Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.
Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799
PENGUMUMAN KULWAP YHPI
- Waktu : Jum’at, 19 Desember 2025
- Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
- Narasumber : Hafizha Herman,Sp.JP, FIHA
- Tema : Mengoptimalkan Kualitas Hidup: Manfaat Rehabilitasi bagi Penderita Hipertensi Paru
- Moderator : Amida
Hipertensi paru adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah paru-paru meningkat, sehingga jantung kanan harus bekerja lebih keras. Akibatnya, penderita sering mengalami sesak napas, mudah lelah, pusing, dan keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Rehabilitasi berperan penting dalam membantu penderita hipertensi paru agar tetap aktif dan mandiri. Aktivitas rehabilitasi yang dapat dilakukan meliputi latihan pernapasan, latihan fisik ringan hingga sedang seperti berjalan santai, bersepeda statis, atau senam ringan, serta latihan kekuatan otot dengan pengawasan tenaga kesehatan. Selain itu, pengelolaan energi, cara mengatur aktivitas harian agar tidak cepat lelah, serta dukungan psikologis juga diperlukan dalam mengoptimalkan kualitas hidup sehingga dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri.
Dengan mengikuti program rehabilitasi secara rutin, perbaikan keluhan umumnya mulai dirasakan dalam waktu 4–8 minggu. Pasien sering melaporkan sesak napas yang berkurang, stamina yang meningkat, dan kemampuan beraktivitas yang lebih baik. Perbaikan yang lebih bermakna pada daya tahan tubuh dan kualitas hidup biasanya dicapai setelah 3 bulan latihan teratur dan terpantau. Hasil ini tentu dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung kondisi kesehatan dan kepatuhan menjalani program.
Melalui rehabilitasi yang tepat dan berkelanjutan, penderita hipertensi paru memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan kualitas hidup, tetap aktif, dan menjalani hari-hari dengan lebih nyaman.
1. Pertanyaan:
Nama: Puji Rahayu, Usia: 44, Domisili: Tegal, Diagnosa: PH Primer. Selamat malam dok, sy mau tanya apakah HP Primer bisa sembuh total melalui Rehabilitas rutin. Bagaimana caranya agar punya semangat memulai latihan2 agar rehabilitas tercapai maksimal. Terima kasih
Jawaban:
Selamat malam ibu Puji Rahayu dari Tega. jadi sejauh yang kita ketahui saat ini ilmu kedokteran yang ada, PH primer sendiri kalau memang penyebabnya adalah idiopatik atau tidak diketahui tidak ada penyakit jantung bawaan atau yang lain, belum ada terapi yang bisa menyembuhkan total artinya sembuh total ini definisinya bisa nggak pakai obat sama sekali. karena proses dari remodellingnya terus terjadi, tapi obat-obatan yang ada dan sudah tersedia di Indonesia saat ini, bisa mengontrol dari progresivitas PH primer tersebut. sehingga target kita adalah walaupun tetap mengkonsumsi obat-obatan, kita harapkan progresnya itu lamban keluhannya bisa terkontrol ibu Puji dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan. nah tentunya dengan obat-obat selain dengan obat-obatan tadi rehabilitasi ini akan menjadi sangat penting.
jadi bila kita pengen punya semangat untuk memulai latihan rehabilitasi Kita tentukan dulu niatnya biasanya niatan ini akan banyak apakah niatnya untuk oh karena saya masih mau produktif, saya masih usia bekerja, menghasilkan uang atau karena oh saya ada keluarga yang harus diurus atau Saya pengen hidup saya itu produktif bermanfaat, itu bisa jadi satu niatan atau motivasi untuk memulai rehabilitasi. karena insyaallah dengan kita menambahkan regimen olahraga bertahap atau rehabilitasi fisik, tentunya itu akan mendukung performa aktivitas sehari-hari kita. target kita di awal pasti tentunya kita pengen melakukan aktivitas sehari-hari itu secara mandiri misalnya bisa pergi ke kamar mandi tanpa keluhan bisa makan tanpa keluhan bisa jalan-jalan di sekitar rumah tanpa keluhan itu dulu targetnya. baru nanti akan kita tingkatkan jadi target keduanya bisa produktif sesuai pekerjaannya saat itu atau sebelum sakit. Mudah-mudahan bisa menjadi semangat untuk memulai latihannya ya Bu Puji.
2. Pertanyaan:
Nama: Lina, Usia: 36th, Domisili: Tangsel, Diagnosa: Post ASD Closure, ASD creation. Dok, setelah Operasi sy sudah menjalani rehab di harkit. Dan memang manfaatnya luar biasa. sy bs aktifitas kembali. sekarang Alhamdulillah hampir tiap hari sy rutin pemanasan 10menit, treadmill 15 sd 20 menit dan sepeda statis 5 sd 10 menit. tapi beberapa hari ini sy mulai agak malas untuk berolahraga. minggu ini baru 3x, yang biasanya setiap hari. sebenarnya idealnya berapa kali dok olahraga yang bagus untuk mengoptimalkan kualitas hidup ?
Jawaban:
Selamat malam ibu Lina dari Tangsel. Alhamdulillah udah SD closure ya dan sudah menerapkan olahraga ya tentunya juga pasti buat teman-teman di sini yang udah paska tindakan pasti kita selalu ngasih tahu rehabilitasi. sebenarnya prinsip dari rehabilitasinya adalah kita melakukan olahraga rutin minimal lima kali seminggu, 30 menit sehari dan kita melakukannya olahraga aerobic. nah di sini Bu Lina udah bagus melakukan aktivitas olahraga aerobiknya sehari itu ada treadmill ada sepeda statis, sebenarnya salah satu pun boleh 30 menit dan ini udah tercapai ya kalau 15 menit 20 menit sama 5 / 10 menit olahraga aerobiknya sudah tercapai.
nah tapi kenapa nggak cukup cuma tiga kali seminggu, karena tubuh kita itu dalam memberikan sinyal kebutuhan untuk membuat suatu adjustment atau penyesuaian itu butuh konsistensi. jadi kalau misalnya kita olahraganya cuma kurang dari 5 kali seminggu walaupun oh oke deh kita olahraganya 30 menit sehari 5 kali seminggu ya udah kan itu 150 menit kita bagi aja Sabtu Minggu aja cuma 75 menit 75 menit, bisa enggak kayak gitu soalnya saya sibuk, misalnya kayak gitu. nah itu enggak bisa karena tubuh kita itu harus dibiasakan harus dijadikan bahwa oh kebutuhan seperti ini adalah kebutuhan tubuh kita sehingga tubuh kita bisa menyesuaikan dengan meningkatkan kemampuan kebugarannya untuk memenuhi aktivitas sehari-harinya itu tadi yang kita latih dengan olahraga. jadi kalau udah lewat dari dua hari kita enggak olahraga dalam seminggu itu pasti tingkat kebugarannya akan turun, enggak melanjutkan yang udah kita latih kemarin-kemarin, walaupun mungkin turunnya sedikit ya dan tentunya dengan semakin lama kita vakum olahraga ya penurunannya akan jauh lebih turun sehingga mungkin setelah 2 minggu atau lebih kita mau olahraga kita harus mulai dari awal lagi atau lebih mulai dari tingkatan yang lebih rendah enggak bisa sama kayak terakhir kita berolahraga.
nah jadi idealnya adalah 5 kali seminggu olahraganya olahraga aerobic, kemudian kalau misalnya kita belum kuat kita boleh kok memulainya itu dengan speed atau kecepatan yang lebih lambat gitu pelan-pelan aja dulu, sesuai kemampuan yang penting kita bisa longlast lebih lama terus kalau kita lelah kita boleh istirahat 5 sampai 10 menit sebanyak yang kita inginkan enggak masalah terus habis itu lanjut lagi 5 sampai berapa sisanya tadi yang belum kita jalanin, setelah itu nanti kita genapkan sampai 30 menit. nanti kalau kita udah rutin melakukannya mungkin tadinya di awal kita 5 menit udah ngos-ngosan tapi nanti lama-lama kita mungkin sampai ke-15 menit baru istirahat lalu sampai ke 20 menit dan 30 menit bila kita sudah olahraga dengan kecepatan yang tadi kita mulai itu 30 menit dan sudah tidak ada istirahat lagi di situ berarti itu sudah waktunya kita meningkatkan kecepatannya sedikit 10% aja gitu.
nah 10%-nya mungkin bisa kita naikin misalnya tadinya di treadmill kecepatannya 1 km/jam terus kita naikin 10% jadi 1,1 km/jam, kayak gitu jadi naik 10% kenaikannya dikit aja. Dan kalau misalnya kita udah biasa kalau kita jalan di luar mungkin kalau zaman sekarang di luar itu ada track GPS kita bisa tahu kita jalan udah berapa kilo dalam 30 menit oh nanti kita targetnya naikin jaraknya 10% misalnya kita bisa jalan 500 meter kita bisa lanjut lagi nanti jalannya 600 meter nih targetnya dicepetin sedikit langkahnya kayak gitu jadi kita enggak menaikkan secara ekstrem supaya tubuh kita bisa beradaptasi secara perlahan.. semangat
3. Pertanyaan:
Nama: kennice, Usia: 10 tahun, Domisili:bali, Diagnosa:PH. apakah Hipertensi paru berpengaruh pada konsentrasi belajar krn dsekolah suka tertidur n sulit konsentrasi sukar untuk berhitung
Jawaban:
Selamat malam mama Kenice mohon maaf kalau saya salah dari Bali nah apakah hipertensi baru itu berpengaruh sama konsentrasi belajar? iya jadi hipertensi baru tentunya kan akan menyebabkan kualitas oksigenasi ke otak itu akan berkurang. sehingga bisa terjadi suatu remodeling juga atau ketidak cukupan dari si otak tadi untuk bekerja. nah melalui mekanisme mekanisme yang terjadi pada hipertensi paru tentunya, tapi hipertensi paru ini mungkin bukan satu-satunya penyebab. karena kalau hipertensi parunya misalnya terkontrol sebelum-sebelumnya nggak ada masalah tapi baru sekarang nih ada konsentrasi belajar.
saran saya mungkin bisa digali juga ke dokter anak di bagian tubuh kembang apakah ada kira-kira penyebab lain yang menyebabkan baik dari lingkungan atau baik dari masalah emosional dan lain-lain yang berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya. nah juga kalau misalnya di sekolah sering tertidur nah itu kan juga banyak penyebab, apakah selama ini waktu malam hari kualitas tidurnya baik itu juga perlu kita pertimbangkan yang kita namakan kualitas tidurnya baik. artinya kalau anak 10 tahun harusnya di sekitar jam 8 jam 9 harusnya itu udah mulai tidur, lampunya mati jadi hormon-hormon pertumbuhan dan regenerasinya itu bisa bekerja secara optimal jadi sangat total darkness ya, artinya gelap total. tapi kalau misalnya anaknya enggak terbiasa tidur dengan lampu yang gelap, itu juga bisa kita pelanin dulu dengan lampu yang agak redup dulu nanti kita latih kita latih dan kita beri pengertiannya juga untuk akhirnya oh ini lampunya gelap.
Saya pernah baca bahwa spektrum blue light itu juga akan mengganggu terhadap kualitas tidur. nah yang namanya cahaya putih atau lampu kita nih yang warna putih atau lampu kita yang warnanya warm agak kekuningan itu sebenarnya mengandung unsur blue light. tentunya dengan lampu yang warnanya putih itu lebih banyak blue light nya daripada yang warnanya warm tapi ternyata spektrum warna yang enggak memiliki blue light itu adalah spektrum warna merah kayak kalau misalnya zaman dulu orang cuci foto itu lampunya warna merah. jadi kalaupun kita pengen ada cahaya kita bisa misalnya lampu zaman sekarang udah banyak yang merek bisa di setel pakai HP warnanya bisa diganti mungkin kita bisa mengganti lampu tidurnya menjadi warna merah misalnya supaya kalau malam bangun tidur enggak kejeduk kakinya atau gimana gitu kan bikin cidera, misalnya mau ke kamar mandi atau gimana.
