KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema- Bagaimana Perawatan Pasien Hipertensi Paru yang Terdiagnosa Covid-19?

///KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema- Bagaimana Perawatan Pasien Hipertensi Paru yang Terdiagnosa Covid-19?

KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema- Bagaimana Perawatan Pasien Hipertensi Paru yang Terdiagnosa Covid-19?

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 

PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Selasa, 17 Agustus 2021
  • Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
  • Narasumber : dr. Alisia Yuana Putri, Sp.JP, FIHA
  • Tema : Bagaimana Perawatan Pasien Hipertensi Paru yang Terdiagnosa Covid- 19?
  • Moderator : Amida

Untuk melihat materi silahkan KLIK DISINI

Saya Alisia.. Saat ini saya praktek sebagai dokter jantung di RS. Dr. Soetomo Surabaya dan dosen di Universitas Airlangga.. Saat ini saya juga mendapat amanah untuk membantu perawatan pasien-pasien dengan penyakit jantung bawaan dewasa dan hipertensi pulmonal.

Pertanyaan dan Jawaban Kulwap:

1. Dyah, Usia: 27, Domisili: Trenggalek, Diagnosa: asd+ph

Selamat siang dok izin bertanya. Apabila pasien dengan hipertensi paru terkena covid 19, langkah apa saja yang harus dilakukan sebagai pengobatan maupun terapi yang harus dilakukan oleh pasien jika terpaksa harus isolasi mandiri dok?

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Terima kasih mba Dyah atas pertanyaanya.

  1. Jika memenuhi kriteria untuk isolasi mandiri : lakukan langkah2 isolasi mandiri sesuai anjuran kemenkes (tetap memakai masker, menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain, ventilasi ruangan harus baik)
  2. Lapor ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan, supaya kondisi terpantau.
  3. Semua obat yang diresepkan oleh dokter untuk Covid-19, diminum sesuai anjuran.
  4. Obat-obat untuk PH (contoh : sildenafil, beraprost) tetap dilanjutkan minumnya.
  5. Jika dimungkinkan ada oxymeter dan tensi pribadi, ukur rutin setiap hari 1-2x
  6. Tulis semua keluhan perhari. Jika ada penambahan atau perburukan gejala, segera lapor ke faskes atau dokter yang memantau.

Dyah

Dok bagaimana membedakan penurunan saturasi pada pasien covid dan pada pasien hipertensi paru sebagai screening awal.Biasanya pasien hipertensi paru memiliki gejala yang mirip covid seperti sesak nafas dan saturasi dibawah rata rata. Terimakasih banyak dokter sebelumnya.

dr. Alisia Yuana Putri:

  1. Jika pasien PH belum memasuki fase eisenmenger / biru, saturasi biasanya akan tetap berada diatas 93%. Bila sebelumnya saturasi stabil > 93% lalu ada penurunan saturasi dan muncul gejala infeksi saluran pernafasan atas (salah satu dari batuk, pilek, demam, anosmia/hilang indera penciuman) maka, harus melakukan pemeriksaan swab untuk membuktikan covid atau tidak
  2. Jika pasien sudah masuk dalam fase biru, dimana saturasi pada umumnya < 93%, maka hal ini tentu saja akan sulit dibedakan apakah penurunan saturasi karena perjalanan PH atau karena covid. Jika keluhan memberat, maka berapapun saturasi harus segera dilakukan pemeriksaan swab dan foto rongsen. Untuk kemudian dilakukan echocardiografi untuk dinilai nilai2 terkait PH-nya.

2. Fiar, Usia: 21, Domisili: Surabaya, Diagnosa: asd sekundum + ph

Maaf agak kurang nyambung, saya mau tanya. Semalem waktu mau tidur napas saya berat sekali dan sangat sulit bernapas, berlangsung sekitar 5-10menit saya gak demam dan gak batuk. Apakah saya harus menemui dokter atau itu hanya gejala biasaa??

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam Fiar. Terima kasih atas pertanyaannya ya..

Jika dirasa ada penambahan gejala, maka disarankan untuk konsultasi ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter pada umumnya untuk melihat apakah keluhan tersebut dikarenakan peningkatan tekanan paru atau tidak. Tetapi dalam kondisi pandemi, penegakan diagnosis COVID harus tetap dilakukan.

3. Ratna Dewi usia :26 domisili: Tasikmalaya diagnosa : vsd pH

Dok akhir” ini saya merasa sering jantung berdebar nadi sekitaran 105-119  dan agak sesek dan itu berlangsung hampir tiap hari setiap siang sampai sore dan jantung terasa lemah sekali dok terasa capek dan keringet dingin banyak sekali di area dada sampai perut? Itu bukan gejala covid kah dok atau yang lain kalo yang lain karena apa ya dok ?

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Terima kasih mba Ratna atas pertanyaannya..

Denyut nadi yang berada diatas 100x/menit disebut takikardi. Takikardi bisa disebabkan karena kondisi jantung, atau bisa bukan karena jantung. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti EKG (rekam listrik jantung) untuk mengetahui penyebab berdebarnya. Mungkin juga akan dilanjutkan pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung) untuk melihat apakah benar ada tanda kelemahan jantung atau tidak. Jika tidak disertai keluhan lain COVID (panas, batuk, sesak, anosmia) keluhan diatas tidak khas untuk COVID. Tetapi jika hasil swab positif, foto ronsen dada menunjang ada infeksi, maka keluhan itu bisa saja keluhan akibat COVID-19

4. Irfan, Usia : 35, Domisili : Brebes, Diagnosa : ASD PH

Dok, jenis vaksin c19 yang paling direkomendasikan untuk pasien hipertensi paru itu kira2 apa ya?

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam pak Irfan. Terima kasih atas pertanyaannya..

Asosiasi PH Amerika yang berada dibawah CDC menyatakan bahwa semua jenis vaksin boleh diberikan pada pasien dengan hipertensi paru. Selama saat akan dilakukan vaksinasi, dalam kondisi terkontrol. Terkontrol disini tidak sesak nafas hebat mendadak. Bila belum biru, maka tidak terjadi penurunan saturasi secara mendadak. Idealnya sebelum vaksin, dokter akan memeriksa kondisi secara keseluruhan apakah layak vaksin atau tidak dan mungkin pilihanvaksin tergantung dari kondisi sebelumnya yang mendasari. Definisi stabil dan terkontrol adalah : tidak ada keluhan sesak, nyeri dada, mudah lelah, kaki bengkak, berdebar, atau penurunan kesadaran.

Irfan

Ma’af dok, saturasi saya terkadang diatas 90 tapi kadang juga dibawah 90, apakah itu berarti belum bisa di vaksin dok.

dr. Alisia Yuana Putri:

Walaupun saturasi 90% jika tidak ada keluhan, bisa aktifitas tanpa sesak, tidak ada bengkak, tidak lemas, tidak sedang sakit infeksi, echo terakhir tidak ada perburukan.. tetap boleh vaksin. Tapi perlu diingat, tatap muka dulu dengan dokter.. Sehingga bisa dievaluasi detail.. gunakan momen kontrol rutin bulanan untuk konsultasi. Dan dokter menyatakan layak untuk vaksin.

5. Astri, Usia: 22th, Domisili: Jogja, Diagnosa: post op asd

Selamat siang dok, mau tanya. Saya pernah dengar ada istilah long covid. Long covid itu apa ya dok? Lalu bagaimana cara untuk mengatasi long covid itu pada pasian hipertensi paru? Terima kasih dok

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam mba Astri.. Terima kasih atas pertanyaannya

Long covid adalah kumpulan gejala yang muncul selama atau menetap selama lebih dari 28 hari pada pasien suspek atau konfirm COVID-19. Tiga gejala tersering adalah rasa lelah, lemas, sesak setelah aktifitas, gangguan kognitif (berpikir, ingatan, tidur). Sampai saat ini belum ada tatalaksana khusus untuk long covid. Bila keluhan yang dirasakan seperti masih terasa sesak, maka latihan nafas dalam sangat diperlukan dan dikatakan cukup membantu pada pasien.

6. Firdaus, Usia : 39 th, Domisili : aceh, Diagnosa : post op Asd+ph

Apakah pasien yang udah pernah terpapar covid- 19 bisa terpapar lagi? Jika iya apakah pasien yang udah pernah kena covid saat terpapar lagi akan cepat penyembuhan karena tubuh akan cepat merespon. Karena dulu saya udah pernah gejala covid kemarin sempat merasakan lagi gejalanya tapi lebih ringan dan penyembuhanya pun cepat.

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Terima kasih pak Firdaus atas pertanyaannya. Bisa. Jika sudah pernah terinfeksi, maka tubuh sudah membuat antibodi. Antibodi ini bisa mengenali virus pada saat paparan berikutnya sehingga gejala yang muncul biasanya lebih ringan.

7. Kartika Girianingtias, Usia : 34th, Domisili : Depok, Diagnosa : post op ASD + PH

Untuk pasien PH, kondisi stabil yang layak untuk vaksin Covid19 seperti apa ya dok? Jika pada saat kontrol terakhir, terjadi kenaikan nilai tekanan PH dari 30 menjadi 70 mmhg apakah bisa dikatakan kondisi stabil jika dalam keseharian tidak ada keluhan cuma terasa agak lebih cepat lelah/sesak dibanding saat dulu tekanan PHnya di nilai 30mmhg?

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam bu Kartika. Terima kasih atas pertanyaannya.

  1. Stabil dan terkontrol bila secara klinis tidak ada sesak yang hebat mendadak. Saat bernafas tidak menggunakan otot-otot bantu pernafasan. Jika saturasi masih bagus, tidak terjadi penurunan saturasi yang mendadak. Definisi stabil yang juga digunakan antara lain : tidak ada keluhan nyeri dada, tidak ada mudah lelah, tidak ada kaki bengkak, tidak berdebar, atau tidak ada penurunan kesadaran. Untuk menentukan kriteria layak vaksin, dokter harus melakukan pemeriksaaan menyeluruh termasuk tekanan darah, nadi, dan jika diperlukan penunjang lain seperti EKG (rekam listrik jantung).
  2. Peningkatan tekanan PH yang diukur dengan menggunakan USG jantung (Ekhokardiografi) dipengaruhi oleh beberapa hal. Sering didapatkan pasien dengan peningkatan tekanan PH saat evaluasi rutin tidak disertai dengan perubahan/perburukan keluhan. Tetapi juga sering didapatkan pasien dengan keluhan yang memberat, tetapi tekanan PH saat dicek tidak terlalu naik. Dokter sangat membutuhkan tatap muka langsung untuk menentukan status dan tatalaksana berikutnya, termasuk keputusan layak vaksin/tidak.

8. Tedja Purnama, Usia : 69 Thn, Domisili : Jakarta

Apakah saya terkena covid dok bila melihat hasil ronsen saya. Karena sejak saya terkena serangan tanggal 25/5 sampai sekarang saya masih sesak dan dibantu dengan oxygen, saya sempat dirawat di IGD, saya secara pribadi isoman, sesak saat ini pun masih, kalau berjalan cepat lelah, terimakasih dok.

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam pak Tedja. Terima kasih atas pertanyaannya..

  1. Diagnosis COVID-19 terkonformasi adalah bila dilakukan RT (real time) PCR. Hanya dengan foto rongsen saja tidak akan bisa mendeteksi apakah pasti COVID-19 atau tidak. Pneumonia dengan swab PCR yang positif, bisa menegakkan diagnosis COVID-19. Pneumonia tanpa hasil swab bisa saja disebabkan oleh lainnya (infeksi bakteri, infeksi jamur, penyebaran penyakit keganasan seperti kanker, dan lain sebagainya).
  2. Perlu evaluasi lebih lanjut apakah keluhan yang hingga saat ini Bapak rasakan adalah terkait long covid atau tidak.

9. Desi oktaviani, Usia: 29th, Domisili: Purwakarta, Diagnosa: ASD+PH

Bulan juni saya positif covid, isolasi 10hari di RS, lanjut isoman 14 hari,, dan sudah negatif. Tapi kenapa ya dok sampaisekarang indera penciuman belum 100% kembali?? Udah 2bulan ini dok,,gimana cara nya supaya penciuman kembali normal dok?

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Terima kasih mba Desi atas pertanyaannya.

Hilang atau berkurangnya indera penciuman / anosmia termasuk salah satu gejala yang bertahap kembalinya. Rentang waktunya berbeda untuk setiap orang. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan indera penciuman adalah dengan menghirup aroma yang bersifat “kuat” (contoh : aromaterapi, atau membau minyak kayu putih juga bisa untuk membantu mengembalikan penciuman). yang perlu diingat, kembalinya bertahap dan membutuhkan latihan. Latihan Peciuman yang bisa dilakukan:

  1. Dengan mengandalkan ingatan tentang aroma sehingga syaraf2 penciuman aktif kembali. Ini harus dilakukan secara berulang dengan membau aroma seperti lemon, mawar, cengkeh, kayu putih. Dihirup dalam-dalam selama 15-20 detik. Saat menghirup usahakan mengingat aromanya seperti apa, sehingga membentuk kembali sel memori.
  2. Konsumsi teh jahe. Sebenarnya ini tidak langsung menyembuhkan anosmia,tetapi bertujuan untuk mengurangi pembetukan lendir yang bisa saja mengurangi penciuman.
  3. Cuci hidung dengan larutan garam / infus dengan hati2.

Jika memang dalam 3 bulan indera penciuman belum kembali padahal sudah melakukan 3 hal diatas, maka waktunya konsultasi ke dokter untuk melihat apakah perlu dibantu dengan obat-obatan.

10. Iin listyowati, Usia : 22 tahun, Domisili : Wonosobo, Dianogsa : ASD+VSD+PH. Pertanyaannya:

  1. Bagaimana cara Membedakan sesak nafas hipertensi paru dan sesak nafas covid.
  2. Makanan dan minuman yang harus dimakan dan juga tidak mengakibatkan pembengkakan

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam mba Iin. Terima kasih atas pertanyaannya.

  1. Jika hanya berdasarkan sesak nafas saja, sulit untuk membedakan. Tetapi jika curiga ke arah COVID-19 adalah bila disertai keluhan lainnya (salah satu dari : panas, batuk, pilek, nyeri tulang, anosmia, dan penularan yang cepat ke orang sekitar kita)
  2. Tidak ada makanan khusus untuk mencegah pembengkakan. Makan dengan gizi dan nutrisi yang seimbang lebih disarankan

11. Nita, Usia: 43th, Domisili: Bandung, Diagnosa: vsd closure, ph, emboli.

Selamat siang dok. Dikatakan di atas bahwa semua vaksin covid yang disebutkan di atas bisa diberikan pada pasien HAP selama tidak ditemukan kontra indikasi. Kontra indikasi yang bagaimanakah itu? Saya sudah diperbolehkan untuk vaksin, namun dokter yang menangani berpesan jangan moderna atau pfizer karena keras, sinovac saja yang ringan. Apakah karena kondisi setiap orang berbeda sehingga jika ada KIPI, efeknya bisa lebih kuat atau bagaimana? Mohon penjelasannya. Terimakasih banyak.

Jawaban:

dr. Alisia Yuana Putri:

Selamat malam bu Nita. Terima kasih atas pertanyaannya.

  1. Kontra indikasi adalah kontra indikasi penderita untuk disuntik. Seperti sesak nafas hebat mendadak, nafas dilakukan dengan bantuan otot-otot bantu pernafasan. Jika belum biru dan saturasi masih bagus, didapatkan penurunan saturasi disertai gejala COVID-19 lainnya, juga jika sedang dalam masa infeksi aktif tidak boleh untuk dilakukan vaksinasi. Juga bila didapatkan tanda keluhan nyeri dada, mudah lelah, kaki bengkak, berdebar, atau penurunan kesadaran, maka tidak boleh dulu divaksin.
  2. Berdasarkan PH association yang berada dibawah CDC yang berbasis di Amerika, semua platform vaksin boleh diberikan pada penderita PH. Hanya saja evaluasi sebelum vaksinasi perlu kontrol supaya dokter bisa memberikan yang sesuai dengan masing-masing profil penderita dan profil vaksin. KIPI atau kejadian ikutan paska imunisasi tidak selalu muncul. Dan derajat munculnya berbeda-beda untuk setiap orang. Perhatian khusus adalah bila pasien tersebut memiliki riwayat kadar trombosit yang rendah akibat penggunaan pengencer darah heparin, maka rekomendasinya adalah pemberian vaksin jenis lain selain Aztra Zeneca. Kalau ternyata sudah terlanjut disuntik Aztra Zeneca bagaimana Dok? Ya nggak papa, selama tidak ada keluhan KIPI. Cukup bisa membuat antibodi.

Jadi, apapun yang tersedia, jika dokter sudah memberikan keterangan layak vaksin, maka vaksin masih menjadi pilihan dan sangat perlu dilakukan.

 

 “Semoga sharing ini sedikit membantu teman2 dan saudara2 yang masih memerlukan informasi.. Tetap semangat semuanya njih,, InsyaaAllah pandemi ini bisa kita lewati bersama. Tetap patuhi protokol kesehatan.. karena kuncinya di pencegahan.. Obat2 PH (silde dan dorner) ternyata punya efek perlindungan bila terkena covid.. Jadi tetap minum teratur. Semoga kita selalu diberikan rejeki sehat, rejeki umur, jadi suatu saat nanti bisa bertemu langsung”._dr. Alisia Yuana Putri, Sp.JP, FIHA

By | 2022-02-16T10:25:49+00:00 September 4th, 2021|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat