Wajar sekali kalau kita khawatir kalau bisa drop karena melakukan banyak kegiatan. Tetapi bisa kita siasati supaya rasa takutnya hilang. mba Retno bisa mencoba membuat catatan dan skala prioritas.

Jadi misal ada lomba, webinar, pekerjaan, atau hal lain yang akan dilakukan selama seminggu ini, bisa dicatat dalam buku. Lalu dibuat prioritas mana yang paling penting utk dilakukan terlebih dulu.

Kalau sudah ditentukan skala prioritasnya. Mba Dewi juga tentukan kapan waktu istirahat di antara semua kegiatan tersebut. Sehingga bisa seimbang antara kegiatan dan istirahat.

Tentunya obat dan semua treatment dari dokter harus tetap dilakukan yaa agar kondisinya stabil terus dan bisa melakukan berbagai kegiatan dengan nyaman. Selalu ingat untuk syukuri setiap hal kecil yang sudah kita lewati ya mba agar perasaan kita lebih tenang dan nyaman. Semangat ya mba Dewi

2. Pertanyaan:

Nama: Lilih, Usia: 43 thn, Domisili: Bogor. Mohon maaf dokter yang sakit hipertensi paru dan PDA adalah putri bungsu saya bernama Namira berusia 12 tahun dan putri sy jg berkebutuhan khusus downsyndrome, putri saya sekarang sangat tidak kuat untuk jalan kaki jauh dokter, pasti cepat membiru, dan emosionalnya sangat tinggi, sebentar² cepat marah dan justru malah menjadi cengeng, apakah hal tersebut wajar dok?

Apakah emosinya terjadi karena usianya menginjak remaja ataukah akibat dr lelahnya dia beraktifitas?

Apa yang harus saya lakukan untuk mengontrol emosinya ya dok? Sekian pertanyaan sy semoga dokter dpt menjawabnya… Terima kasih dok

Jawaban:

Selamat malam Ibu Lilih. Terima kasih banyak ya atas pertanyaannya. Sebelum saya jawab, saya ingin mengapresiasi perjuangan Ibu yang sudah merawat anak dengan DS dan HP. Semangat Ibu

Wajar Ibu jika anak Ibu mudah lelah dan mengalami emosi yang tidak stabil. Kondisi yang salami Dan dirasakan pasien tentunya tidak nyaman baginya utk beraktivitas sehingga saat lelah, emosinya juga ikut terpengaruh.

Emosi yang tidak stabil bisa disebabkan oleh berbagai faktor Ibu, mulai dari kelelahan, kurangnya Kadar oksigen dalam tubuh, perubahan hormon karena di usia pubertas, dll . Sebagai pendamping, kita bisa mencoba berdiskusi dan memahami kondisi pasien yang tidak nyaman. Sebaiknya juga diseimbangkan antara aktivitas fisik Dan istirahat. Latihan berjalan dalam jarak yang pendek dan perlahan ditambah jaraknya agar dia bisa beradaptasi dengan aktivitas fisik. Jika sudah merasa aman dan nyaman dengan pola tersebut, dia akan lebih stabil dalam emosinya.

Oh iya untuk emosi, sebaiknya diarahkan utk diekspresikan dan tidak dihentikan saat menangis agar tidak ada perasaan yang tertahan dan menjadi bom waktu di kemudian hari. Saat anak menangis, kita sampaikan bahwa dia menangis karena marah atau sedih sehingga dia tau apa yang dirasakan. Lalu Ibu bisa menawarkan solusi utk mengatasi emosinya misal dengan minum atau tarik nafas atau cuci muka. Lalu saat sudah tenang bisa diajarkan utk mengekspresikan emosi dengan baik misal tanpa memukul, tanpa teriak, dll. Semoga terjawab ya Ibu Lilih

3. Pertanyaan:

Nama : Dwiyana, Usia : 47th, Domisili : Depok. Assalamualaikum dokter, saya PH karena Emboli (Cteph).

