Oleh : Vika
~ Berusaha Ikhlas Menerima Takdir ~
Assalamu’alaikum wr wb. Hallo teman² PHers dan Caregivers. Dalam kesempatan OPJ Siang ini, izinkan saya untuk berbagi cerita kisah perjalanan ku sebelum dan sesudah menjadi pasien PJB PH
Perkenalkan namaku Vika usia 30thn dari Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Aku adalah seorang ibu dengan 2 anak pada kehamilan ke 2 aku keguguran di usia 3bulan sempat di kuret dan dari situ mulai terasa gejala muncul di mana aku mudah ngos²an tapi aku menghairaukan keluhan tersebut. Selang 4bln Qodarullah aku hamil lg di saat usia kandungan 7bln aku di sarankan untuk mengikuti Vaksin Covid untuk ibu hamil setelah vaksin gejala bertambah yang awalnya mudah ngos²an bertambah batuk yang tak kunjung sembuh.
Sampailah hari persalinan tiba di sini saya terasa tidak mampu untuk mengejan tp bidan selalu berusaha smpai harus di bantu perut ku di dorong 2 bidan ke bawah hingga akhirnya anak ku lahir setelah melahirkan di jm 6 sore tubuhku merasa panas kesemutan di tambah batuk yang tidak berhenti.
Aku benar² merasa tidak nyaman dan rasa itu mulai hilang setelah adzan subuh. Di sini aku masih belum curiga bahwa ada masalah jantung setelah di izinkan plng oleh dokter kandungan sampai di rumah ak merasa sesak nafas tapi aku menolak untuk di bawa ke Rs karna aku dlu orang yang sangat takut dengan jarum suntik.
Dalam 1minggu aku tidak bisa tidur dengan posisi berbaring dan hanya bisa tidur dengan posisi duduk. Setelah tiba wktu kontrol aku menyampaikan keluhan dengan dr kandungan ternyata hasil dari rontgen paru² ada cairan dan aku di rujuk ke poli dalam setelah 1 ½ bulan aku kontrol di poli dalam tidak ada perubahan.
Aku minta di rujuk setelah di rujuk pada tnggal 29 Desember 2021 saya kontrol ke Rs tersebut sampai di rs dan giliran namaku di panggil, dokter meminta aku untuk rawat inap karna kondisi ku yang drop dalam 1 bln berat badan turun 10kg tekanan darah 60/32 dan ad pembengkakan jantung dokter belum menyampaikan bahwa aku ada pjb dan pada awal tahun 2022 dokter masuk ke ruangan untuk menyampaikan bahwa ak ada pjb ph dokter menyampaikan ” Mb semoga masih bisa di tutup ya mb tp kalo engga mau gk mau harus obat jalan seumur hidup dan obatnya di sni tdak di cover bpjs jadi harus beli sendiri”.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter bahwa itu adalah PJB rasanya hidup terasa hancur belum bisa percaya karna wktu aku masih duduk di Sekolah dasar aku selalu mengikuti Lomba Renang dari kelas 2 sampai kelas 5 gak pernah ada gejala apapun bahkan 200-300 meter pun aku mampu melewatinya.
Setelah beberapa bln berjalan aku di rujuk di Rs Sadjito aku di tangani oleh dokter Dyah dan mulai dari awal lgi untuk pemeriksaan yang di lakukan setelah beberapa bulan tibalah wktu untuk RHC dan hasilnya ph di angka 127mmhg non reaktif oksigen dokter menyampaikan bahwa belum bisa di tutup untuk sementara lanjut terapi obat lagi dan di rujuk balik ke solo.
Tak menyerah sampai disini aku tetap sllu rutin kontrol wlaupun keadaan stabil seiring berjalannya wktu tibalah wktu untuk di lakukan RHC yang ke 2 dan dengan hasil yang sama Ph msih di angka 101 non reaktif oksigen juga wlaupun sedikit turun, aku tak pernah menyerah aku tetap menjalani hari² dengan semngat dan selalu berusaha berfikir positif kepada Allah.
Di saat kontrol aku bertemu dengan teman sesama pasien dia mengenalkan aku dengan YHPI pada bulan Januari 2024 aku resmi menjadi anggota YHPI di sini banyak pelajaran yang aku ambil dan dari situ lah semangtku semakin membara sudah tidak berharap sekali untuk bisa di tutup tapi hanya berharap kondisiku selalu stabil mulailah aku bisa berdamai dengan hidupku yang berdampingan dengan Hipertensi paru berusaha menerima takdir dan berusaha untuk ikhlas menjalinya..
Qodarullah pada awal tahun 2025 mendapatkan kabar bahwa akan di lakukan RHC + Closure MasyaAllah kejutan yang indah dari Allah yang tak pernah ku sangka seketika aku menangis berasa belum siap untuk melakukan closure dan dengan Bismillah aku mantapkan hatiku untuk melakukan tindakan ini dengan tangan yang gemetar aku harus menandatangani syarat dan resikonya sebelum tindakan. Semalaman aku gak bisa tidur hanya bisa beristighfar berdoa memohon pertolongan dari Allah karna aku Yakin ini semua tak luput adalah Takdir yang baik dari Allah.
Setelah tindakan selesai langsung masuk HCU Jantung aku di HCU hanya sehari Alhamdulillah langsung di izinkan pulang oleh dokter dengan kondisi ku yang semakin membaik, setelah closure aku masih tetap konsumsi sildenafil 3x20mg karena PH ku masih di atas batas normal namun meski begitu, kondisiku jauh lebih baik setelah penutupan dibanding sebelum ditutup. Aku juga sangat berterimakasih kepada keluarga dan teman seperjuangan ku karna mereka selalu berusaha memberi support mereka selalu mendengarkan cerita ku tanpa menghakimi..
Untuk teman² PHers yang msih berjuang semangat ya💪🏻 Jalani Takdir terbaik dengn ikhlas sllu libatkan Allah dalam stiap urusan hidup, terapkan pola hidup yang berkualitas dengan olahraga, makan makanan yang bergizi dan kontrol pola pemikiran kita sendiri
Semoga teman² di beri kemudahan dan kelancaran untuk menjemput kesehatan semoga sehat sllu stabil Aamiin YRA🤲
Apabila ada kata yang mungkin tdak berkenan di hati tmn² mohon di maafkan yaa
Terimakasih tmn² Phers dan Caregiver
Wasallamualaikum wr wb 🙏