Mungkin itu bisa jadi salah satu opsi untuk meningkatkan kualitas tidur sisanya yang lain-lainnya mungkin bisa kita diskusikan sama dokter anak juga ada potensi-potensi yang lain enggak yang bisa kita optimalkan kalau memang ini penyebabnya dari hipertensi baru juga sama dokter jantung anaknya juga bagaimana kita bisa mengoptimalkan dari sisi apakah ini obatnya memang belum optimal bisa kita optimalkan atau enggak obat-obatannya. Semoga bisa menjawab.
4. Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Dok. Nama: Jayanti, Usia: 39, Domisili: Boyolali, Diagnosa: PH, Susp.ASD. Berikut hasil bubble saya kemarin bisa minta tolong dijelaskan secara detail dok.
- Kelainan jantung bawaan seperti Dinding jantung dan katup yang tidak menutup sempurna mengapa baru terdeteksi diusia dewasa?
- Apakah ada penyebab lain selain kelainan bawaan seperti KB hormonal?
- Apakah ada efek samping obat sildenafil selain pusing dok? seperti rambut jadi rontok??Terimakasih
Jawaban:
Selamat malam wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. ibu Jayanti dari Boyolali ya. apakah bisa baru terdeteksi di usia dewasa? itu sangat bisa bahkan ada ASD yang tanpa keluhan tanpa gejala kita dulu pernah ketemu di usia udah 65 tahun kayak gitu, terus tetep ditutup nggak? ya tetap kita tutup karena cukup besar. nah apakah PH itu bisa disebabkan selain karena ASD?i ya bisa misalnya KB hormonal, karena hormon estrogen pada KB hormonal tapi itu bisa terjadi hanya pada orang-orang yang sebenarnya secara genetic, dia memiliki kecenderungan hipertensi paru jadi itu semacam KB hormonalnya ini yang mengandung estrogen tadi itu sebagai pemicu mengaktivasi dari hipertensi paruhnya tapi bukan semua KB hormonal pasti akan bikin semua orang yang pakai jadi hipertensi baru, enggak kalau orangnya tetap enggak ada bawaannya ya insyaallah dia enggak apa-apa pakai KB hormonal jadi tergantung suseptibilitas setiap orang. terus penyebab lain hipertensi paru itu banyak, karena hipertensi baru itu grupnya ada lima grup pertama kita golongkan di pasien-pasien dengan penyakit jantung bawaan atau yang tidak ada penyebab lain atau idiopatik. kemudian di grup 2 secara garis besar penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jantung sebelah kiri misalnya dia pernah serangan jantung koroner, gagal jantung kiri kemudian akhirnya menyebabkan hipertensi paruh.
Grup 3 itu yang disebabkan karena penyakit paru-paru, jadi misalnya pernah ada flek paru yang lama kemudian fleknya itu penyembuhannya jelek jadi fibrosis parunya mengeras akhirnya tekanan di parunya tinggi atau ada penyakit apa namanya paru lainnya lah interstisial atau macam-macam. Grup 4 itu disebabkan oleh adanya suatu gumpalan darah yang mengendap di pembuluh darah paru, nah itu biasanya penyebabnya karena misalnya pasiennya punya sumbatan di kaki, sumbatan di kakinya itu lepas nyangkutnya di pembuluh darah paru. kalau orang enggak punya ASD itu kan jantung kiri dan kanannya itu enggak terhubung jadi kan dia kalau ada jendalan darah di sebelah kanan dia enggak akan bisa pindah ke kiri artinya enggak bakal bisa menyebabkan stroke, jadi dia nyangkutnya di mana, nyangkutnya di pembuluh darah paru sehingga menyebabkan tekanan paruhnya tinggi. Nah yang grup 5 itu yang lain-lain misalnya kayak penyakit tiroid, penyakit jaringan ikat lainnya yaitu masih banyak kategori yang enggak bisa dikelompokkan ke grup 1 sampai 4 dia akan masuk ke grup 5. nah perbedaan tiap grup ini adalah jenis terapi yang akan kita berikan. nah kalau misalnya kayak obat-obatan sildenafil itu, untuk kelompok-kelompok di grup 1 kebanyakan.
Pembuluh darah paru sehingga menyebabkan tekanan paruhnya tinggi yang grup 5 itu yang lain-lain misalnya kayak penyakit tiroid, penyakit jaringan ikat lainnya yaitu masih banyak kategori yang gak bisa dikelompokkan ke grup 1 sampai 4 dia akan masuk ke grup 5. nah perbedaan tiap grup ini adalah jenis terapi yang akan kita berikan. kalau misalnya kayak obat-obatan sildenafil itu untuk kelompok-kelompok di grup 1 kebanyakan.
Apakah sildenafil bikin pusing? Iya. Dan apakah rambut jadi rontok, sebenarnya sejauh ini saya belum pernah dengar bahwa sildenafil bikin rambut rontok tapi yang namanya suatu penelitian besar terhadap efek samping obat itu kan hanya mengambil gejala-gejala yang sering terjadi, sedangkan yang jarang terjadi mungkin saja tidak terpantau atau tidak tercatat. misalnya oh ini memang rambutnya rontok karena sejak mulai sildenafil langsung mungkin saja bisa, tapi itu mungkin tidak umum terjadi.
Efek samping lainnya dari sildenafil itu biasanya pusing, ada rasa enggak nyaman di perut kemudian bisa ada perubahan pandangan misalnya bisa pandangannya gelap atau pandangan yang kurang jelas itu bisa, ada nyeri-nyeri otot, kemerahan di kulit bisa juga macam-macam, tapi yang paling sering itu. Kalau untuk laki-laki karena sildenafil ini aslinya sebenarnya dia Viagra yang suka dipakai obat kuat, tapi pada dosis hipertensi paru kita pakai dosis yang lebih kecil sebenarnya, enggak sampai setinggi viagra yang 100 atau 200. Jadi jarang terjadi sampai gangguan ereksi, enggak akan sampai kesitu, biasanya jarang terjadi ya tapi mungkin bisa saja terjadi.
5. Pertanyaan:
Nama : Erlin, Usia : 27, Domisili : Madiun, Diagnosa : Asd Ph. Dok saya sering terbangun tengah malam saat tidur karena sesak nafas, dan saat bicara terlalu lama ngos-ngosan saturasi saya menurun dari 91 turun ke 87/86. Dan saya masih belum boleh berolahraga dulu oleh dokter yang memeriksa saya. Bagaimana cara mengelola pernafasan dok? Apakah terapi obat saja cukup menurunkan hipertensi paru saya? Sekian pertanyaan saya dok atas perhatiannya terima kasih
Jawaban:
Baik Selamat malam Mbak Erlin ya dari Madiun. jadi kalau misalnya memang belum bisa berolahraga oleh dokter karena saturasinya terlalu mepet, Oke kita nggak usah olahraga yang berat dulu. kita coba dulu apakah kita bisa melakukan aktivitas sederhana dengan mudah misalnya jalan ke kamar mandi kita bisa nggak? oke kalau misalnya kita bisa jalan-jalan enggak ada masalah saturasinya bagus, kita boleh memulai untuk berolahraga, juga perlu didiskusikan sama dokternya karena ini kan saya nggak punya kasusnya seperti apa pemeriksaannya seperti apa jadi perlu didiskusikan dengan dokternya, sebenarnya pada kondisi Mbak Erlin saat ini target saturasinya berapa yang safe, yang kira-kira Oke, ini enggak apa-apa walaupun misalnya angkanya 90%. Oke itu enggak apa-apa itu bisa diterima jadi nanti harus ditanyakan atau memang targetnya oh kita harus targetnya 95% ke atas, nanti itu bisa didiskusikan.
Karena tiap orang target saturasinya akan berbeda sesuai dengan kondisi jantungnya saat itu. nah bagaimana sekarang kita belum bisa olahraga terus kita mau mengelola pernafasan kita? bisa melakukan aktivitas latihan breathing teknik ya jadi kalau saran sih beda-beda kadang ada yang bilang oh ini tarik napas panjang ditahan 4 detik dikeluarin 8 detik misalnya kayak gitu tapi prinsipnya adalah kita tarik nafas lewat hidung secara perlahan ini teknik yang pertama ya jadi ada dua teknik nanti. ini teknik pertama kita tarik nafas lewat hidung perlahan selambat dan sepanjang yang kita bisa. misalnya kita bisa tarik nafas 4 detik kita tahan dulu beberapa detik kemudian kita keluarkan perlahan lewat mulut dengan lamanya kalau bisa dua kali dari saat kita tarik nafas tadi. misalnya kita tarik nafasnya 4 kita buang napasnya 8, atau kita tarik napasnya 3 buang nafasnya 6 kayak gitu, kita usahakan keluar dengan perlahan. nah selain menurunkan ketegangan dari sistem syaraf ini juga akan membantu dengan relaksasinya tadi, jadi sesaknya juga bisa berkurang, harapannya seperti itu.
nah teknik yang kedua kita bisa duduk atau kita bisa berbaring kita pakai teknik pernapasan perut, ini untuk memperkuat otot diafragma kita atau otot-otot pernapasan. kita bisa pegang perut kita waktu kita tarik nafas lewat hidung kita mau yang bergerak itu adalah perut bukan dada. jadi waktu kita menarik nafas perutnya itu mengembang ke atas atau ke depan kalau misalnya kita lagi duduk. kalau misalnya kita buang lewat mulut dengan perlahan juga tentunya itu perutnya kempes lagi. itu 2 teknik pernapasan yang umum dan mungkin bisa di pakai .
Kemudian apakah terapi obat aja enggak cukup untuk menurunkan hipertensi baru? kasusnya Mbak Erlin saya enggak tahu kasusnya seperti apa tapi saya rasa enggak cukup obat aja. pasti kita butuh rehabilitasi. sebenarnya berapapun saturasinya atau berapapun kondisinya, rehabilitasi ini adalah sesuatu hal yang pendamping yang cukup penting untuk meningkatkan kualitas hidup, dari yang kurang baik jadi lebih baik, dari yang baik jadi lebih baik lagi sampai dia enggak bergejala, kita pengennya kayak gitu. jadi kalau bisa nanti misalnya terapinya udah bisa optimal dengan obat-obatan, kemudian kondisinya udah lebih fit,disarankan untuk memulai regimen rehabilitasinya, dengan olahraga yang ringan-ringan dulu aja yang jalan kaki dulu aja. kalau emang belum kuat kita tes bisanya berapa meter ya udah semampunya saja berapa meternya. semangat mbak Erlin. Semoga Allah memudahkan.
6. Pertanyaan:
Nama: Deo, Usia: 43, Domisili: Jakarta, Diagnosa: ASD PH. Dukungan psikologis diperlukan untuk mengurangi kecemasan adalah salah satu program rehabilitasi biasanya didapatkan dari keluarga (caregiver)dan orang-orang sekitar kita.
- Bagaimana memaksimalkan rehabilitasi psikologis pasien PH sebagai upaya mengoptimalkan kualitas hidup?
- Bagaimana jika komunikasi yang sudah diupayakan pasien kepada lingkungan sekitar ternyata berubah menjadi beban psikologis? Kepada siapa baiknya meminta bantuan jika keadaannya seperti itu?
- Kualitas hidup dapat dicapai setelah 3 bulan program rehabilitasi dengan latihan teratur. Apa yang dapat mengukur keberhasilan program ini dokter? Terima kasih
Jawaban:
Selamat malam ibu Deo dari Jakarta. Iya benar sekali bahwa dukungan psikologis itu penting. nah gimana kita bisa memaksimalkan rehabilitasi psikologis? sebenarnya mungkin kalau secara mendalam ini di luar kompetensi saya sebagai dokter jantung ya, tapi sebagai motivasi moral dan tentunya dengan seseorang itu memiliki penyakit kronis nggak cuma hipertensi paru pasti wajar bahwa akan ada suatu kecemasan tersendiri, bahkan bisa mencapai depresi ringan sampai berat itu juga bisa. nah tentunya kalau memang dirasa ini sulit untuk mencari jalan keluarnya dengan diskusi dengan keluarga atau orang-orang yang dipercaya di keluarga tentunya kita bisa sarankan untuk bertemu dengan professional. bisa ketemu psikolog atau ketemu dengan psikiater. nah di sini sebenarnya yang terpenting adalah kalau misalnya kan orang tahu kalau psikolog mungkin cuma ngobrol-ngobrol doang kalau psikiater bisa tambah obat, ngobrol tambah obat. intinya adalah bagaimana sebenarnya profesional ini bisa menggali sampai kebutuhan terdalam Kita sebagai pasien. apa sih masalah yang sebenarnya yang menimbulkan kecemasan? karena pasti banyak multifaktorial ga cuma satu. mungkin ada banyak yang bisa digali jadi mungkin bukan cuma dari segi penyakitnya aja tapi background kehidupannya pun penting untuk ditelaah lebih lanjut.
nah mungkin yang poin nomor 2 misalnya kita komunikasi nih sebagai pasien dari upayakan kepada lingkungan sekitar tapi malah jadi hal-hal yang enggak diharapkan. balik lagi minta bantuannya ke mana ke nomor satu ya sebenarnya yang perlu kita tekankan, kalau di sini saya menganut agamanya agama Islam ya. jadi yang terpenting dalam penyakit, kita harus percaya bahwa yang menyembuhkan kita itu bukan dokter yang menyembuhkan kita itu adalah Allah yang maha berkuasa yang maha pencipta. kalau secara medis misalnya dokter tuh bilang ilmunya enggak ada sampai sekarang yang bikin kita itu bisa sembuh. tapi kita harus ingat enggak ada yang enggak mungkin buat Allah.
jadi yang perlu nomor satu kita tingkatkan adalah spiritualitas kita, keyakinan kita, doa-doa kita untuk yang maha kuasa Allah yang maha pencipta kayak gitu. baru nomor dua kita upayakan jalan-jalan ikhtiar misalnya kita minum obat, kita ke dokter, ketiga misalnya kita ke psikolog tadi mencari bantuan profesional atau psikiater. jadi mungkin jawabannya bisa datang dari banyak arah itu. atau kalau misalnya ada keluarga yang bisa dipercaya bisa kita cerita untuk mencapai solusinya. karena sebenarnya yang bisa menyelesaikan itu sendiri adalah bagaimana cara pasien itu berpikir, yang lain itu hanya bantu mengarahkan aja, membangun motivasinya kemudian menggali problemnya kalau dari profesional gitu. jadi Semoga bisa menjadi suatu acuan.
Ketiga, gimana caranya misalnya kita latihan bisa mengukur. jadi secara mudahnya kita punya yang namanya six minute walking test jadi kalau di rehabilitasi yang sesuai dengan teori, rehabilitasi yang dilakukan itu sebenarnya harusnya dilakukan di rumah sakit, tapi kita nggak ada program seperti itu biasanya belum ada rumah sakit yang benar-benar programnya itu. misalnya masalah asuransi atau masalah penjaminannya yang tidak menjamin. kedua karena tidak ada program itu, dulu kita pernah coba yang namanya telemonitoring. waktu saya pendidikan itu ada telemonitoring, jadi kita sambil video call pasiennya melakukan rehabilitasi di rumah.
sebenarnya telemonitoring di negara-negara Eropa dan Amerika itu udah umum untuk dilakukan. nah setelah kita udah memastikan bahwa latihannya terukur, kita baru akan evaluasi misalnya dalam 3 bulan yang kita ukur itu walking test dan itu biasanya dikerjainnya di rumah sakit, dalam 6 menit berapa jarak tempuh yang bisa dilakukan. biasanya itu juga akan diambil pertama kali sebelum melakukan aktivitas, yang kedua nanti setelah 3 bulan. kalau dirasa dalam six minute walking test-nya itu sudah baik, biasanya kita akan naikkan lagi ke treadmill test untuk mengukur kemampuan dan kebugarannya. tapi kalau awal-awal misalnya masih belum bagus, baru naik sedikit misalnya dari 250 m baru jadi 300 biasanya kita enggak treadmill dulu ya karena misalnya di sini kondisinya enggak ideal tiap rumah sakit dari Sabang sampai Merauke fasilitas dan kemampuan SDM nya mungkin berbeda. mungkin kita bisa mengukur sendiri dengan cara kita melihat dulu sebelum kita mulai latihan kita bisa sanggup berapa meter. setelah kita sudah latihan 3 bulan rutin 5 kali seminggu kita dalam 30 menit bisa mencapai berapa, itu juga bisa jadi parameter kita sendiri untuk mengevaluasi diri. Semoga bisa menjawab ya
7. Pertanyaan:
Nama : Diana, Usia : 30 thn, Domisili : Aceh, Diagnosa : PH Primer. Assalamu’alaikum Dok. Saya terdiagnosis PH Primer 6 bln lalu. Awalnya kondisi saya sangat parah, hanya sekedar mengganti pakaian saja membuat saya langsung sesak. Alhamdulillah sekarang jauh membaik. Saya sudah sanggup beraktivitas seperti orang normal, sanggup berjalan jauh tanpa sesak, sudah tidak mudah lelah. Hanya saja jantung saya masih sangat berdebar. Sudah 5 minggu Dokter memberi saya tambahan obat Amiodarone. Apakah ada rehabilitasi untuk mengurangi gelaja yang saya alami? Terima kasih
Jawaban:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. untuk Mbak Diana dari Aceh baru terdiagnosis 6 bulan yang lalu ya. alhamdulillah sekarang udah lebih baik kemudian udah dapat amiodaron sebenarnya udah bisa nih buat nurunin detak jantung. mungkin saya juga di sini enggak tahu kasusnya amiodaron ini untuk irama jantung yang seperti apa tapi yang penting adalah kita perlu rutin kontrol sama dokter untuk melihat progres dari berdebarnya itu sendiri.
nah tadi rehabilitasi yang kita pakai untuk berdebarnya adalah satu, bisa dengan breathing teknik nah di situ udah jawab di pertanyaan sebelumnya itu bisa sangat membantu untuk gejala berdebar.
jadi sekedar fun fact, kita itu kalau misalnya mau tidur nyenyak kita bisa melatih breathing teknik, kenapa karena tidur itu akan terjadi secara natural kalau detak jantung kita rendah gitu, nah kalau detak jantung kita tinggi kita tension kita cemas kita akan sulit untuk tertidur nah dengan metode relaksasi tadi breathing teknik itu akan memudahkan untuk detak jantung kita menurun. yang kedua sebagai umat muslim, kita punya metode relaksasi yaitu membaca Quran.
nah ini sebenarnya studinya sudah banyak bahwa kenapa membaca Al-Qur’an itu bisa bikin relaksasi adalah karena salah satunya waktu kita mengaji itu nafasnya panjang nah nafas yang panjang ini akan menurunkan tonus saraf simpatik yang bikin detak jantung kita tinggi. jadi biasanya kalau kita ngaji di malam hari itu bawaannya ngantuk tapi kalau secara agama juga ada yang bilang oh itu karena digangguin sama setan karena biar enggak ngaji ya bisa juga kayak gitu ya, tapi secara medisnya itu ada jawabannya secara sainsnya itu ada jawabannya itu bisa buat nurunin.
nah kemudian rehabilitasi terkait latihan aerobik tadi itu juga bisa dikerjakan. tentunya kalau kita rajin berolahraga tadi kita contoh ya bu Lina itu rajin olahraga.
sebenarnya orang-orang yang rajin berolahraga secara natural detak jantung istirahatnya itu akan menurun jadi kalau misalnya detak jantung itu normalnya 60 – 100. jadi misalkan kita duduk-duduk detak jantung 70 itu normal 80 normal 60 normal tapi kalau orang yang rajin berolahraga dia bisa lebih rendah dari itu karena efisiensi dari pompa jantungnya sehingga detak jantungnya itu turun. nah detak jantung yang cepat itu adalah suatu mekanisme pertahanan dari jantung kita untuk mencukupi oksigenasi ke otak. jadi kita bisa meningkatkan jumlah volume yang dipompa satu kali ke seluruh tubuh dengan berolahraga.
jadi mudah-mudahan bisa dipraktekkan nah olahraga aerobiknya sebagai tambahan tadi enggak cuma treadmill atau sepeda bisa olahraganya itu berenang kalau memang bisa berenang, yang kedua bisa senam aerobik yang enggak pakai loncat-loncat dulu jadi di YouTube kita bisa tuh nonton senam aerobik yang low impact itu boleh. jadi kalau misalnya sekarang udah memasuki musim hujan kita enggak bisa keluar olahraganya mungkin kita bisa senam di rumah kayak gitu terus buat bu Diana di Aceh nih Aceh nya sebelah mana mudah-mudahan sehat sekeluarga. apakah mengungsi atau enggak, semoga obatnya selalu bisa dapat stoknya ready sehat-sehat ya semuanya untuk saudara-saudara di Aceh.
8. Pertanyaan:
Nama: Nur Khasanah, Usia: 36, Domisili: Tegal, Diagnosa: ASD ph. Bagaimana cara agar sesak tidak sering terjadi di kala kita bekerja dok. Padahal obat di minum secara teratur. Aku ibu 3 anak. Jadi kadang istrahat nya kurang maksimal. Karena jg tuntutan ekonomi. Apakah berakibat fatal bila kita terlalu kerja di grosir dok. Makasih
Jawaban:
Selamat malam Bu Nurhasanah di Tegal. gimana supaya kita nggak sering sesak waktu kita bekerja. nah sebenarnya rehabilitasi jantung itu bertujuan supaya kita nggak sesak waktu lagi kerja. Kenapa? karena mungkin kapasitas fungsional kita nggak cukup untuk yang kita lakukan. sebenarnya kita enggak tahu nih pekerjaan-pekerjaannya ibu Nurhasanah apa apakah selain menjadi ibu rumah tangga apakah ada pekerjaan yang lain yang berat. tapi ini kerja di grosir ya oke. nah apakah fatal atau enggak? itu tergantung, kalau memang ternyata kondisi tubuh kita penyakit kita saat ini nggak bisa untuk melakukan pekerjaan yang berat, sebaiknya pekerjaan berat itu tidak dilakukan.
nah seberapa berat pekerjaannya mungkin itu bisa didiskusikan sama dokter jantungnya waktu kontrol bahwa mungkin harus ada limitasi. sebagai contoh misalnya kok pekerjaan kita di grosir ada yang angkat-angkat barang berat. nah ternyata kita belum bisa nih angkat-angkat barang berat, itu bisa dengan cara misalnya minta tolong dulu sama rekan kerja kita, bisa enggak kita dibantu atau ada alat bantu untuk membawa barang-barang yang berat tadi. atau misalnya kita dengan terpaksa harus ganti bagian pekerjaan, itu bisa menjadi opsi.
intinya kita enggak boleh memaksakan sesuatu hal yang kita belum sanggup dengan kondisi penyakit kita, supaya kita enggak kambuh sesaknya. tapi kita harus yakin kita bisa mencapai ke sana seperti tujuan rehabilitasi di awal. insyaallah bisa pelan-pelan bisa jadi kan misalnya kalau kita bisa minta tolong bantuan teman kita bisa, oh kita mulai dulu deh olahraganya bertahap nanti lama-lama bisa, akhirnya enggak minta bantuan teman-teman lagi. tapi kalau memang enggak enak misalnya memperberat rekan kerja dan lain-lain mungkin rekan kerjanya juga enggak ikhlas bantuin kita atau gimana, ya mungkin ada opsi-opsi untuk pindah bagian pekerjaan.
karena sebenarnya rehabilitasi ini enggak bisa kita uber-uber cepet, dia tuh sesuatu hal yang harus continue, konsisten, pelan dan bertahap. terus mungkin kalau memang aktivitas pekerjaannya ini banyak nih karena anaknya tiga kalau ternyata misalnya anaknya masih kecil-kecil harus gendong anak dan lain-lain, ya kalau misalnya anaknya bisa pakai dorongan pakai dorongan, kalau misalnya enggak bisa pakai dorongan, anaknya harus minta digendong dan lain-lain ya saran saya selain aktivitas yang tadi olahraganya aerobic, kita harus sempatkan juga olahraga yang sifatnya meningkatkan massa otot atau anaerobik atau resistant training.
nah yang perlu kita latih adalah 5 otot besar yaitu paha kaki depan belakang, kemudian perut, dada, punggung dan bahu. nah sebenarnya latihan otot-otot ini enggak perlu kita nge-gym sampai kita beli barbel. kita bisa pakai beban tubuh kita aja misalnya kita latihan jinjit-jinjit kemudian kita jinjit-jinjit tahan taruh lagi jinjit tahan taro itu diulang tiga kali 10 hitungan misalnya, kayak gitu bisa meningkatkan masalah otot kaki. nah kemudian juga bisa misalnya latihannya plank. kita mungkin kalau mau lihat plank tuh apa sih kayak mau push up tapi enggak push up, cuma ditahan doing, nah itu akan memperkuat otot perut bokong paha depan bagian tangan bahu.
misalnya kita bisa olahraganya pull up, push up kalau nanti belum bisa push up di lantai kita bisa push up di dinding dulu, terus kita bisa push up nanti oh bisa udah push up di dinding tiga kali 10, besoknya gitu coba deh push up-nya di bidang miring dulu pegangan sama benda-benda yang kokoh. Baru kita nanti lama-lama latihannya push up di lantai. Push up perempuan juga bisa, jadi kita bisa lihat video-video tutorialnya di YouTube. oh ya kita bisa juga latihan squad, kalau belum bisa squad, nanti pakai bangku dulu biar kita nggak jatuh kejengkang ke belakang.
nah latihan-latihan kayak gini itu minimal tiga kali seminggu, tiga kali 10 repetisi pergerakan, dan enggak harus semua dikerjain dalam satu hari. mungkin hari ini kita mau latihan kaki deh, nanti dua hari lagi kita maunya latihan dada, dua hari lagi kita latihan perut, dua hari lagi kita latihan punggung begitu seterusnya. nah tapi yang harus diingat pada kondisi kita melatih otot, kita mau meningkatkan masa otot, kita harus cukup makan proteinnya, jadi lauknya sumber protein, bisa putih telur dan lain-lain itu harus cukup jangan sampai kurang, supaya enggak malah jadi ototnya hancur karena kita latih.
penggunaan protein ini juga maksudnya makan protein yang kita lebihkan itu juga kita harus konsultasi, apakah kita ada masalah terkait ginjal apa enggak, jadi harus konsultasi sama dokter nah kalau nanti kita udah fasih dengan latihan beban, semua sudah lebih mudah, enggak ngos-ngosan lagi, itu baru kita kan tambahkan beban misalnya sekilo atau setengah kilo dulu gitu ya, jadi nambah beban itu bertahap aja. dan zaman sekarang lumayan udah banyak ya di YouTube video-video gitu, terus istirahat tetap harus maksimal, gimana ya caranya kita mengatur time manajemennya biar bisa lebih maksimal, jangan lupa berdoa sama Allah supaya dimudahkan semuanya, jadi ikhtiarnya jadi lebih mudah insyaallah bisa. semangat ya Bu Nur Hasanah.
9. Pertanyaan:
Nama: Ririn, Usia: 34 thn, Domisili: Jepara, Diagnosa: ASD+PH. Saya 2 bln yang lalu habis opname karena jantung berdebar dan saturasi turun, bagaimana cara saya rehabilitasi agar kondisi jantung dan nafas saya bs stabil. Saya sudah bs bekerja& beraktivitas normal walaupun terbatas dok tapi kadang saat kumpul dengan orang banyak kadang terasa pusing dan nafas agak berat. Untuk saturasi sekarang di angka 80-89, apakah saya harus mulai olahraga untuk jalan kaki setiap pagi walaupun tubuh agak kliyengan?, untuk obat sudah diminum rutin setiap hari.
Jawaban:
Selamat malam ibu Ririn dari Jepara habis opname 2 bulan yang lalu karena benar-benar saturasinya turun berarti mungkin ini krisis PH ya. nah saat dipulangkan seharusnya kan kondisi saturasi sudah lebih baik ya sekarang saturasi di 80 sampai 89. kalau misalnya sudah bisa bekerja apalagi beraktifitas normal dengan terbatas gitu kan itu udah harus kita mulai olahraga jalan kaki. nah kalau misalnya keliyengan mungkin kita perlu evaluasi lagi tensinya gimana nah efek obat-obatan terhadap tensinya bagaimana apakah di sini murni keliyeng nya memang karena harus di adjust lagi harus disesuaikan lagi supaya enggak terlalu mepet untuk posisi berdiri atau memang karena ada dehidrasi juga di situ bisa artinya sebenarnya kelebihan cairan juga ga baik tapi dehidrasi juga jangan.
jadi apakah mengalami dehidrasi juga jadi tensinya terlalu mepet, sehingga kalau berdiri itu keliyengan. tapi juga kita harus ingat pada pasien-pasien hipertensi baru berdiri terlalu lama diam itu akan pulling cairan ke bawah jadi akan sulit untuk jantung sebelah kanannya menarik cairan dari kaki jadi mungkin kita bisa alternatif olahraganya jalan, begitu sudah mulai enggak sanggup ini kan karena misalnya udah bisa aktivitas tapi enggak bisa jauh ya udah jalan dulu berapa, terus distop kalau misalnya udah mulai ada tanda-tanda keliyengan kita minum dulu sedikit seteguk dua teguk, habis itu kita coba jalan lagi jadi kita mulai benar-benar dari bertahap yang pelan saja.
nah tentunya juga kalau misalnya kita kumpul-kumpul di ruangan tertutup banyak orang, itu sebaiknya dihindari karena pasti kadar oksigennya kepakai banyak orang apalagi tertutup kalau bisa hindarilah tempat-tempat yang terlalu padat. misalnya kalau naik transportasi umum sampai berdesak-desakan misalnya naik kereta penuh banget kalau bisa dihindari dan kalau bisa juga misalnya berpergian jangan sendirian biar kalau ada kelingan ada yang bisa bantu ngomong. semoga lancar ikhtiar olahraganya
1o. Pertanyaan:
Nama: Raj Retna, Usia: 26 thn, Domisili: Yogyakarta, Diagnosa: Post ASD closure. Hai dokter hafizha, lama tidak berjumpa. Dok ini pasien dokter dulu tahun 2020 di Sardjito, rehab post op sama dokter di PJT. Oya dok, di tahun ini saya kembali ke olahraga lagi, yang dlu bisa lari sekarang masih tahap recovery dengan cidera lutut saya. Yang mau saya tanyakan dok, semenjak saya olahraga kembali, HR saya cepat sekali naik, lalu bagaimana spya dia bisa stabil bgtu dok? Apakah karena saya lama untuk off olahraga jadi HR saya melonjak ya? Saya olahraga jalan cepat pagi hari dengan durasi waktu 30 menit, 3km, HR rata2 120-130. Terima kasih dok
Jawaban:
Halo selamat malam Mbak raj Retna udah lama banget ya nggak ketemu mudah-mudahan sehat selalu. ya waktu itu cidera lagi ya jadi ini cedera lagi semoga lekas sembuh ya syafakillah untuk cideranya. jelas kalau misalnya kita nggak pernah olahraga sama sekali pasti kita akan melonjak. mungkin kalau teman-teman di sini yang suka pakai jam smartwatch itu kelihatan banget kalau misalnya baru mulai olahraga nih dari nol baru jalan kaki bentar aja kok tiba-tiba heart rate-nya melambung tinggi gitu di atas 80% HR maksimal. nah sebenarnya ya maksimal kita itu adalah di 220 kurangi usia ya kita udah pernah bahas juga itu dulu 220 kurangi usia, terus kita maunya olahraganya tuh di intensitas moderat saja yaitu di 60% sampai 80% dari HR maksimal tadi yang 220 kurangi usia.
jadi sebenarnya setiap tahun kan HR maksimal kita akan turun, nah kalau orang jalan olahraga tuh biasanya HR nya bisa naik di atas 80% padahal baru mulai olahraganya, nah kalau kayak gitu kita tinggal slowing down aja dulu atau enggak apa-apa kalau misalnya naiknya lebih lebih dikit 85%, gitu masih ya kita continue aja olahraganya, nanti lama-lama HR nya akan turun sendiri. nah misalnya nih kalau olahraga jalan cepatnya di 30 menit 3 km rata-rata 120-130 mah udah bagus ya enggak apa-apa HR segitu berarti itu udah masuk ke moderate intensity ya, jadi lanjutkan saja enggak apa-apa.
terus ini kakinya masih cedera apakah sudah boleh jalan cepat, dengan pasca recovery itu juga harus kita komunikasikan dengan rehabilitasi medik atau dokter ortopedinya. yang pasti kalau misalnya kita punya cidera itu kita harus fisioterapi supaya penyembuhannya itu maksimal. terus kita bisa tahu gimana caranya kita melakukan olahraga dan pasti kalau kita cedera itu nanti dilatihnya harus meningkatkan massa otot lagi yang udah lama menyusut karena kita sudah lama enggak olahraga, kalau massa otot kita lebih baik sebenarnya kita akan lebih jarang untuk cidera.
jadi kalau misalnya buat teman-teman di sini yang secara kapasitas fungsional atau olahraganya udah baik, kita akan mulai untuk tambahin regimen latihan beban tadi atau latihan untuk meningkatkan massa otot, supaya dua-duanya saling menguatkan,otot nya menguatkan sehingga bisa aktifitas olahraga endurance yang lebih panjang terus endurance yang baik juga akan membantu untuk olahraganya bisa dua, yang satu olahraga aerobik dan anaerobik atau resistence training gitu. sehat-sehat ya mba Retna, salam buat keluarga juga, semangat olahraganya semoga enggak cedera lagi ya next time-nya.
“Terima kasih atas kesempatannya Alhamdulillah bisa sharing-sharing di sini senang sekali. Mungkin pesan saya yang terakhir buat teman-teman semua, memang ini adalah suatu penyakit kronis tapi kita harus percaya bahwa kalau kita memang beriman sama Allah bahwa ini adalah salah satu ujian hidup, mungkin ujian hidup kita berbeda, tapi kita harus terus berbaik sangka sama Allah.
Kita harus percaya bahwa kondisi kita saat ini, sakit yang kita alami, semua keletihan kelelahan itu, insya Allah menghapus dosa-dosa kita di dunia. Jadi dengan berbaik sangka sama Allah kita yakin bahwa di setiap kesulitan yang kita alami itu ada kemudahan. Kemudian jangan lupa tetap berdoa untuk kesembuhan atau kesehatan, kita bisa tetap produkti, saya yakin semua teman-teman di sini pasti sudah berikhtiar minum obat rutin.
Hampir semua pasien PH yang saya temui itu minum obatnya semua rajin-rajin enggak ada yang malas. Jadi artinya semua keinginan untuk sehatnya tinggi, beda mungkin sama kelompok penyakit jantung yang lain. jadi tetaplah berpikiran positif tetaplah berbaik sangka sama Allah, mudah-mudahan semua ikhtiarnya dimudahkan dan kita bisa mengambil hikmah-hikmah dari kejadian yang dialami.
Kalau misalnya di sini teman-teman masih ada yang dalam kondisi yang cukup terpuruk untuk move on dari penyakitnya dan tidak cukup dengan cuma mendengar kalimat-kalimat motivasi, mungkin memang harus mencari pertolongan professional. Tidak usah takut untuk mencari pertolongan professional. kalau misalnya di sini kesulitan untuk mencari info di mana sih psikolog itu, kita bisa tanya ke Puskesmas terdekat biasanya ada bimbingan psikolog atau kalau tidak kita bisa minta ke dokter psikiater yang ada di sekitar kita. jadi mudah-mudahan ada di daerah tempat kita tinggal itu dukungan psikolog / psikiater.
Terkait dengan rehabilitasi tadi. mudah-mudahan bisa dipraktekkan dan istiqomah, susahnya itu. olahraga terbaik adalah olahraga yang benar-benar dilakukan, barulah kita ngomongin olahraganya jenis jenisnya apa. Bagi yang sehat aja ini sulit, tapi semoga buat teman-teman yang di sini sakit bisa menjadi motivasi yang lebih lagi. kita sama-sama saling mengingatkan juga, kalau ada yang saling kenal satu sama lain olahraganya bisa saling dicek, keluarganya bisa diajak, ayo olahraga bareng-bareng.
Jadi saling memotivasi aja karena tentunya ini adalah perjalanan panjang, ini adalah suatu marathon bukan untuk jangka pendek aja, jadi ini harus kita jadikan bagian dari gaya hidup kita, baik dikala kita sakit atapun tidak.Semoga bisa bermanfaat saya mohon maaf kalau misalnya ada salah-salah kata atau kekurangan dalam menyampaikan. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”_dr. Hafizha Herman,Sp.JP, FIHA.