Saya tahu kalau bersyukur itu penting utk kita sebagai Manusia, tp saya kadang suka ngerasa, kenapa saya sakit ini.. dan ada kalanya saya ngerasa kurang ini dan itu, pingin ini dan itu. Caranya bagaimana ya dokter, agar rasa syukur kita itu selalu ada dan tidak pernah berhenti? Terima kasih dokter

Jawaban:

Selamat malam Ibu Dwiyana. Terima kasih atas pertanyaannya ya. Sangat wajar dan manusiawi sekali kalau kita merasakan up and down seperti itu dalam bersyukur. Memang betul bersyukur ini bukanlah hal mudah terutama dalam kondisi kita yang memiliki penyakit kronis.

Kalau saya pribadi, selalu berusaha mencari hal baik yang saya dapatkan setelah diagnosis penyakit kronis. Mulai dari mensyukuri hal kecil yang didapatkan misal teman baru, kenal dokter baru, punya info tentang penyakit kita dan bisa berbagai dengan yang lain, sampai mensyukuri sekecil apapun progress kita selama perjalanan berobat ini.

Ketika kita lelah dan kembali tidak bersyukur, bisa diingat kembali apa saja yang sebelumnya bisa membuat kita bersyukur. Selain itu beberapa tips latihan bersyukur sudah saya sampaikan di slide yaa. Terima kasih Ibu Dwiyana sudah berjuang sejauh ini ya.

4. Pertanyaan:

Nama: ELseria simanullang, Usia: 38 THN, Domisili: Medan, mengapa begitu susah mengendalikan emosional selama jadi pasien PJB ini, sy selalu gagal mengendalikannya,akhir2 ini emosi sy suka meledak2. Gmn cara mengatasi nya Bu , terimakasih

Jawaban:

Selamat malam mba El. Terima kasih untuk pertanyaannya. Emosi yang tidak stabil pada pasien dengan penyakit kronis apapun adalah wajar karena ada banyak perubahan dalam diri kita, baik daya tahan tubuh, batas toleransi kelelahan, kemandirian dll. Hal tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan sehingga muncul rasa sedih, marah, kecewa, dan takut. Saya juga mengalami hal yang sama.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan dengan bersyukur dan berbagai cerita. Sudah banyak penelitian yang menemukan bahwa bersyukur dan berbagi cerita bisa meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental kita.

Mungkin di awal mudah, tapi kita bisa berlatih. Mulai tarik nafas, menenangkan diri, dan mensyukuri setiap hal sekecil apapun yang terjadi dalam hidup kita. Mba El sudah berjuang sejauh ini. Itu juga hal yang bisa kita syukuri karena kita mampu berjuang sampai detik ini. Selalu semangat yaa mba El, perlahan tp pasti emosinya akan bisa stabil kembali.

5. Pertanyaan:

Assalamualaikum. Yth Ibu Laila Ayu Karlina, S.Psi

Nama  :  Clara, Usia :  60 Thn, Domisili : Jak Sel. Alhamdulillah di tengah perjuangan melawan penyakit kronis, saya bersyukur karena setiap hari masih bisa berdiri, bekerja, dan memberi dampak. Ini adalah hadiah yang tak terhingga, mengingatkan saya untuk menghargai setiap momen dan menguatkan hati. dan yang tak kalah menginspirasi.

Saya melihat ketabahan dan semangat teman-teman di group YHPI ini yang juga berjuang melawan penyakit kronis; mereka menguatkan saya untuk tetap optimis dan melangkah maju. Semoga kita bisa saling menjadi inspirasi untuk tetap kuat dan optimis menghadapi tantangan hidup untuk melangkah maju dengan harapan dan cinta. I Love You all.

Jawaban:

Waalaikumussalam. Selamat malam Ibu Clara. Terima kasih banyak atas sharing nya ya. Sharing ini sangat berarti karena menjadi salah satu contoh baik dari berbagi cerita dan bersyukur. Cerita ini bisa menginspirasi dan menyemangati teman teman yang sedang berjuang dalam hal yang serupa.

Semoga Ibu Clara selalu bisa berbagi dan menginspirasi teman teman semua ya. Sehat selalu Ibu Clara.

6. Pertanyaan:

Nama : Puji Rahayu, Usia : 43, Domisili : Tegal. Selamat malam dok, saya PH primer. Kadang saya optimis banget kalo saya sehat, stabil. Tapi sy sangat takut kalo mendengar kabar berita duka apalagi akhir-akhir ini mendapat kabar duka karena sakit jantung. Saya jadi takut kalau-kalau saya meninggal, terus anak² saya bagaimana. Bagaimana yah mengatasi hal seperti itu?

Jawaban:

Selamat malam Ibu Puji. Terima kasih banyak atas pertanyaannya ya. Tentunya jika kita mendengar kabar duka, kita juga akan cemas ya karena memang pada akhirnya semua dari kita, tanpa terkecuali, akan kembali kepadaNya.

Saya memahami kecemasan Ibu Puji karena memiliki anak anak yang masih membutuhkan Ibu ya. Namun, saat ini yang perlu diperhatikan adalah kondisi Ibu. Bagaimana caranya agar Ibu selalu stabil agar bisa terus mendampingi anak anak.

Kalau bisa Ibu hindari dulu berita duka untuk saat ini agar tidak terpancing rasa cemasnya. Kemudian fokus pada kondisi saat ini, di sini, dan usahakan yang terbaik agar Ibu bisa selalu stabil seperti rutin minum obat, kontrol ke dokter, olahraga, makan sesuai anjuran dokter. Tetap semangat yaa Ibu Puji,  perlahan kita hilangkan kecemasannya yaa

7. Pertanyaan:

Nama: Nurii, Usia: 29thn, Domisili: Sleman.  Akhir – akhir ini saya sudah bisa merasa tenang & tidak terlalu memikirkan sakit yang saya derita, tp tidak lama dapat kabar bahwa teman – teman saya sesama pejuang garis dua sudah mulai berhasil hamil bahkan ada yang sudah melahirkan, lalu pertanyaan itu muncul lagi dikepala saya (kapan saya sembuh dari penyakit ini. ? Apakah saya tidak akan pernah memiliki buah hati karena penyakit yang saya derita?) Ketakutan, rasa iri, menyalahkan Tuhan kini muncul lagi difikiran saya. Bukan tidak merasa bersyukur, saya bersyukur masih diberi kehidupan sampai sekarang, tapi jauh didalam lubuk hati saya sprti ada yang mengganjal”

Jawaban:

Selamat malam Mba Nurii, terima kasih atas pertanyaannya. Hal yang wajar jika saat kita sudah dalam kondisi stabil lalu mendapati trigger yang membawa kembali kepada kondisi sebelumnya.

Yang bisa kita lakukan adalah menghindari dulu triggernya sampai kondisi sudah benar benar stabil. Lalu, kita yakinkan lagi diri kita bahwa rezeki, maut, jodoh, dan keturunan sudah diatur. Ada banyak orang di luar sana yang tidak memiliki penyakit apapun, namun belum dianugerahi momongan. Begitu juga sebaiknya, ada orang dengan penyakit kronis yang diberikan momongan.

Jadi saat ini yang bisa lakukan adalah berusaha dengan mengatur pola makan, aktivitas fisik, pengobatan rutin, dll.

Untuk perasaan yang mengganjal, mba Nuri bisa mencoba journaling, butterfly hug, latihan pernafasan, atau pendekatan agama seperti beribadah dan berdoa. Semoga ganjalannya segera hilang ya mba. Semangat terus.

 

“Terima kasih banyak teman teman untuk pertanyaan dan sharing nya yang luar biasa. Saya bersyukur bisa berkenalan dan mbawa materi ini untuk teman teman. Banyak hal yang saya pelajari di sesi ini. Semoga teman teman tetap semangat dalam menjalani pengobatan. Boleh dicoba latihan bersyukur dan saling berbagi cerita tanpa menghakimi. Jika dirasa terlalu berat atau membutuhkan bantuan professional, bisa menghubungin Inspirasien ya supaya bisa dipertemukan dengan konselor ataupun psikolog yang tepat. Semangat sehat terus yaa teman teman pejuang PH”_Laila Ayu Karlina, S.Psi

 

 

By | 2025-10-17T10:26:48+00:00 September 19th, 2025|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat