Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.
Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799
PENGUMUMAN KULWAP YHPI
- Waktu : Sabtu, 14 Februari 2026
- Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
- Narasumber : dr. Gema Citra D, Msi.Med, Sp.JP FIHA
- Tema : Puasa Aman bagi Pasien Hipertensi Paru
- Moderator : Amida
Terima kasih moderator dan teman-teman semua. Setelah kita memahami apa itu hipertensi pulmonal dan bagaimana diagnosisnya ditegakkan, kita masuk ke topik yang sering sekali ditanyakan menjelang bulan Ramadan, yaitu: apakah pasien hipertensi paru boleh berpuasa?
Puasa pada dasarnya adalah kondisi tubuh tanpa asupan makan dan minum selama beberapa jam. Pada orang sehat, tubuh dapat beradaptasi dengan baik. Namun pada pasien hipertensi paru, kondisi puasa dapat memengaruhi keseimbangan cairan, tekanan pembuluh darah paru, serta kerja jantung kanan. Jika tubuh mengalami dehidrasi, maka volume darah dapat menurun dan kekentalan darah meningkat, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan pada pembuluh darah paru dan membebani jantung kanan. Inilah yang menjadi perhatian utama pada pasien hipertensi paru yang ingin berpuasa.
Secara umum, tidak semua pasien hipertensi paru dilarang berpuasa, namun keputusan berpuasa harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Pasien dengan hipertensi paru yang stabil, rutin kontrol, tidak sering sesak, tidak sering pingsan, dan tidak membutuhkan oksigen tambahan biasanya masih dapat mempertimbangkan untuk berpuasa dengan pengawasan dokter. Pasien seperti ini umumnya termasuk dalam kategori fungsional WHO kelas I–II.
Sebaliknya, pada pasien dengan hipertensi paru yang lebih berat, misalnya sering sesak saat aktivitas ringan, mudah pusing, pernah pingsan, membutuhkan oksigen tambahan, atau pernah dirawat karena gagal jantung kanan, maka puasa sebaiknya tidak dipaksakan. Pada kondisi ini, risiko dekompensasi jantung kanan dan penurunan kondisi klinis lebih tinggi, sehingga keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.
Selain kondisi penyakit, hal yang penting diperhatikan adalah pengaturan obat. Pasien hipertensi paru umumnya mengonsumsi obat secara teratur, seperti obat vasodilator paru, diuretik, atau antikoagulan. Saat berpuasa, jadwal obat perlu disesuaikan agar tetap efektif. Misalnya, obat yang diminum tiga kali sehari dapat diatur saat berbuka, tengah malam, dan sahur. Penting untuk tidak menghentikan obat tanpa konsultasi dokter, karena penghentian obat secara mendadak dapat memperburuk kondisi hipertensi paru.
Asupan cairan juga menjadi faktor penting. Pasien hipertensi paru dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur, namun tetap sesuai dengan anjuran dokter, terutama pada pasien yang memiliki pembatasan cairan. Dehidrasi harus dihindari karena dapat memperberat kerja jantung kanan. Hindari pula aktivitas fisik berat saat siang hari, terutama di lingkungan yang panas, karena dapat mempercepat terjadinya kelelahan dan dehidrasi.
Pasien hipertensi paru juga perlu mengenali tanda-tanda bahaya selama berpuasa. Bila muncul sesak yang lebih berat dari biasanya, pusing, hampir pingsan, jantung berdebar hebat, bengkak pada kaki bertambah, atau saturasi oksigen menurun, maka puasa sebaiknya segera dibatalkan dan pasien dianjurkan untuk minum obat serta mencari pertolongan medis bila diperlukan.
Kesimpulannya, puasa pada pasien hipertensi paru dapat dilakukan pada pasien yang stabil dan terkontrol, dengan pengaturan obat dan cairan yang baik serta pemantauan kondisi secara berkala. Namun pada pasien dengan hipertensi paru yang tidak stabil atau berat, puasa sebaiknya tidak dipaksakan. Keputusan terbaik adalah selalu berkonsultasi dengan dokter yang merawat agar ibadah tetap dapat dijalankan dengan aman.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi pasien hipertensi paru yang ingin menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Terima kasih atas perhatiannya.
1. Pertanyaan:
Nama: Nur khasanah, Usia: 36, Domisili: Tegal, Diagnosa: ASD PH. maaf dok sebelum mulai puasa ramadhan aku kemaren” mencoba puasa Senen kamis tp di tengah hari lemes dada berdebar akhirnya tak bawa istrht tp pas jam 3 nya Malah mau pingsan akhirnya buka. Gimana ya dok caranya biar puasa tetep jalan tanpa ada kendala. Asupan apa aja agar bisa kuat berpuasa smpe waktunya. Terima kasih
Jawaban:
Mba Nur terimakasih pertanyaannya. Prinsip nya pasien dengan PH boleh puasa hanya kalau kondisi PH stabil dan tidak ada riwayat hampir pingsan. Keluhan lemas-berdebar sampai mau pingsan saat puasa kemarin berarti tubuh belum toleran → jangan dipaksakan sebelum kontrol dokter.
Saran saya:
- Minum total ±1.5–2 L antara berbuka–sahur (air putih utama).
- Obat PH tetap diminum teratur saat sahur & berbuka (jangan skip).
- Sahur: makan cukup, jangan terlalu sedikit; hindari kopi/teh kental.
- Siang hari: kurangi aktivitas berat & panas.
- Istirahat cukup, jangan memaksakan diri.
Batalkan puasa jika muncul: pusing berat, berdebar kencang, sesak, atau hampir pingsan.
Kalau gejala seperti kemarin masih muncul → sebaiknya tidak puasa dulu sampai dinilai aman oleh dokter kamu. Semoga membantu.
2. Pertanyaan:
Nama: diva novia, Usia: 25, Domisili: wonosobo, Diagnosa: asd ph. hallo, terimakasih sudah ada kesempatan untuk bertanya. Jadi pertanyaannya, kemaren saya kontrol,dan disuruh kembali minum bisoprolol, tapi setelah minum bisoprolol 3 hari berturut” badan serasa lemas. Jadi sangat terbatas untuk aktifitas. Sebaiknya bagaimana ya dok? Terimakasih
Jawaban:
Mba Diva terimakasih pertanyaannya. Pada pasien ASD dengan hipertensi paru, bisoprolol kadang diberikan untuk mengontrol denyut jantung. Namun efek samping yang sering muncul di awal adalah lemas atau cepat capek, karena denyut jantung jadi lebih lambat dan tekanan darah bisa sedikit turun.
Yang bisa dilakukan:
- Jangan langsung stop sendiri, tapi laporkan ke dokter yang meresepkan.
- Cek tekanan darah dan nadi. Kalau nadi <60 atau tekanan darah rendah dan sangat lemas → perlu evaluasi dosis.
- Pastikan cukup minum dan tidak dehidrasi.
Segera kontrol bila muncul:
- hampir pingsan
- pusing berat
- sesak bertambah
- nadi sangat pelan
Intinya, lemas di awal bisa terjadi, tapi bila sampai mengganggu aktivitas seperti ini, biasanya dosis perlu disesuaikan, bukan dipaksakan. Semoga membantu
3. Pertanyaan:
Nama: Artika, Usia: 31, Domisili: Jogja, Diagnosa: hipertensi paru dengan PFO. bagaimana menjalankan puasa yang aman untuk busui dengan PH.
Jawaban:
Mba Artika, terimakasih atas pertanyaannya. Untuk ibu dengan pulmonary hypertension (PH) yang juga sedang menyusui, saya pribadi tidak merekomendasikan puasa dulu dalam kondisi seperti ini.
Secara medis, ibu menyusui saja sudah butuh cairan dan energi lebih banyak. Pada PH, tubuh juga sangat sensitif terhadap dehidrasi dan penurunan tekanan darah. Kombinasi keduanya bisa memicu lemas berat, berdebar, sesak, bahkan pingsan, dan itu berisiko untuk ibu maupun bayi.
Dari sisi agama pun, ibu menyusui tanpa penyakit jantung saja sudah mendapat keringanan untuk tidak berpuasa bila khawatir terhadap kesehatan diri atau bayinya. Apalagi jika disertai PH, tentu keselamatan ibu menjadi prioritas utama.
Jadi bukan berarti tidak ingin beribadah, tapi justru menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah juga. Puasa bisa diganti di waktu yang lebih aman atau dengan fidyah sesuai anjuran agama.
Fokus dulu ke:
- minum cukup
- obat teratur
- kondisi jantung-paru stabil
- dan kebutuhan bayi terpenuhi
Nanti kalau kondisi sudah jauh lebih stabil dan dokter menyatakan aman, baru bisa dipertimbangkan kembali. Semoga membantu 🫶
Artika:
Kalau posisi bayi mix sufor juga apakah tetap lebih baik puasanya dipertimbangkan kembali? Karena ini bayi pertama dan baru kedeteksi hipertensi parunya 3 bulan ini
Dokter:
Mba Artika, terima kasih sudah menjelaskan kondisinya. Walaupun bayi mix ASI + sufor, pada ibu dengan pulmonary hypertension (PH) pertimbangannya bukan hanya soal produksi ASI, tapi juga kondisi jantung-paru ibu sendiri.
Puasa seharian bisa memicu: lemas berat, berdebar, sesak, bahkan pingsan. Apalagi ini masih baru terdiagnosis 3 bulan, biasanya fase ini kita masih menstabilkan obat dan kondisi.
sebaiknya didiskusikan langsung dengan dokter yang merawat. Dokter tersebut yang paling tahu seberapa berat PH-nya sekarang dan apakah kondisi sudah cukup stabil untuk mencoba puasa atau belum.
Jadi untuk saat ini, jangan dipaksakan dulu. Prioritaskan kondisi stabil, obat teratur, dan konsultasi dengan dokter yang memantau rutin. Semoga membantu ya
4. Pertanyaan:
Nama: Wagimin, Usia: 53 th, Domisili: Gunungkidul, Diagnosa: PH
Pertanyaan:
- Beberapa waktu terakhir bapak kakinya bengkak, terus kalau malam gabisa tidur, dicoba pakai oksigen bisa tidur tetapi tetap tidak nyenyak. selain itu juga kepala sakit, dan kalau makan perutnya terasa sesak, padahal baru makan sedikit. kira-kira disebabkan apa dan untuk pengobatannya seperti apa, mohon penjelasannya
- Apakah kalau perut sakit dengan gejala seperti asam lambung/maag itu bisa diartikan menderita asam lambung juga? lalu untuk makanan yang direkomendasikan seperti apa? untuk mengobati asam lambung sekaligus jantungnya?
- selain yang disebuntukan diatas, bapak juga lemas dan sayu. mohon penjelasannya untuk mengobati tersebut
Terima kasih
Jawaban:
Terimakasih atas pertanyaannya. Keluhan yang disampaikan sangat khas bila jantung kanan mulai bekerja lebih berat.
- Kaki bengkak, sulit tidur, cepat sesak saat makan : Kemungkinan besar karena penumpukan cairan (retensi cairan) akibat PH.
Pada PH, jantung kanan bisa melemah → cairan menumpuk di kaki, perut, dan hati.
Akibatnya:
-
- kaki bengkak
- perut cepat penuh/sesak saat makan
- sulit tidur terlentang (harus pakai oksigen)
- badan terasa tidak nyaman
Yang perlu dilakukan:
-
- kontrol ke dokter jantung/PH → biasanya perlu evaluasi obat diuretik (obat kencing)
- batasi garam (asin)
- timbang berat badan tiap hari
- minum obat rutin jangan terlewat
Kalau bengkak makin naik ke perut atau sesak makin berat → harus kontrol lebih cepat/ di bawa ke IGD
- Perut terasa seperti maag : Pada PH, keluhan “maag” sering sebenarnya karena:
-
- hati membesar akibat bendungan darah
- perut tertekan cairan
- atau lambung mudah penuh
Jadi bisa mirip asam lambung, tapi penyebab utamanya sering dari jantung.
Saran makan:
-
- porsi kecil tapi sering
- jangan langsung banyak
- kurangi makanan sangat asin
- hindari terlalu kenyang
- makan pelan
Kalau benar ada maag, dokter bisa tambah obat lambung, tapi tetap harus atasi jantungnya.
- Lemas dan sayu : Pada PH, ini sering karena:
-
- aliran oksigen tidak optimal
- jantung kanan bekerja berat
- atau cairan berlebih
Biasanya membaik kalau:
-
- cairan tubuh lebih terkontrol
- obat PH dan diuretik optimal
- oksigen digunakan sesuai anjuran
*Intinya Keluhan bapak kemungkinan besar karena penumpukan cairan akibat PH, bukan sekadar maag biasa. Perlu evaluasi obat dan kondisi jantung-paru, biasanya dengan penyesuaian obat cairan dan kontrol rutin. Jangan menunggu terlalu lama kalau keluhan makin berat. Semoga membantu.
5. Pertanyaan:
Nama: Mustika Ningsih, Usia: 29, Domisili: Ciamis, Diagnosa: ASD PH. Dok kemarin januari kan saya habis RHC buat memastikan tekanan paru, bisa atau belum stop obat, tetapi ternyata tekanannya masih tinggi, sebelumnya aku minum obat sildenafil setelah rhc ditambah obat jadi beraprost dan sildenafil, tapi dok setelah minum obat efeknya jadi pusing bngt, darah rendah terus. Itu gimana ya dok?? Apakah harus tetep lanjut atau ada makanan atau minuman supaya tidak terlalu pusing? Terimakasih
Jawaban:
Mba Mustika, terimakasih atas pertanyaannya. Pada ASD dengan pulmonary hypertension, kombinasi sildenafil + beraprost memang sering diberikan setelah kateterisasi bila tekanan paru masih tinggi. Efek samping yang paling sering di awal adalah pusing dan tekanan darah terasa turun, karena obat ini melebarkan pembuluh darah.
Yang bisa dilakukan:
- Jangan stop obat sendiri, tapi hubungi dokter yang merawat → biasanya dosis bisa diturunkan dulu lalu dinaikkan bertahap.
- Minum obat setelah makan, jangan saat perut kosong.
- Pastikan cukup minum air (tidak dehidrasi).
- Bangun dari duduk/berbaring pelan-pelan.
- Bila memungkinkan, minum salah satu obat malam hari agar efek pusing tidak terlalu terasa saat aktivitas.
Segera kontrol jika:
- pusing sampai hampir pingsan
- tekanan darah sangat rendah
- jantung berdebar hebat
- sesak bertambah
Biasanya efek pusing akan membaik dalam beberapa hari–minggu setelah tubuh beradaptasi, tapi kalau sangat mengganggu, dokter akan menyesuaikan dosis atau jadwal obat. Semoga membantu
6. Pertanyaan:
Nama: Ani herawati, Usia: 50 tahun, Domisili: Bekasi, Diagnosa: PH dan autoimun scleroderma. Berapa tahun kebelakang setiap puasa Ramadhan baru dijalani 3 atau 4 hari selalu berakhir dengan dirawat inap. Seringnya karena diare parah, sesak, pusing dan lemas. Saya coba sehari puasa sehari tidak puasa tetap saja di hari ke 4 kondisi drop. Pertanyaannya, apakah ini artinya saya belum aman untuk berpuasa? Bila masih bisa berpuasa bagaimana cara mengatur minum obatnya. Saya minum sildenafil 3x sehari, dan warfarin 1x dimalam hari ditambah obat2 an lainnya. Terimakasih Dokter
Jawaban:
Mba Ani, terimakasih atas pertanyaannya. Dengan riwayat pulmonary hypertension karena scleroderma dan tiap Ramadhan selalu drop sampai dirawat (diare, sesak, pusing, lemas), itu tanda tubuh belum toleran puasa. Dalam kondisi seperti ini saya tidak merekomendasikan berpuasa dulu demi keselamatan.
Secara medis:
- PH sensitif terhadap dehidrasi dan penurunan tekanan darah
- Obat seperti sildenafil 3x/hari perlu interval stabil
- Warfarin juga butuh pola makan & minum yang konsisten
- Riwayat sampai harus rawat inap berulang → artinya puasa memicu perburukan
Secara agama pun, orang dengan penyakit kronis yang memburuk saat puasa mendapat keringanan untuk tidak berpuasa dan bisa mengganti dengan fidyah sesuai anjuran.
Kalau suatu saat kondisi sangat stabil dan ingin mencoba lagi, harus:
- izin dokter jantung kamu terlebih dulu
- obat diatur ketat (sildenafil bisa diminum saat sahur, buka dan menjelang tidur setelah tarawih)
- cairan cukup di luar waktu puasa
Namun dengan riwayat setiap tahun selalu drop, saat ini lebih aman tidak berpuasa dulu.
Menjaga kesehatan adalah prioritas, dan itu juga bagian dari ibadah. Semoga membantu
7. Pertanyaan:
Nama:dinda, Usia:23th, Domisili:Surabaya, Diagnosa:ASD PH. bagaimana biar puasa aman ya dok soalnya tahun kemaren saya dehidrasi smpe opnam karna puasa, trus waktu buka puasa selalu mual. terimakasih dokter
Jawaban:
Mba Dinda, terimakasih atas pertanyaannya. Kalau tahun lalu sampai dehidrasi dan opname, itu tanda tubuh belum toleran puasa. Pada ASD dengan pulmonary hypertension, dehidrasi bisa bikin tekanan darah turun, jantung berdebar, dan sesak. Jadi puasa hanya boleh dicoba kalau kondisi benar-benar stabil dan dokter yang merawat mengizinkan. Kalau belum stabil, sebaiknya tidak dipaksakan.
Kalau mau mencoba lagi, lakukan sangat hati-hati:
Yang wajib dilakukan:
- Minum cukup antara berbuka–sahur (target ±2 liter cairan total, dibagi bertahap).
- Jangan telat atau skip obat PH.
- Sahur jangan dilewatkan.
- Hindari kopi/teh kental saat sahur (bikin dehidrasi & berdebar).
- Aktivitas siang jangan terlalu berat, hindari panas.
Untuk mual saat berbuka:
- Buka dengan sedikit dulu (air + kurma/biskuit), tunggu 10–15 menit baru makan.
- Jangan langsung makan banyak.
- Makan porsi kecil tapi bertahap.
Harus batal puasa jika:
- pusing berat
- berdebar
- sesak
- lemas sekali
- tanda dehidrasi
Kalau tahun lalu sampai opname, saya cenderung menyarankan jangan dipaksakan puasa dulu sampai dinilai aman oleh dokter PH. Kesehatan tetap prioritas. Semoga membantu 🫶
8. Pertanyaan:
Nama :lilah sari, Usia :47 th, Diagnosa :ASD,PH. Dok, saya sudah tindakan katerisasi d bulan agustus,sampai sekarang masih minum obat revatio 3x sehari,dan masih rehab jantung ,kadang dada masih terasa berat dan masih suka debar apakah normal ,dan apakah aktivitas berlebih/dari pikiran bisa mempengaruhi nya,untuk obat selama bulan puasa apabila diminum saat sahur dan buka tidak akan berpengaruh yang seharusnya 3x sehari.terima kasih Dokter
Jawaban:
Mba Lilah, terimakasih atas pertanyaannya. Pada ASD dengan PH yang masih minum sildenafil (Revatio) 3x sehari, keluhan dada terasa berat dan berdebar masih bisa muncul selama masa pemulihan, apalagi jika aktivitas terlalu berat, kurang istirahat, atau sedang stres. Jadi ya, aktivitas berlebih dan pikiran/stres bisa memicu keluhan tersebut.
Namun kalau:
- berdebar makin sering
- sesak bertambah
- pusing/hampir pingsan
sebaiknya kontrol ulang karena mungkin perlu evaluasi obat atau tekanan paru.
Soal obat saat puasa : Sildenafil idealnya diminum 3x sehari dengan jarak waktu merata (sekitar tiap 8 jam).
Kalau hanya diminum saat sahur dan berbuka (jadi 2x), efeknya bisa tidak stabil.
Karena itu:
- jangan ubah jadwal sendiri
- konsultasikan ke dokter PH sebelum puasa
- kadang bisa diatur: sahur – buka – sebelum tidur (masih 3x)
- tapi kalau tidak memungkinkan dan kondisi belum stabil → tidak dianjurkan puasa dulu
Intinya
- Keluhan dada berat/debar masih bisa terjadi, tapi harus dipantau.
- Aktivitas berlebih & stres bisa memicu.
- Obat PH sebaiknya tetap 3x sehari dengan jarak stabil.
- Sebelum puasa, pastikan dokter kamu menyatakan kondisi aman.
Semoga membantu
9. Pertanyaan:
Nama: Puji Rahayu, Usia: 44, Domisili: Kota Tegal, Diagnosa: PH primer. selamat malam Dok, mohon maaf sebelumnya. Dok, sy mau puasa tetap sehat dan aman. bagaimana cara pengaturan minum obat agar tetap sesuai anjuran dokter, pdhl sy dapat resep minum sildenefil 3x sehari. Puasa tahun kmrn minum obat cuma 2x yaitu saat buka dan mau sahur. Untuk solusi agar tetap bisa minum obat 3x bgmn ya dok? Sebenarnya sy merasakan perbedaan kalo minumnya cuma 2x lebih gampang capai dan sesek.
Jawaban:
Mba Puji, terimakasih atas pertanyaannya. Pada PH primer, obat seperti sildenafil 3x sehari harus diminum dengan jarak waktu cukup merata supaya tekanan paru tetap stabil. Kalau hanya 2x (buka & sahur), efek obat sering “bolong”, makanya terasa lebih cepat capek dan sesak.
Tips sildenafil 3x/hari selama puasa : Sahur – Buka – Sebelum tidur (setelah tarawih/tahajud). Semoga membantu
10. Pertanyaan:
Nama : Hanim, Usia : 49 thn, Domisili : Solo, Diagnosa : Asd Ph. Dok izin bertanya…bagaimana dgn olah raga khususnnya jalan sehat dibulan puasa apakah sebaiknya ttp dipagi hari atau diganti ke sore hari dok…atau diganti olga dirumah misalnya. Terima kasih dok🙏
Jawaban:
Bu Hanim, terimakasih atas pertanyaannya. Pada ASD dengan pulmonary hypertension, olahraga tetap boleh tapi ringan dan tidak memicu sesak.
Selama puasa, waktu paling aman:
- Setelah berbuka (malam) → paling direkomendasikan karena sudah minum & makan.
- Kalau pagi: boleh jalan santai ringan, durasi pendek, hindari panas & jangan sampai lelah.
- Sore menjelang buka: kurang dianjurkan karena sudah dehidrasi seharian dan risiko pusing/sesak lebih tinggi.
Pilihan aman:
- jalan santai 15–30 menit
- sepeda statis ringan
- latihan peregangan di rumah
Hindari:
- olahraga berat
- sampai ngos-ngosan
- cuaca panas
- kompetitif
Harus berhenti kalau:
- pusing
- berdebar
- sesak
- lemas
Intinya: olahraga tetap boleh, tapi ringan dan idealnya setelah berbuka supaya tubuh tidak dehidrasi.
Semoga membantu
11. Pertanyaan:
nama : happy dwi, usia : caregiver an hayra usia 17 tahun, domisili : sidoarjo, Diagnosa : ASD PH. Apakah secara medis diperbolehkan untuk berpuasa bagi orang yang harus rutin minum obat 3 kali khususnya yang terdiagnosa PJB dan PH, mengingat dari sekian banyak cerita mengalami penurunan kondisi baik itu sesak dll
yang saya lakukan untuk anak saya jika di bulan ramadhan ya puasa dhuhur (terlepas saya tidak membahas benar salahnya dalam agama islam), jadi sahur minum obat, puasa sampai dhuhur , minum obat lagi dan puasa lagi sampai buka puasa di maghrib, alhamdulilah ini yang terbaik menurut saya dengan kondisi anak saya jika memang yang bersangkutan menginginkan untuk puasa
Jawaban:
Ibu Happy, ibunda dari An. Hayra. Terimakasih atas pertanyaannya.
Pada pasien ASD + pulmonary hypertension yang harus minum obat 3x sehari, secara medis puasa penuh sering sulit karena obat perlu jarak waktu teratur dan tubuh tidak boleh dehidrasi. Jadi kalau saat puasa penuh muncul sesak, lemas, atau kondisi menurun, itu tanda belum aman dipaksakan.
Yang Ibu lakukan untuk anak (puasa sampai dhuhur lalu minum obat, kemudian lanjut lagi sampai magrib) secara medis termasuk modifikasi puasa yang lebih aman, karena:
- obat tetap bisa diminum sesuai jadwal
- cairan tidak terlalu lama kosong
- risiko drop lebih kecil
Pada pasien PJB + PH, prinsipnya:
- keselamatan dan stabilitas kondisi lebih utama
- jadwal obat harus tetap terjaga
- tidak dianjurkan memaksakan puasa penuh bila pernah drop
Kalau anak tetap ingin berpuasa, boleh dengan puasa modifikasi seperti yang dilakukan sekarang, selama:
- tidak ada sesak
- tidak pusing/lemas berat
- saturasi stabil
- obat tidak terlewat
Bila suatu hari muncul keluhan (sesak, pusing, hampir pingsan), sebaiknya langsung berbuka dan evaluasi.
Intinya: pada kondisi PJB + PH dengan obat 3x sehari, puasa penuh sering tidak direkomendasikan, dan puasa parsial/modifikasi seperti yang Ibu lakukan sudah termasuk pendekatan yang lebih aman secara medis. Semoga membantu 🫶
12. Pertanyaan:
Nama: nadia, Usia: 24, Domisili: cianjur, Diagnosa: asd, ph. dok mau tanya, kalau jus yang di blender pakai juicer itu baik tidak ya untuk tubuh? dimana jus itu tersaring seratnya sehingga hanya tersisa air perasannya saja, apakah itu aman dan tidak kebanyakan kandungan gulanya?
Jawaban:
Mba Nadia, terimakasih atas pertanyaannya. Untuk pasien ASD dengan pulmonary hypertension, minum jus boleh saja, tapi ada beberapa catatan.
Kalau pakai juicer yang menyaring serat, hasilnya hanya air buah → kandungan gulanya jadi lebih cepat diserap dan bisa cukup tinggi. Jadi:
- Boleh diminum, tapi tidak berlebihan
- Batasi 1 gelas kecil per hari
- Lebih baik tidak ditambah gula
Secara umum justru lebih dianjurkan jus blender biasa (dengan serat) atau makan buah utuh, karena:
- serat membantu penyerapan gula lebih stabil
- lebih kenyang
- tidak bikin gula darah cepat naik
Untuk pasien PH, yang penting:
- tetap cukupi cairan
- tidak terlalu manis
- tidak menggantikan makan utama
- tidak diminum berlebihan sekaligus
Jadi aman, tapi lebih baik yang masih ada seratnya dan tetap dalam jumlah wajar.
Semoga membantu
“Teman-teman pejuang PH, menjelang Ramadhan yang paling penting adalah stabil dulu, baru ibadah menyesuaikan. Dalam kondisi PH, menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah juga. Semoga Ramadhan kita semua tetap aman, tenang, dan penuh keberkahan.”_dr. Gema Citra D, Msi.Med, Sp.JP FIHA