Kuliah WhatsApp 08.11.18 – Kontrasepsi dan Penyakit Jantung

///Kuliah WhatsApp 08.11.18 – Kontrasepsi dan Penyakit Jantung

Kuliah WhatsApp 08.11.18 – Kontrasepsi dan Penyakit Jantung

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi Telegram antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik2 terkait Hipertennsi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group Telegram dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hub 085210006799

Untuk membaca materi tanya jawab lainnya yang lebih lengkap, silakan klik LOGIN.

 

KULIAH TELEGRAM

Kontrasepsi dan Penyakit Jantung

Kamis, 8 November 2018 pk 19.00-21.00 WIB

Narasumber: dr. Nur Rohmah Arsyad, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RSUD Demang Sepulau Raya & RSIA Puri Adhya Paramitha, Lampung

 

Moderator: dr. Novi & Eva

 

MATERI KULWAP

  • Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian pada wanita di dunia.
  • Pada wanita dengan penyakit jantung tertentu dalam beberapa kasus merupakan kontraindikasi untuk proses kehamilan dan kelahiran karena beresiko tinggi salah satunya pada pasien hipertesi paru.
  • Jika kehamilan belum atau tidak disarankan maka perlu usaha untuk menunda atau mencegah kehamilan. Karena itu metode kontrasepsi menjadi pilihan dalam mengatur dan mencegah kehamilan.
  • Metode kontrasepsi yang tersedia cukup banyak, secara sederhana KB bisa dibagi menjadi dua: KB Hormonal dan KB Non Hormonal.
  • KB hormonal terdiri dari pil, suntik, implant serta spiral dengan hormon.
  • KB non hormonal terdiri dari spiral (IUD), metode barrier (kondom pria/wanita, diafragma) serta metode sterilisasi baik untuk perempuan maupun laki-laki.
  • Selain itu ada lagi metode KB secara natural berdasarkan pemahaman mengenai siklus menstruasi.
  • Karena banyaknya pilihan metode kontrasepsi yang tersedia menimbulkan kebingungan dalam memilih metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk digunakan.
  • Pemilihan kontrasepsi yang tepat sangat diperlukan khususnya pada pasien penyakit jantung hipertensi paru dengan mempertimbangkan keefektivitas, keamanan dan efek samping masing-masing metode kontrasepsi.
  • Tambahan: sesuai rekomendasi perkumpulan kardiovaskuler Eropa 2018, bahwa kehamilan pada pasien dengan hipertensi pulmonal adalah kontraindikasi (tidak boleh hamil) jika penyebab dasarnya belum dikoreksi. Sehingga sangat diperlukan pemahaman yang baik terutama pada wanita usia reproduksi. Sehingga kita perlu membahas upaya menurunkan morbiditas/kesakitan pada wanita dengan hipertensi pulmonal.
No. Pertanyaan dan Jawaban
1 Pertanyaan dari Valerie Atirza:
Selamat datang Dokter. Saya mau bertanya untuk KB hormonal apakah akan ada efek terhadap PHighter, mengingat kita konsumsi obat lain juga? Terima kasih Dokter.
Jawab:
KB hormonal yang direkomendasikan adalah yang tidak mengandung komponen estrogen. Estrogen akan berpengaruh terhadap faktor koagulasi dan meningkatkan risiko trombus.
Pertanyaan dari Valerie Atirza:
Jika penyebab dasarnya tidak dapat dikoreksi bagaimana dok? Berarti kemungkinan paling buruk adalah tidak diperbolehkan hamil sama sekali begitu ya?
Jawab:
Hipertensi pulmonal ada primer dan sekunder. Untuk hipertensi pulmonal primer bisa berkonsultasi untuk menilai tekanan arterial. Jika terlalu tinggi tidak boleh hamil.
Kehamilan dengan hipertensi pulmonal sangat berisiko, masuk WHO klas risiko 4 (angka perburukan penyakit 40-100%). Sehingga direkomendasikan tidak hamil. Jika terjadi kehamilan disarankan untuk didiskusikan. Saran terminasi atau pengakhiran kehamilan. Pada kehamilan akan terjadi peningkatan cairan di dalam pembuluh darah sehingga akan memperberat kerja jantung. Kerja jantung akan meningkat pada awal trimester 2, puncak pada awal trimester 3. Sangat berisiko berkembang menjadi sindrom eisenmenger (pada pasien ASD terutama). Jadi harus sangat dipahami pentingnya kontrasepsi pada pasien PH ya.
2 Pertanyaan dari Indriani Ginoto:
Ingin tanya Dok, apakah siklus menstruasi berhubungan dengan kondisi gagal jantung?
Jawab:
Siklus menstruasi tidak dipengaruhi oleh kondisi gagal jantung.
3 Pertanyaan dari Tri Rahayu:
Selamat malam  Dok, salam kenal. Maaf mau bertanya apakah KB hormonal dapat memperburuk hipertensi paru?
Jawab:
(sudah dijawab)
4 Pertanyaan dari Lestariningsih:
Dok, KB IUD yang hormonal dan yang non hormonal yang seperti apa ya?
Jawab:
IUD hormonal komponennya progesterone (contoh merk Mirena, harga mahal, bisa dipakai 4 tahun). Untuk IUD non hormonal banyak dipasaran (jangka pakai 4 – 8 tahun tergantung pabrik).
5 Pertanyaan dari Dini Dwi Rahayu:
Selamat malam, Dok. Salam kenal saya Dini. Mau bertanya Dok, apa efeknya jika penderita PH sedang hamil dan tetap mengkonsumsi obat sildenafil? Sebaiknya lebih baik tetap meminum obat PH atau tidak ya jika sedang hamil?
Jawab:
Terapi sildenafil sangat wajib dilanjutkan pada pasien PH dengan kehamilan. Aman untuk kehamilan.
Dini Dwi Rahayu:
Terima kasih Dok, jadi pasien PH diperbolehkan untuk hamil ya Dok?
Jawab:
Pasien PH tidak direkomendasikan hamil seperti penjelasan saya sebelumnya. Jika kehamilan tidak direncanakan ada pilihan terminasi/pengakhiran kehamilan atau dipertahankan setelah didiskusikan oleh Tim Kardiomaternal di rumah sakit tipe A. Jika kehamilan dilanjutkan, terapi sildenafil harus dilanjutkan untuk mengontrol tekanan arterial.
Pastinya pasien dan keluarga harus sangat paham terhadap risiko perburukan PH akibat kehamilan.
Menambahkan 3 kondisi perburukan PH pada kehamilan:
1.     krisis PH
2.     pulmonal thrombosis
3.     gagal jantung kanan
Risiko tersebut paling sering terjadi pada 2 jam setelah persalinan. Silakan berkonsultasi kembali kepada ahli jantung anda.
Untuk komplikasi kehamilannya:
1.     persalinan prematur
2.     preklampsia
3.     perdarahan pasca melahirkan
Perlu dipahami juga bahwa ibu hamil dengan kelainan jantung (beberapa terkait dengan PH) risiko kelainan jantung pada janin sekitar 1-4%.
6 Pertanyaan dari Yuki Indriawati:
Jadi untuk penderita PH primer masih diperbolehkan hamil dok?
Jawab:
PH primer sangat diperlukan evaluasi klinis (ada batasan maksimal tekanan arteri), silakan berkonsultasi dengan spesialis jantung.
7 Pertanyaan dari Hikmah Dames:
Untuk CTEPH apakah memungkinkan untuk melanjutkan kehamilan, apa risiko yang mungkin terjadi Dok?
Jawab:
Sebenarnya kontraindikasi hamil pada pasien CTEPH ataupun PH karena akan terjadi perburukan karena perubahan fisiologis akibat kehamilan. Angka morbiditas dan mortalitas sangat tinggi. Jika sudah terjadi kehamilan diperlukan pemantauan sangat ketat.
Perburukan masih akan berlangsung terutama pada 2 jam pertama pasca persalinan karena akan terjadi peningkatan beban jantung. Persalinan akan melibatkan/pendampingan dokter jantung.
8 Pertanyaan dari Tri Rahayu:
Apakah jika tetap minum sildenafil tidak mempengaruhi perkembangan janin dok?
Jawab:
Sildenafil aman untuk janin.
9 Pertanyaan dari Arienta Raffa:
Dok, kalau sudah koreksi sebaiknya hamil tunggu berapa bulan atau tahun Dok?
Jawab:
Untuk konseling prakonsepsi pada pasien pasca koreksi perlu didiskusikan tim Kardio-Obgyn. Jadi pastinya ada evaluasi klinis, tidak ada batasan khusus, tergantung evaluasi pasca koreksi.
10 Pertanyaan dari Heny Indrawati:
Ijin tanya Dok, apakah ada pengaruh obat sildenafil dengan dosis 50mg x 3 terhadap perdarahan saat hamil? Dan kalau perdarahan seperti hari pertama haid saat hamil disertai kram perut bawah apa itu tanda-tanda keguguran?
Jawab:
Sildenafil tidak berpengaruh terhadap perdarahan baik pada trimester awal ataupun lanjut. Jika ada keluhan kram baiknya diperiksakan.
11 Pertanyaan dari Emma Srie:
Malam Dok saya mau tanya pasca kateterisaasi bulan Desember anak saya (16 tahun) sampai sekarang belum datang bulan padahal sebelum kateterisasi normal tiap bulan. Apa penyebabnya karena konsumsi obat atau bagaimana Dok?
Jawab:
Pada anak pubertas, ovarium/indung telur belum mature. Siklus menstruasi kebanyakan belum teratur karena hal tersebut. Tidak perlu khawatir.
12 Pertanyaan dari Yenni Herlina:
Izin bertanya Dok, KB apa yang cocok untuk pasien ASD+PH primer. Karena sebelum didiagnosis ASD+PH primer saya pernah KB suntik 3 bulan tapi malah perdarahan. Apa karena tidak cocok dengan KB hormonal? Terima kasih.
Jawab:
Usia berapa? Sudah pernah hamil sebelumnya?
Yenni Herlina:
29 tahun anak 1 umur 4 tahun.
Jawab:
Sebaiknya kontrasepsi jangka panjang non hormonal dengan keefektivitas tinggi misal IUD.
13 Pertanyaan dari Amalia Irawati:
Malam Dok, saya pasca operasi ASD closure menstruasi jadi kacau malah 1 tahun ini tidak lagi menstruasi. Itu kenapa ya Dok? Saya usia 40 tahun.
Jawab:
Kondisi tersebut dinamakan amenorea sekunder. Silakan berkonsultasi dengan Sp.OG terdekat. Akan diterapi untuk memperbaiki siklus haid.
14 Pertanyaan dari Valerie Atirza:
Dok, untuk KB natural, bisa dijelaskan cara perhitungannya bagaimana? Saya agak kurang paham perhitungan masa subur dll, terima kasih Dok.
Jawab:
KB natural/alami/kalender adalah cara kontrasepsi dengan menggunakan siklus menstruasi, menghindari berhubungan pada masa subur. Pada siklus 28 hari bisa dihindari berhubungan pada hari 12-18 menstruasi. Panjang siklusnya berapa?
Valerie Atirza:
Cara menghitung panjang siklus bagaimana Dok? Misal biasa dapet tanggal 11 terus bulan depannya bisa maju seminggu atau mundur.
Jawab:
Perlu dihitung secara detail. Coba dicatat siklusnya paling tidak 3 siklus. Baru dapat dihitung masa suburnya. Silakan berkonsultasi ke Sp.OG terdekat.
15 Pertanyaan dari Arni:
Dok, saya mau bertanya. Apakah setelah steril ada kemungkinan gagal dan terjadi kehamilan?
Jawab:
Angka kegagalan KB steril (MOW) pada 1 tahun pertama sekitar 0,1% jadi masih bisa gagal ya.
Arni:
Terima kasih atas jawabannya Dok. Mau bertanya lagi, untuk seseorang yang melakukan tubektomi apa bisa dilihat dengan USG Dok?
Jawab:
Tubektomi tidak bisa dilihat dengan USG, bisa dikonfirmasi dengan pemeriksaan HSG untuk menilai patensi dari tubanya. HSG adalah Histerosalfingografi. MOW tubektominya kapan Bu?
Arni:
Sekitar 2 bulan lalu.
16 Pertanyaan dari Tri Rahayu:
Dok, krisis PH maksudnya gimana?
Jawab:
Tekanan arteri pulmonal menjadi semakin tinggi. Aliran ke jantung kiri menurun drastis. Bisa berkosultasi lanjut ke ahli jantung ya Bu.
17 Pertanyaan dari Amalia Irawati:
Dok, apa ibu hamil dengan ASD akan menurun pada anak, karena kebetulan anak saya juga lahir prematur dan itu terjadi sebelum saya tau ASD.
Jawab:
(sudah terjawab)
18 Pertanyaan dari Devitha RG:
Malam Dok. Maaf beda dari topik. Sudah sebulan ini saya keluar flek/haid selama sebulan tanpa putus, apa ada pengaruh dari sildenafil Dok?
Jawab:
Apakah sudah menikah?
Devitha RG:
Sudah dok, anak 1.
Jawab:
Silakan PP test terlebih dahulu. Jika negatif berarti ada perdarahan abnormal. Untuk sildenafil dari beberapa penelitian tidak terkait dengan perdarahan abnormal. Silakan berkonsultasi dengan Sp.OG terdekat. Apakah sudah paham tentang kontraindikasi hamil pada pasien PH? Jika sudah paham dan sudah ada keturunan, baiknya kontrasepsi mantap (MOW). MOW lebih direkomendasikan karena angka kegagalannya paling rendah.
19 Pertanyaan dari Valerie Atirza:
Dok, sebetulnya jika pasien akan memilih kontrasepsi baiknya yang hormonal atau non hormonal? Atau tergantung dari badan masing-masing, sangat berpengaruh tidak Dok? Belum ada keturunan hanya pernah keguguran sebelum tau ada PH. Kontrasepsi mantap itu bagaimana bentuknya Dok? Mohon penjelasan.
Jawab:
PH nya karena apa bu?
Valerie Atirza:
VSD sudah Eisen dan Bidirect, hasil RHC nya begitu.
Jawab:
Jika kondisinya bisa dikoreksi sebaiknya dikoreksi dulu, evaluasi pasca koreksi, jika layak hamil diperlukan pemantauan ketat selama hamil.
Kondisinya cukup berat ya. VSD tipe apa? Apakah ada rencana koreksi? Sudah ada eisenmenger juga.
Valerie Atirza:
Peri membran dok, tidak bisa koreksi menurut dokter jantungnya.
Jawab:
Sudah paham ya risiko jika hamil. Silakan berkonsultasi dengan Sp.OG subspesialis fetomaternal terdekat ya bu. Domisili di mana?
Valerie Atirza:
Alhamdulillah sudah paham  Dok, karena dari awal setelah RHC dan setiap kontrol dokter selalu mengulang kontraindikasi hamil. Saya domisili di Bandung. Terima kasih atas penjelasannya Dok. Oh iya, kalau fetomaternal itu apa ya?
Jawab:
Dokter subspesialis kandungan khusus kehamilan dengan penyulit. Jika di Bandung silakan datang saja ke RSUP Hasan Sadikin.
20 Pertanyaan dari Indriani Ginoto:
Kalau pasien PH lumayan banyak yang off/tidak menstruasi selama beberapa bulan itu karena PH nya atau apa ya Dok?
Jawab:
Sebenarnya populasi umum juga banyak. Gangguan menstruasi sangat banyak. Pada pasien PH terbanyak terapi dengan sildenafil, trombolitik. Obat trombolitik yang justru banyak menyebabkan gangguan perdarahan vagina.
Proses menstruasi cukup kompleks. Harus diselesaikan kasus per kasus. Jadi baiknya berkonsultasi dengan Sp.OG terdekat.
Indriani Ginoto:
Terima kasih Dok. Kalau imunisasi serviks apakah aman untuk pasien PH?
Jawab:
Imunisasi HPV aman untuk semua wanita.
21 Pertanyaan dari Arni:
Dok, KB hormonal apakah aman digunakan jangka panjang?
Jawab:
KB hormonal jangka panjang aman pada wanita tanpa problem metabolik (penyakit kronis dan pembuluh darah). Jika ada PH baiknya non hormonal jangka panjang atau mantap.
22 Pertanyaan dari Nita NK:
Selamat malam Dok. Apakah seteah MOW siklus haid akan tetap normal atau tidak?
Jawab:
MOW tidak mempengaruhi siklus haid.
Nita NK:
Mempercepat menopause tidak?
Jawab:
Menopause disebabkan karena cadangan sel telur menurun karena faktor alami atau iatrogenik/dapatan  (karena operasi pengangkatan ovarium, obat-obat yang merusak ovarium misal kemoterapi). Pada MOW hanya dilakukan pengikatan dan/pemotongan saluran telur. Tidak mempengaruhi ovarium. Sehingga tidak mempercepat menopause.
23 Pertanyaan dari Arni:
Dokter, untuk pasien PH apakah semua IUD boleh/aman?
Jawab:
Aman, IUD hormonal kandungannya adalah hormon progesterone, masih diperbolehkan untuk pasien PH.
24 Pertanyaan dari Valerie Atirza:
Satu lagi Dok, KB hormonal implan itu bagaimana ya? Saya kurang familiar.
Jawab:
Implan termasuk KB hormonal, isinya progesterone juga.
25 Pertanyaan dari Indriani Ginoto:
Kalau estrogen kurang baik untuk pasien PH, apakah kedelai dll yang mengandung estrogen kurang baik juga untuk pasien PH, Dok?
Jawab:
Kedelai itu kandungannya fitoestrogen. Aktivitas kimianya rendah sekali dibanding estrogen pada preparat KB. Asal tidak berlebih tidak berpengaruh.
By | 2019-08-19T02:52:03+00:00 November 13th, 2018|Kuliah lewat Telegram|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
WhatsApp chat