OurPHJourney-Tedja-Bersahabat-dengan-Hipertensi-Paru

/, Uncategorized/OurPHJourney-Tedja-Bersahabat-dengan-Hipertensi-Paru

OurPHJourney-Tedja-Bersahabat-dengan-Hipertensi-Paru

PH adalah MISTERI dan  penyakit MISTERIUS tetapi jangan ditakuti atau dihindari, mari kita jadikan SAHABAT

 

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuuh.

Perkenankan saya memperkenalkan diri, nama saya Tedja Purnama usia 67 thn. Saya adalah pasien Hipertensi Paru atau Pulmonary Hypertension (PH)

PH itu ada 2 jenis, yaitu PH Primer dan Sekunder.  Sedangkan saya sendiri  didiagnosa PH Primer.

Saya akan kembali merujuk ketika awal saya sakit dan diagnosa PH

– 2001, terkena stroke, smp saat ini sdh 10x

– 2005 Polysitemia Vera n DVT

– 2011 serangan jantung

– 2012 PPOK

– 2013 pulmonary hypertension

 

Cerita tentang serangan stroke

Saya stroke pertama kali saat saya bertugas, waktu itu sedang makan siang tiba-tiba sendok yg saya pegang jatuh, lalu saya telpon ke istri.saya bilang kok tangan lemas apa karena habis bawa beban berat, saat itu yg terasa hanya lengan

Kira-kira 30 menit kemudian kaki saya tidak bisa melangkah, lalu saya pulang dan dibawa kedokter praktek. Selang sehari saya dibawa ke IGD RSCM dan dicek semua dari mulai periksa darah CT scan dan radiologi. Hasilnya Hb sy 20,5 n HT 60, interaksi 0,83.Stroke tersebut terus berulang, 2005, 2009 di tahun 2009 saya kehilangan memori lupa segalanya, tidak kenal anak dan istri huruf abjad satupun tak tahu. Itu berulang kembali di 2011, 2013,2016 n terakhir 2019. Dari sekian banyak penyakit yang sudah saya alami dan jalani stroke lah yang paling mengerikan.

Membuat diri ini tidak  punya harga diri dan prustasi sampai-sampai punya keinginan lebih baik mati.Disinilah letak keikut setan keluarga ikut berperan, menjadi pendamping serta membimbing saya. Jalan harus diseret sebelah kanan tangan tidak sempe tidak bisa digerakkan, mulut sebelah kanan menyong air liur terkadang menetes.

 

PH Primer yang saya derita diakibatkan kelainan pada sel darah merah saya, HB saya 20.5 (13 – 16), HT 60 (40 – 48), INR 0.83 (1,5 – 2,5) maka saya harus menjalani Plebotomi selama 6 tahun dan cek Jak 2 Mutation serta BMP. Mungkin PH yang saya alami sudah ada lebih awal dari saat saya dinyatakan PH, karena terdekteksi dari hasil Echo thn 2006, 2008 dan 2010 dgn keterangan PH mild moderat, tetapi tidak satupun dokter memvonis sy PH krn FE sy 67.

Tahun 2011 saya dipasang stand sabanyak 2 karena ada sumbatan 3 (80%, 70% n 30%) sesak yang awalnya karena jantung ternyata terus berlanjut terlebih kalau harus menaiki tangga sebab saya bertugas di lantai 3, bila menaiki tangga membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Tahun 2012 saya dikirim ke poli pulmonary tatapi masih tetap sesak, 2013 divonis PH dan  mulai diberi dorner dan viagra, 2014 saya bergabung dengan YHPI (yayasan hipertensi paru Indonesia) dalam kebingungan ada sosok relawan YHPI yang memberi motivasi Almh. RISKA ANGGRAENI, adik saya juga wafat krn PH dgn kondisi high probability of PH pada tanggal 27 Desember 2019

PH adalah MISTERI dan  penyakit MISTERIUS tetapi jangan ditakuti atau dihindari, mari kita jadikan SAHABAT.

 

Dengan kita bergandengan tangan dan saling memberi kekuatan serta motivasi. Kita tidak sendiri, kita menatap kedepan semoga ada solusi untuk kita bersama, Aamiin YRA.

 

 

 

By | 2020-04-01T05:16:17+00:00 April 1st, 2020|Our PH Journey, Uncategorized|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat