KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-Manajemen Stres

///KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-Manajemen Stres

KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-Manajemen Stres

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 

PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Selasa, 21 Desember 2021
  • Pukul : 19.00 – 21.00 WIB
  • Narasumber : Annissa Apsyari, M.Psi., Psikolog
  • Tema : Manajemen Stress
  • Moderator : Amida

 Untuk melihat materi silahkan KLIK DISINI

PENDAHULUAN

Stres itu adalah hasil dari penilaian bapak/ibu terhadap peristiwa yang sedang dialami. Bapak/ibu menilai terlebih dahulu situasi tersebut apakah dirasa berbahaya, atau mengancam diri, atau malah situasi tersebut dipersepsikan sebagai situasi yang menantang. Lalu bapak dan ibu akan memprediksi nih, kira2 respon yang akan terjadi/dialami ini apa ya terhadap situasi/kejadian yang dihadapi. Setelah itu, bapak/ibu menilai, lalu merespon kejadian tersebut.

Singkat cerita, ketika menghadapi suatu kejadian, ada penilaian dari persepsi bapak/ibu terhadap situasi yang sedang dihadapi. Lalu setelah itu, apakah kita punya source yang cukup untuk menghadapi kejadian tersebut. Jadi stres itu alami, akan hadir dalam kehidupan kita, dan manusiawi karena pada dasarnya setiap manusia akan mengalaminya, dan yang perlu diingat bahwa stres ini bersifat personal/subjektif, tergantung penilaian kita terhadap peristiwa yang dihadapi serta bagaimana cara kita untuk meregulasinya bapak/ibu

1. Pertanyaan:

Nama:Nunik, Usia:31 th. Domisili:Bandung. Bagaimana cara menghindari stres yang penyebab nya tidak jelas / ambigu? Terimakasih

Jawaban:

Terima kasih sebelumnya bu Nunik atas pertanyaannya. Untuk situasi yang ambigu, memang benar bu jika kita menghadapi situasi yang dirasa/dipersepsikan ambigu oleh diri kita ini bisa menjadi stressor bagi diri kita, berbeda cerita dengan kita yang menghadapi situasi yang sudah jelas, sudah mengetahui arahannya. Lalu mengapa situasi yang ambigu/gak jelas ini dapat menjadi stresor bagi kita? Hal ini dikarenakan kita tidak memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan apapun. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui apa yang kita alami.

Kunci dari manajemen stres sendiri itu adalah mengenali, setidaknya mengetahui apa yang membuat aku merasa stres. Setelah mengenali hal tersebut, barulah kita dapat mengetahui tindakan apa yang kita lakukan. Jadi bagaimana cara menghindari stres yang penyebabnya tidak jelas adalah mencari secara objektif, apa yang membuat aku merasakan stres, apa yang membuat aku mempersepsikan bahwa situasi ini adalah stressor bagi diriku?

Untuk objektivitas ini, ibu bisa menelusuri, secara bertahap, mengurai situasi dan emosi yang dirasakan. Penting sekali kita mengenali emosi yang sedang dirasakan oleh kita dan setelah kita bisa mengenal emosi tersebut, maka barulah kita dapat mengetahui tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mencari solusinya. Intinya adalah mengenali apa yang dirasakan, situasi apa yang sedang dihadapi (mencari dengan jelas sumbernya), dan setelah kenal, maka barulah mencari alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi

2. Pertanyaan:

Nama: lilik, Usia: 27 tahun, Domisili: kudus. Bagaimana cara mengatasi stres dan mempertahankan kesehatan jiwa, ketika kita merasa sama sekali gak ada orang yang memahami kita, menyemangati kita, mendengarkan keluh kesah kita.. gak ada temen curhat sama sekali bahkan orangtua sendiri pun yang tak bisa jadi pendengar. Terimakasih

Jawaban:

Terima kasih bu Lilik atas pertanyaannya menarik sekali bu. Memang bu, sedih sekali rasanya jika tidak ada yang memahami diri kita, terlebih ketika kita tidak memiliki lingkungan yang support diri kita bu. Namun perlu kita ingat bahwa kita pun berhak untuk merasa bahagia dan kita perlu untuk menciptakan kebahagiaan diri kita.

Dalam kontek penyakit kronis/terminal illness, peran dari support group itu sangatlah penting dan jika kita mengingat kembali, kita adalah manusia, yaitu makhluk sosial. Untuk kasus2 seperti ini, dimana kita merasakan kesepian, tidak ada yang memahami, perlu rasanya kita untuk mencari support group, seperti bergabung ke kelompok YHPI ini saya rasa pilihan tepat, bertemu dan berbagi, saling sharing dengan anggota, bisa menjadi pilihan yang tepat

Intinya, ibu/bapak perlu mencari kelompok/supporting group seperti YHPI, atau misalkan mencari komunitas2 yang sesuai dengan ibu dan bapak, bisa juga tidak pada konteks ttg penyakit yang sedang ibu dan bapak hadapi, tetapi terkait dengan komunitas2 hobi/kegemaran bapak ibu pun dapat dilakukan bu, pak.

Karena ketika kita dalam kelompok dengan karakteristik yang mirip, dengan berbagi cerita, berbagi pengalaman, akan ada manfaat yang didapatkan oleh bapak dan ibu semuanya, baik itu informasi tentang penyakit yang sedang dihadapi, bagaimana setiap individu dalam kelompok tersebut struggle menghadapi hidupnya, atau hal2 kecil lain, seperti berbagi kebahagiaan, rasa kebersyukuran, maupun pengalaman, akan sangat bermanfaat bagi kelompok tersebut.

Senang sekali rasanya bisa didengar oleh orang lain ya bu, terlebih ketika dipahami oleh orang lain. dan betul juga bu, ketika orang berbicara dan bercerita itu terkadang hanya untuk merasa didengar saja. Kalau di kami, ada yang namanya konseling kelompok bu, disana para peserta konseling biasanya dengan karakteristik yang sama dan dipandu oleh profesional ahli, para psikolog bu. Tetapi benar juga sedih ya bu rasanya ketika kita hanya ingin bercerita saja, tetapi pada akhirnya malah dinasehati. Yang penting adalah perlu bagi kita untuk mencari supporting group, saling menguatkan satu sama lain, berbagi cerita, saling didengarkan dan mendengarkan

3. Pertanyaan:

Nama : iin listyowati, Usia : 22 tahun, Domisili : wonosobo. Semakin dewasa semakin banyak pikiran dan masalah, kadang timbul fikiran negatif seperti omongan yang tidak mengenakan masuk di telinga, makin dipendam makin pusing, apalagi bagi yang sakit PH seperti saya makin mudah drop..

-Apakah itu juga termasuk stres??

-bagaimana cara menghilangkan fikiran tersebut?

Jawaban:

Baik bu Iin, terima kasih bu sudah bertanya, saya izin menjawab bu. Kembali kepada rules dari stres bu, bahwa stres itu adalah hasil dari penilaian individu terhadap situasi yang sedang dihadapi. Stres itu juga adalah pengalaman emosional yang negatif yang disertai dengan perubahan yang terjadi di dalam diri, baik secara biokimia, fisik, psikologis, ataupun perilaku

Jika penilaian ibu terhadap situasi tersebut dirasa sebagai situasi yang sudah membuat ibu tidak nyaman, bisa saja hal tersebut dirasa stresor bagi diri ibu Iin.

Sedih rasanya ya bu mendengar hal2 yang tidak mengenakan tentang diri kita. Namun hal tersebut perlu kita terima juga bu, terimalah semua emosi yang hadir di diri kita, semua kejadian dan pengalaman yang hadir di lingkungan kita. Perlu bagi ibu/bapak semua untuk menerima hal tersebut, walaupun memang benar akan sangat tidak mudah dalam proses menjalaninya. Namun perlu diingat, ketika kita menerima apa yang terjadi dan hadir dalam hidup kita ini, kita lebih mengenali emosi maupun situasi yang sedang hadir tersebut. Setelah kita mengenali, barulah kita akan dapat menemukan strategi/solusi yang sekiranya akan dapat kita lakukan. Secara teoritisnya seperti itu bu.

Untuk memendam sendiri, memang benar ini akan menjadi hal yang berat sekali, apalagi disertai dengan kondisi PH saat ini yang mudah drop. Perlu bagi ibu untuk mengeluarkan hal ini, meregulasi hal ini, salah satunya dengan sharing bu. Ibu juga dapat menuliskan unek2, apa yang ada di pikiran ibu, agar hal2 tersebut tidak hanya berada dalam pikiran ibu, menuliskan di notebook atau jurnal dapat ibu lakukan. Lalu lakukanlah self talk positif bagi diri, caranya dengan berbicara kepada diri sendiri terkait dengan hal2 yang baik di dalam diri ibu, ibu juga dapat melakukan kebersyukuran dengan mengucapkan rasa syukur terkait apa yang sudah didapatkan di hari itu tetapi belum didapatkan di hari sebelum2nya.

4. Pertanyaan:

Nama:Dewi, Usia:29 th, Domisili:Surabaya, Diagnosa : ASDPH. Assalamu’alaikum.

Pertanyaan:

  1. Sering merasa panik dengan kejadian sepele, apa itu termasuk stress?
  2. Saat orang yang terkena sakit kronis dan lama sekali sembuh lalu timbul pikiran bahwa kita ini tidak berguna untuk org disekitar kita termasui klwrga dan itu menimbulkan stress. Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mengatur manajemen stress kita? Terimakasih

Jawaban:

Walaikumsalam ibu Dewi, terima kasih atas pertanyaannya bu. Saya izin mencoba menjawab pertanyaan yang pertama ya bu. Kembali lagi bu kepada definisi dari stes bu, jika dirasa hal tersebut adalah hal yang membuat ibu merasakan pengalaman emosional yang negatif, dirasa tidak nyaman, ada ketidakseimbangan dalam diri, hal tersebut dapat dikatakan stres.

Sedih ya memang rasanya ketika kita merasa tidak berguna, seakan2 tidak ada tujuan lagi. Tetapi perlu untuk dirasakan kembali bu, terkadang rasa ketidakbergunaan ini adalah hasil dari penilaian diri kita, sama seperti bagaimana kita menilai situasi dalam yang kita hadapi, apakah situasi ini mengancam, berbahaya, atau bahkan menantang?

Perlu diingat juga bahwa kita perlu mengenal keterbatasan diri kita, saya pun sebagai manusia, memiliki keterbatasan. Yang perlu untuk dilakukan pertama kali adalah mengenal terlebih dahulu bu, siapa diri kita, mengenali juga batasan kita, dan menerimanya. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang lain ketika dirasa kita merasa tidak memiliki energi untuk menghadapinya, jangan sungkan juga untuk menolak dan berkata tidak. Berkata tidak ini adalah hal yang wajar bu.

Jika dirasa hal tersebut sulit untuk dilakukan, it’s okay, tidak apa2 bu, tetapi perlu diingat tentang limitasi yang kita miliki, hal ini manusiawi bu, ibu dapat meminta atau menawarkan apa yang bisa ibu lakukan. Ibu juga dapat meminta umpan balik/feedback terhadap apa yang sudah ibu lakukan bu kepada lingkungan/keluarga ibu. terkait dengan panik, cemas, ibu bisa melakukan teknik relaksasi bu untuk meredakannya

5. Pertanyaan:

Nama: sri hoeriah, Usia.   :46th, Domisili: cianjur. Apakah dengan amarah yang tidak terungkap akan menimbulkn stres. Terimakasih

Jawaban:

Terima kasih bu Sri atas pertanyaannya. Hal ini tergantung dengan bagaimana penilaian/persepsi ibu terhadap hal tersebut bu. Jika dirasa menjadi tidak nyaman dan menimbulkan pengalaman emosional yang dirasa negatif, hal ini dapat menjadi stressor bagi diri ibu dan membuat ibu stres. Namun ada baiknya untuk tidak memendam amarah bu.

Perlu bagi kita untuk meregulasi apa yang kita rasakan. Jika ibu marah, perlu bagi ibu untuk meregulasinya. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima apa yang ibu rasakan lalu mengenali apa yang membuat ibu marah. Kita perlu untuk tidak terlalu terlarut dalam emosi yang dirasakan, tindakan/perilaku yang akan dilakukan oleh kita, kita yang memutuskan karena itu pilihan.

Maksudnya begini bu, marah itu boleh kok, tapi reaksinya ini kan gak selalu harus merusak ya bu. Dengan mengenali penyebab dari amarah yang dirasakan, itu adalah langkah yang baik, kita dapat menyampaikan dengan baik apa yang membuat diri marah. Caranya, kita menunggu diri kita dingin terlebih dahulu (calm down), dengan mengubah posisi, misalkan dari berdiri jadi duduk, lalu olah nafas terlebih dahulu, tarif nafas dalam2 dari hidung, tahan sekitar 2 detik, lalu hembuskan perlahan dari mulut, bisa diulangi beberapa kali sampai ibu merasa calm dow. Setelah itu, baru ibu berbicara tentang apa yang membuat ibu merasa tidak nyaman. Yang penting perlu bagi kita untuk meregulasi emosi. Ibaratnya seperti pipa, jika regulasinya tidak baik, mampet, lama2 akan meledak bu, pak.

6. Pertanyaan:

Nama: Amira, Usia: 28 tahun, Domisili: Wonosobo. Bagaimana caranya mengatur supaya kita tidak stress ketika kita sedang ngedrop atau kambuh? Karena kalau sedang dalam keadaan spt itu susah sekali untuk berpikiran positif dan bawaannya sudah kepikiran ‘hidup kok nyusahin orang lain terus’ seperti itu. Terima kasih…

Jawaban:

Baik, untuk pertanyaan dari bu Amira, memang rasanya akan campur aduk ya bu ketika sedang drop, baik secara fisik maupun psikologis. Emosi negatif ini muatannya sangat kuat sekali memang bu dibandingkan dengan emosi positif. Negatif thinking ini adalah bentuk dari persepsi kita bu. Kita yang memproses itu semua. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, perlu bagi kita untuk menerima semua emosi dan situasi yang dihadapi oleh kita. Yang perlu selanjutnya dilakukan adalah bagaimana kita mengontrol pikiran dan perilaku kita bu

Memang tidak mudah untuk menerapkan hal tersebut, tetapi dalam hal ini, it’s okay sebenarnya jika di saat2 tertentu kita ditolong oleh orang lain bu. Penting juga bagi ibu untuk melakukan self-talk positif dan melakukan kebersyukuran yang perlu disyukuri oleh ibu, misalkan seperti bahwa ada yang dengan tulus dapat membantu ibu, masih ada lingkungan yang support ibu.

Self-talk positif ini memang perlu dilatih dan berproses bu, akan naik dan turun, namun yang perlu diingat adalah bagaimana usaha kita untuk terus berproses dan belajarnya bu. Jangan sungkan untuk meminta bantuan dan mengenali diri kita sendiri bu. intinya adalah bagaimana kita reinterpretasi situasi atau emosi yang kita rasakan dan terus berproses. semangat ya bu, selamat berproses.

7. Pertanyaan:

Nama: Rena, Usia: 35, Domisili: Jateng. Bagaimanakah cara menghindari diri dari usaha usaha untuk self harm ketika stres berkepanjangan yang tidak kunjung usai, ketika lingkungan yang kurang mendukung serta kondisi penyakit kronis yang makin memburuk. Terimakasih mba Anissa.

Jawaban:

Baik bu Rena, terima kasih atas pertanyaannya bu. Saya izin menjawab ya bu. Untuk self harm, dalam konteks ini, biasanya self harm terjadi ketika regulasi emosi serta coping strategi yang dilakukan oleh individu ini tidak efektif bu. Yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah mengenali apa sih stres itu dan bagaimana mengindentifikasi stresornya, mengenali situasi yang sedang dihadapi, lalu barulah kita dapat merancang strategi untuk menghadapinya.

Stres berkepanjangan memang menjadi tidak baik bagi diri kita, perlu bagi kita untuk mengurai satu2 permasalahan yang sedang dihadapi dan menemukan coping strategy yang tepat. Setiap individu akan memiliki coping strateginya masing2, yang terpenting adalah mencari cara coping yang baik dan efektif. Ketika lingkungan kurang mendukung, memang benar ya bu, rasanya akan sangat sedih, kecewa, bercampur aduk rasanya.

Namun perlu juga bagi ibu untuk mencari group/lingkungan yang dapat menjadi support group bagi diri ibu, seperti komunitas gitu bu, yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Dimana ibu bisa saling berbagi dengan individu2 yang mengalami situasi dan kondisi yang sama dengan ibu.

8. Pertanyaan:

Nama: siti aisyah 29thn cirebon. Saat saya lagi setres dan udh bayak bgt pikiran dan rasa cemas pun datang,saya selalu masuk kamar untk menenangkan diri dan melakukan rekam audio di hp,ngeluarin unek² yang ada di hati,dan setelah melakukan dan mengeluarkan semua unek² nya jdi bisa plong dan hati sedikit tenang. Apakah cara yang saya lakukan salah apa benar mba,dan minta solusi nya? Terima kasih

Jawaban:

Terima kasih bu Siti, dalam menghadapi permasalahan, biasanya individu akan melakukan hal2 agar dapat mencapai ke titik keseimbangannya. Untuk yang dilakukan oleh bu Siti, masuk ke kamar, menenangkan diri, melakukan rekaman audio di HP, lalu merasa plong, hal ini baik untuk dilakukan selama ibu merasa hal tersebut membuat ibu merasa nyaman dan mengembalikan ibu ke dalam titik seimbang. Saya rasa selama hal ini tidak menganggu dan membuat lega, baik untuk dilakukan. Kenapa sih ibu Siti bisa merasa plong? Hal ini karena ibu dapat mengeluarkannya, meregulasinya.

 

“Bapak ibu semua, memanglah tidak mudah dalam menghadapi situasi yang dirasakan oleh bapak ibu semuanya. Perlu juga diingat bahwa kita berhak untuk bahagia dan menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Dengan saling berbagi, saling mendengarkan, dan didengarkan, saya percaya bahwa bapak dan ibu semua akan saling menguatkan satu sama lain. Semangatlah untuk terus belajar dan tidak berhenti berproses.”_ Rt. Annissa Apsyari, M.Psi., Psikolog

By | 2022-01-07T10:37:08+00:00 January 7th, 2022|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat