OurPHJourney – Warjilah – Kita Harus Berjuang Untuk Sembuh

//OurPHJourney – Warjilah – Kita Harus Berjuang Untuk Sembuh

OurPHJourney – Warjilah – Kita Harus Berjuang Untuk Sembuh

“Semoga cerita ini bisa menjadi semangat teman2, bahwa kita harus berjuang untuk sembuh.” – Warjilah

Selamat malam teman2.

Saya dilahirkan di Wonosari 39 th yll, orang tuaku memberi nama Warjilah.

Saya lahir normal sampai usia sekolah tidak ada yang dikawatirkan dengan kesehatanku.

Tahun 2007 aku menikah dan belum dikaruniai anak. Menginjak usia perkawinan ke 8 saya sakit batuk tidak kunjung sembuh sampai 1 bln lebih, trus periksa ke dokter praktek di wonosari, dr Dayat. Dokter mendengar suara berisik dijantungku. kemudian sama dr Dayat dirujuk ke RSUD Wonosari, direkam jantung dan terdeteksi kebocoran jantung bawaan.

Dari RSUD saya minta dirujuk ke RS Panti Rahayu kelor karang mojo cabang Panti Rapih, disana ada dokter khusus jantung namanta dr Angga Satiti. Dokternya sangat baik, beliau.minta supaya cepat diobati, karena didiagnosa ada 2 kebocoran besar besar.

Kemudian sama dr Angga dirujuk ke Panti Rapih dan dikenalkan dengan dr Kris.

Karena perlu pemeriksaan yg lebih teliti oleh dr Kris dirujuk ke Sarjito.

Mulailah pemeriksaan di Sarjito, tes jalan, rekam jantung echo, tee, dan tinggal katerisasi nunggu jadwal.

Waktu dipanggil/ditelp untuk katerisasi saya takut sekali, tidak siap akhirnya tidak berangkat, selang 3 bulan di telpon lg , masih blm siap, takut, pokoknya takut ke RS Sarjito. Sampai berhenti  1 th ga kontrol.

Suatu pagi saya demam dan batuk batuk lagi  tidak sembuh sembuh, suami dengan penuh kesabaran dan sedikit memaksa untuk balik lagi ke Sardjito.

Sengaja pas kontrol ga pengin ketemu dr Kris, ketemunya dr Nahar.

Ternyata sama dr Nahar saya dimarahi, katanya penyakitku itu diam2 menghanyutkan dan dokter mengingatkan kalau sudah sampai tidak bisa diapa apakan akan menyesal, seumur hidup minum obat.

Sampai dirumah suami memberi pengertian, meminta sy sabar, iklas melanjutkan pemeriksaan sampai operasi.

Akhirnya dapat panggilan katerisasi lagi, saya bismillah siap. Astaga ternyata blas tidak sakit dikateterisasi🤣, dan menurut dokter kebocoran jantung masih bisa dioperasi.

Dijadwalkan operasi, tp hrs melalui pemeriksaan THT, Paru2, dsb. Akhirnya lolos tg 17 Juli 2018 operasi, di ICU 2 malam  sempat kritis.

Operasi saya terlama dari jam 8 pagi sampai 16.30 baru keluar dari Ruang Operasi, karena banyak nambal yg bolong2 dan perbaikan katup kanan.

Setelah 6 bulan operasi diminta evaluasi Echo dan ternyata masih ada kebocoran diklep katup kiri dan PH. Menurut dr Kris, terapi obat dulu sambil dilihat perkembangannya. sampai hr ini masih rutin kontrol dan minum obat sildenafi 20mg x 2, concor 0,5 mg x 1  captopril 25 mg x1.

Sebelum nikah saya pernah kerja dibutik trus nikah, setahun kemudian berhenti. Tujuannya biar tidak kecapaian dan punya anak seperti ibu rumah tangga pada umumnya, tapi ternyata sering flu kalau kecapaian, pokonya tiap bulan sakit.

Kami memutuskan pulang ke desa buka konter, tapi tiap minggu kesawah nanam kacang, pernah pas buat rumah ikut bantu angkat junjung pasir dan batu, tp sekarang sdh tidak lagi.😀

Kegiatanku sekarang buka konter, masak, cuci baju suami yang lakukan dan saya tinggal njemuri.

Kalau kecapaian ya istirahat.

 

Itulah kisahku, maaf kalau tidak urut.

Semoga cerita ini bisa menjadi semangat teman2, bahwa kita harus berjuang untuk sembuh.🙂💪

 

By | 2019-09-26T04:11:34+00:00 April 29th, 2019|Our PH Journey|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
WhatsApp chat