Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.
Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799
PENGUMUMAN KULWAP YHPI
- Waktu : Jum’at, 11 April 2025
- Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
- Narasumber : dr. Annisa Prima Monika, Sp.JP
- Tema : Kolesterol & Hipertensi Pulmonal
- Moderator : Amida
Pengaruh kadar kolesterol yang abnormal terhadap kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi sistemik) dan penyakit jantung koroner telah banyak diketahui oleh masyarakat umum. Namun, apakah kadar kolesterol yang tidak normal juga akan berpengaruh terhadap kondisi pasien yang mengalami hipertensi paru?
Hipertensi paru (HP) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan pembuluh darah arteri paru dan dapat menyebabkan penurunan fungsi bilik jantung kanan untuk memompa darah dari jantung ke paru. Beberapa bukti penelitian menunjukkan bahwa kelainan pengaturan kadar kolesterol dalam tubuh akan berpengaruh terhadap perburukan fungsi jantung dan kapasitas fungsi paru pada pasien dengan HP. Kadar kolesterol ‘baik’ (HDL) yang lebih rendah dan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) yang lebih tinggi sering ditemukan pada pasien HP dan berhubungan dengan peningkatan keparahan penyakit serta angka kematian pada pasien HP.
Berdasarkan teori tersebut, penanganan kondisi kadar kolesterol yang tidak normal tentu akan berpengaruh pada perkembangan penyakit hipertensi paru. Tatalaksana ini dapat dilakukan baik dengan medikamentosa (pemberian terapi obat) maupun non-medika mentosa seperti perubahan gaya hidup sehat yang meliputi aktivitas fisik yang terukur, pengaturan pola diet, regulasi stres, dan juga lainnya.
1. Pertanyaan:
Nama: mukarom, Usia: 33, Domisili: Bojonegoro, Diagnosa: VSD+ PH. saya sering merasakan kesemutan, saat duduk, nyetir motor. 2 bulan lalu juga sudah di kasih obat atorvastatin, saya juga olahraga ringan, tapi seperti tidak ada perubahan.
Apa yang harus saya lakukan, dan apa dampaknya apabila berkelanjutan. Kolesterol saya 159, asam urat 7,5. (Lewat tes dirumah). Terus apakah hasil ini akurat? Dan apakah hasilnya menunjukkan kondisi yang normal ?
Jawaban:
Selamat malam, Bp. Mukarom. Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk kesemutan yang dimaksud, di bagian tubuh yang mana ya pak? Untuk hasil tes kadar kolesterol dan asam urat tersebut apakah dilakukan sebelum atau setelah pemberian atorvastatin?
Untuk pemeriksaan menggunakan alat tes di rumah, yang saya tangkap mungkin seperti alat tes menggunakan stik ya pak? Jika benar, maka terkait akurasi hasil tersebut akan sangat bergantung pada masing-masing merk alat, sampel darah yang diambil dan seberapa baik petunjuk penggunaan alat tersebut diikuti. Namun prinsipnya, hasil pemeriksaan ini dapat menjadi skrining awal untuk melakukan pemeriksaan dan tatalaksana selanjutnya. Secara umum, target kolesterol total yang diharapkan adalah <200 mg/dL. Sedangkan untuk kadar asam urat normal biasanya 1.5 – 6.0 mg/dL untuk wanita dan 2.5 – 7.0 mg/dL untuk pria.
Kesemutan ini sendiri sebenarnya bisa menjadi gejala beberapa kondisi yang tidak hanya berkaitan dengan kolesterol. Saya sarankan untuk dapat memeriksakan diri ke tenaga medis terdekat untuk dapat dilakukan pemeriksaan secara komprehensif mulai dari wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik, sampai dengan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan.
Untuk kelompok usia bapak yaitu 20-39 tahun, tatalaksana yang dianjurkan untuk dilakukan pertama kali adalah perubahan gaya hidup sehat yang meliputi :
- Berhenti merokok atau menghindari paparan asam rokok (perokok pasif)
- Diet sehat dan seimbang : diet rendah lemak jenuh, asupan tinggi terhadap produk gandum/biji-bijian, sayur, ikan, dan buah
- Aktivitas fisik yang terukur, dengan durasi total 3.5 – 7 jam/minggu atau 30-60 menit per hari
- Menjaga berat badan dengan target indeks massa tubuh 20-25 kg/m2 atau dengan ukuran lingkar pinggang <90 cm pada laki-laki dan <80 cm pada perempuan
- Menjaga tekanan darah <140/90
Apabila hal-hal tersebut sudah dilakukan dengan optimal dan setelah melalui evaluasi 2-3 bulan kondisi hiperkolesterolemia tersebut tidak mengalami perbaikan, maka dokter yang menangani akan mempertimbangkan terapi farmakologis dengan pemberian obat-obatan yang dapat menurunkan kadar kolesterol sesuai dengan target berdasarkan tingkat risiko sesuai usia.
2. Pertanyaan:
Nama : Vonny, Usia :28, Domisili : Makassar, Diagnosa :ASD closure+pH. saya sering merasakan kaya mau jatuh sempoyongan .. tensi saya 130/100.. kolesterol 230.. apa bedanya kolestrol baik dan jahat dok ?
Jawaban:
Selamat malam, ibu Vonny. Terima kasih atas pertanyaannya. Istilah kolesterol ‘jahat’ dan juga kolesterol ‘baik’ sebenarnya digunakan untuk mempermudah pemahaman masayaarakat awam. Kolesterol ‘jahat’ ditujukan untuk kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yaitu jenis kolesterol yang berdasarkan penelitian LDL paling berperan dalam pembentukan plak-plak di dalam pembuluh darah yang jika terus berkembang maka akan berpotensi menyebabkan kondisi hipertensi (tekanan darah tinggi), serangan jantung, stroke, dan komplikasi lainnya. Sehingga berdasarkan teori tersebut, kolesterol ‘jahat’ ini diharapkan kadarnya tidak tinggi di dalam tubuh. Salah satu caranya adalah dengan mengatur pola diet untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh.
Sedangkan kolesterol ‘baik’ biasanya istilah yang ditujukan untuk kolesterol HDL (high-density lipoprotein) yang melalui jalur metabolisme nya dapat mengeliminasi kolesterol dan memberikan efek proteksi serta menghambat pembentukan plak di dalam pembuluh darah, sehingga diharapkan kadar kolesterol HDL ini tidak berada di bawah batas normal. Untuk mencapai hal tersebut, dari beberapa panduan yang ada, aktivitas fisik dikatakan paling efektif untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL.
3. Pertanyaan:
Nama: nurrohmah, Usia: 30 Domisili: depok, Diagnosa: asd ph. saya pernah di cek kolesterol tapi saya tidak tahu kadar kolesterol nya berapa. Hanya sempat di berikan simvastatin oleh dokter hermina. Sekarang sudah tidak pernah minum simvastatin lagi setelah pindah ke harkit. Pertanyaan nya, apakah saya harus cek lagi agar kolesterol saya bisa terkontrol.
Jawaban:
Selamat malam, ibu Nurrohmah. Terima kasih atas pertanyannya. Untuk pemeriksaan kolesterol saya rasa tidak ada salahnya untuk dilakukan sebagai skrining. Hasilnya akan menjadi salah satu acuan untuk melakukan tindakan prevensi terutama pencegahan primer untuk penyakit jantung yang berhubungan dengan penyakit jantung aterosklerotik di kemudian hari.
Hal yang terpenting adalah usaha untuk konsisten dalam pola hidup sehat dengan memperbaiki pola diet sehat dan seimbang, aktivitas fisik teratur dan terukur, menjaga berat badan dalam rentang normal, menghindari asap rokok, dan mengelola stres. Semoga sehat selalu, ya bu..
4. Pertanyaan:
Nama: novriyanti, Usia:38, Domisili:bogor, Diagnosa: ASD Eissenmenger syndrome+PH. saya sering merasakan sakit badan+pusing, keleyengan seperti mau jatuh. Saya sempat di kasih simvastatin waktu dirawat di harkit…setelah kembali kontrol ke dokter penyakit dalam d bogor Waktu cek kolesterol bulan maret kemarin normal, asam urat pun normal. Tapi sampai sekarang saya masih merasakan keluhan seperti di atas. Apa yang harus saya lakukan supaya keluhan tersebut hilang karena mengganggu kualitas tidur saya setiap hari.
Jawaban:
Selamat malam, ibu Novriyanti. Untuk keluhan seperti yang ibu sampaikan (pusing dan kleyengan), tidak selalu berhubungan dengan kadar kolesterol di dalam tubuh. Keluhan ini seringkali dirasakan oleh pasien dengan PH yang bisa jadi berkaitan dengan efek samping obat seperti sildenafil, misalnya. Hal ini disebabkan oleh efek pelebaran pembuluh darah yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal ini sebaiknya tetap disampaikan kepada dokter yang menangani ibu karena mungkin dokter perlu melakukan penyesuaian dosis obat atau mencari alternatif lain jika memang efek samping yang dirasakan sangat mengganggu.
Perlu saya sampaikan juga, meski hal ini bisa disebabkan oleh efek samping obat, jangan mengubah atau menghentikan obat tanpa arahan dokter yang menangani ya bu karena obat-obatan yang saat ini sedang Ibu konsumsi tentu ada tujuan dan manfaat yang ingin dicapai agar kondisi PH ibu stabil dan terkontrol.
Beberapa hal bisa ibu coba lakukan untuk meminimalisir keluhan sempoyongan tersebut seperti menghindari gerakan berdiri atau bangun secara tiba-tiba. Apabila ada alat pengukur tekanan darah tersedia, ibu bisa melakukan pengukuran tekanan darah secara teratur, terutama ketika gejala pusing dan sempoyongan tersebut muncul untuk memastikan bahwa tekanan darah ibu tidak sedang dalam kondisi penurunan yang signifikan. Ibu juga dapat berkonsultasi dengan dokter yang menangani saat kontrol untuk mendapatkan rekomendasi obat yang membantu mengurangi gejala pusing tersebut yang sesuai dan aman dengan kondisi ibu saat ini. Semoga keluhannya bisa membaik ya bu, sehat selalu..
5. Pertanyaan:
Nama: Siti, Usia: 51, Domisili: Semarang, Diagnosa: ASD- pH. permisi bu dokter too the point langsung pertanyaan,
- untuk kenaikan LDL 26 mg/dl dari HDL 75, LDL 107 naik menjadi 133 mg/dl dengan rentang waktu 3 bulan apakah kenaikan tsb normal / ada indikasi kelainan? Karena udah ngatur pola makan, namun terkendala olah raga karena strain uncle, stres belum terkendali.
- bagaimana bila tubuh tidak tahan dg golongan statin dan menggantinya dengan minum om3heart, mengatur diet ketat, istirahat kendalikan stres. Apakah bisa berbahaya dg LDL tersebut, & sejauh mana keefektifan minum om3heart ngatur pola, apakah bisa cepet bisa menurunkan LDL?
- apakah ada obat penurun LDL yang aman efek samping ringan, residu rendah?
- apakah kasus PFO mempermudah mengalami kenaikan LDL di banding dengan kasus ASD?
- untuk kenaikan LDL di katakan masih normal dalam waktu 2 blm sekitar berapa mg/dl?
- amankah misal habis eating wrong minum garlic (extract bawang putih) namun ada jeda 5-6 jam setelah minum concor? Terima kasih Bu Dokter
Jawaban:
Selamat malam, ibu Siti. Terima kasih atas pertanyannya, saya akan coba jawab satu per satu.
- Saya ingin konfirmasi bu untuk kalimat pertama terkait kenaikan LDL 26 menjadi HDL 75? Apakah yang dimaksud HDL? Untuk kenaikan LDL dari 107 menjadi 133, sebenarnya untuk dikatakan normal/tidak, perlu dilakukan penghitungan risiko penyakit jantung terutama yang bersifat aterosklerotik berdasarkan skor WHO, mengingat usia ibu sudah masuk dalam kelompok usia >40 tahun. Penghitungan risiko ini memerlukan data lain seperti tekanan darah sistolik rerata, indeks massa tubuh, jenis kelamin, dan juga status merokok. Namun setidaknya, target minimal yang diharapkan optimal untuk kadar kolesterol LDL adalah <100 mg/dL. Namun, jika hasil penghitungan skor risiko tersebut makin tinggi, maka target LDL yang diharapkan pun bisa jadi lebih rendah (<70 mg/dL untuk risiko tinggi dan <55 mg/dL untuk risiko sangat tinggi).
- Beberapa orang memang bisa mengalami efek samping dari obat golongan statin seperti konstipasi (sembelit), peningkatan enzim hati, miopati (keluhan pada otot), dan komplikasi yang sangat jarang yaitu rhabdomiolisis. Ada beberapa pilihan obat non-statin lainnya yang bisa digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, namun tentu saja pilihan obat ini perlu didiskusikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani ibu apakah memang perlu digantikan dengan obat non-statin atau bisa dilakukan modifikasi pemberian dosis statin yang sesuai dengan kondisi ibu saat ini secara keseluruhan. Konsumsi suplemen minyak ikan dari beberapa jurnal ilmiah yang saya baca memang diketahui dapat menurunkan trigliserida dan kolesterol VLDL, namun tidak siginifikan pada penurunan kolesterol total dan LDL, sehingga saat ini belum menjadi drug of choice untuk dislipidemia.
- PFO merupakan suatu kondisi jantung yang mengalami defek atau kelainan di mana foramen ovale gagal menutup sempurna setelah lahir. Kondisi ini memang meningkatkan risiko terjadi pembentukan bekuan darah atau sering disebut dengan paradoxical embolism yang meningkatkan risiko terjadinya stroke. Risiko ini akan semakin meningkat apabila pada pasien yang sama juga mengalami kondisi dislipidemia atau peningkatan kadar kolesterol. Sehingga PFO/ASD dengan dislipidemia merupakan 2 kondisi yang berbeda dan bukan PFO/ASD yang menyebabkan terjadinya kenaikan LDL.
- Tingkat keamanan konsumsi ekstrak bawang putih tentu akan sangat berhubungan dengan kadar atau dosis yang dikonsumsi. Apakah yang ibu maksud kaitannya dengan interaksi bisoprolol yang berhubungan dengan penurunan tekanan darah? Jika benar, maka konsumsi ekstrak bawang putih tersebut masih relatif aman jika dikonsumsi >2 jam dari konsumsi bisoprolol. Jangan lupa untuk memastikan produk yang ibu konsumsi sudah aman dan terdaftar di BPOM RI ya bu. Semoga sehat selalu, ibu
6. Pertanyaan:
Nama : Danu Wahyuni, Usia : 33 tahun, Domisili : Nabire. Diagnosa : ASD + PH. Dok kenapa tangan, jari jari, dan kaki saya sering tiba tiba pegel. Tiba tiba muncul keluhan itu tiba tiba hilang. Saya cek asam urat dan kolesterol aman dok. Tapi sampai sekarang masih sering tiba tiba seperti itu. Pertanyaan ke dua dok, apakah jika PH seseorang itu tinggi ataupun rendah bisa terlihat di saturasi oksigennya dok? Kalo di cek pakai oximeter.
Jawaban:
Selamat malam ibu Danu Wahyuni, terima kasih atas pertanyaannya. Terkait keluhan yang ibu sampaikan, bisa berhubungan dengan banyak faktor. Bisa terkait dengan jaringan otot-sendi di sekitar area tersebut atau bisa juga terkait dengan keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh. Saran saya, ibu bisa memeriksakan secara langsung dengan dokter terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, sehingga rekomendasi untuk pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan dan tatalaksana yang diberikan bisa lebih tepat.
Untuk pertanyaan kedua, apabila yang dimaksud adalah tinggi/tidaknya tekanan paru pada pasien PH, maka oksimeter tidak dapat serta merta menentukan. Oksimeter hanya bisa digunakan untuk melihat saturasi oksigen, yang apabila pasien memiliki data saturasi oksigen harian dan suatu saat dari pemeriksaan oksimeter tersebut saturasi oksigen menurun secara signifikan maka bisa menjadi indikator untuk segera memeriksakan diri karena ditakutkan saat itu sedang terjadi peningkatan tekanan paru yang signifikan dan membutuhkan penanganan segera..
7. Pertanyaan:
Nama : Dwi, Usia : 47 thn, Domisili : Depok, Diagnosa : CTEPH. Malam dr. Annisa, saya terdiagnosa CTEPH, nah yang mau saya tanyakan, apa CTEPH bisa disebabkan karena Kolesterol ? Terima kasih dokter
Jawaban:
Selamat malam, ibu Dwi. Terima kasih untuk pertanyannya. CTEPH atau chronic thromboembolic pulmonary hypertension adalah suatu kondisi penyakit yang disebabkan adanya bekuan darah kronis di pembuluh darah arteri paru yang disebabkan oleh kombinasi dari tromboemboli, gangguan faktor pembekuan darah, kelainan sel endotel pada pembuluh darah, dan gangguan pembentukan pembuluh darah baru. CTEPH masuk ke dalam kelompok PH tipe 4. Peningkatan kadar kolesterol tidak berhubungan langsung sebagai penyebab dari terjadinya CTEPH.
Namun menjaga kadar kolesterol dalam tubuh tetap normal menurut beberapa penelitian terakhir tetap akan memberikan manfaat. Tetap semangat ya Bu, semoga sehat selalu.
8. Pertanyaan:
Nama: ELseria simanullang, Usia: 38 thn, Domisili: Medan, Diagnosa: PDA +ph. akhir- akhir ini tengkuk saya sakit,bangun tidur juga sering puyeng dan sakit kepala ,kira2 apakah keluhan tersebut termasuk keluhan dari kolesterol dan sbg penderit jantung bagaiman semestinya cara mengobati nya. Terimakasih dokter
Jawaban:
Selamat malam ibu Elseria, terima kasih pertanyaannya. Untuk keluhan sakit pada tengkuk, puyeng, dan sakit kepala setelah tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti : posisi tidur yang tidak pas, ketegangan dan kekakuan otot leher, masalah saraf dan tulang belakang leher, ataupun kondisi medis yang lain. Beberapa langkah bisa Ibu coba lakukan seperti :
- Memperbaiki posisi tidur dengan menggunakan bantal yang dapat mensupport leher dengan baik dan postur yang nyaman saat tidur
- Latihan peregangan leher secara rutin
- Kompres air hangat untuk meredakan kekakuan otot leher.
Namun, apabila kondisi ini tetap tidak membaik, Ibu dapat konsultasikan dengan dokter spesialis saraf untuk penanganan lebih lanjut. Sebagai skrining, pengecekan kadar kolesterol pun baik untuk dilakukan. Jika hasilnya masih di atas nilai yang diharapkan, maka tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan modifikasi gaya hidup sehat dengan memperbaiki pola diet sehat dan seimbang, aktivitas fisik teratur dan terukur, menjaga berat badan dalam rentang normal, menghindari asap rokok, dan mengelola stres. Semoga keluhannya segera membaik ya bu..
9. Pertanyaan:
Nama : Ayu, Usia : 44, Domisili : Tangsel . Diagnosa :ASD clousure –pH. Baru-baru ini saya mengalami sakit kepala yang hebat sampai hampir pingsan, sempat mual, dan badan sakit-sakit semua ga lama kedua kaki bagian paha belakang seperti urat ketarik. Saya masuk UGD setelah di cek, tensi tinggi 149/ 75, nadi 71. Hari berikutnya karena dirasa masih belum pulih karena badan terasa melayang dan kepala sakitnya masih sampai leher terasa kaku. Akhirnya mencoba cek ulang dan tensi 140/ 75, nadi 71, kolesterol total 198, asam urat 3,4 dan gula sewaktu 147. Sampai sekarang masih suka sakit kepala sampai telinga juga terasa tidak enak untuk mendengar seperti double suara. Apakah yang sebaiknya saya lakukan untuk kondisi seperti ini? Bagaimana saya bisa mengetahui gejala jika kolesterol naik? Tips untuk tidak terjadi kolesterol untuk pasien jantung. Olahraga yang sering saya dilakukan adalah jalan kaki selama 30 menit
Jawaban:
Selamat malam, ibu Ayu. Terima kasih atas pertanyaannya. Terkait keluhan sakit kepala hebat yang disertai mual dan juga sensasi mendengar suara yang tidak nyaman, sebaiknya ibu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Seringnya gejala ini dapat berhubungan dengan kondisi migraine aura atau kondisi lainnya, sehingga diharapkan ibu mendapat penanganan yang tepat.
Terkait peningkatan kolesterol sebenarnya tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi ini. Namun beberapa orang ada yang mengalami gejala seperti mudah lelah, kesemutan pada kaki/tangan, munculnya xanthoma (bintik-bintik pertumbuhan lemak di bawah kulit di area dekat mata), dan yang tidak diharapkan adalah gejala yang muncul akibat komplikasinya seperti nyeri dada karena serangan jantung, stroke, atau sesak nafas karena gagal jantung.
Tips untuk menjaga kadar kolesterol adalah menjaga pola diet sehat, dari beberapa penelitian menyebutkan metode diet Mediterania bisa menjadi salah satu rekomendasi. Aktivitas fisik yang dianjurkan minimal 30 menit berupa latihan aerobik dengan frekuensi 5-7x/minggu dengan target heart rate sesuai hasil evaluasi kondisi fisik masing-masing pasien (ibu bisa konsultasikan dengan dokter jantung yang merawat ya bu, agar rekomendasi latihan fisik sesuai dengan hasil pemeriksaan terakhir). Semoga keluhannya segera membaik ya bu.
10. Pertanyaan:
Nama : Harini, Usia : 34, Domisili: Tuban, Diagnosa: post ASO + PH. dok kolesterol total saya 173. HDL 66 LDL 93 apakah kolesterol saya tinggi dok? Berapa normal kolesterol dalam darah? Tensi darah saya 140. Kepala saya sering pusing dok dan kalo kecapean suka gliyengan. Setelah operasi kenapa tensi saya sering 140 padahal sebelumnya tidak pernah tinggi. Apakah asam lambung bisa menaikkan tensi darah dan membuat pusing kepala?
Jawaban:
Terima kasih pertanyaannya, ibu Harini. Untuk kolesterol total, target yang diharapkan setidaknya <200 mg/dL. Sedangkan untuk LDL setidaknya <100 mg/dL dan target yang dibutuhkan akan semakin rendah sesuai hasil skor risiko yang didapatkan. Apakah saat ini masih mengonsumsi obat-obatan untuk terapi PH nya bu pasca ASO?
Tekanan darah tinggi bisa meningkat salah satunya apabila ada respon nyeri atau tidak nyaman dari tubuh. Sehingga bisa saja pada saat mengalami peningkatan asam lambung dan merasakan nyeri perut yang tidak nyaman, tekanan darah menjadi meningkat.
11. Pertanyaan:
Nama: Rahmawati, Usia: 27, Domisili: Magelang , Diagnosa: ASD PH. izin bertanya dok, saya kadang merasakan leher belakang (tengkuk) berat lanjut pusing menjalar ke atas kalau sedang jalan cepat, jaraknya jauh dan agak menanjak/kecapekan tapi nggak kurasa,
Biasanya dengan minum air putih pusingnya hilang tapi kadang butuh obat (ibuprofen) kalo memang nggak rasain tahan pusingnya, apakah itu dikarenakan otak kurang Oksigen akibat dari PH ? Atau karena kolesterol ya dok? Yang kedua apakah perlu melakukan terapi oksigen saat pusing? Atau cukup istirahat + minum ibuprofen selama pengobatan ASD PH ?
Jawaban:
Terima kasih atas pertanyaannya, ibu Rahmawati. Melihat keluhan yang ibu sampaikan dan kronologinya, bisa jadi hal tersebut disebabkan karena pasokan oksigen ke pembuluh darah di kepala menurun. Pada saat berjalan cepat, terlebih dengan tanjakan, maka jantung berusaha mengkompensasi kebutuhan oksigen terutama otot-otot yang digunakan untuk bergerak, sehingga perfusi/pasokan oksigen ke kepala akan berkurang dan menyebabkan pusing.
Jika hal tersebut terjadi kembali, saya sarankan untuk beristirahat atau memperlambat kecepatan saat berjalan. Jika belum membaik, maka bisa menggunakan obat-obatan anti nyeri seperti parasetamol yang aman untuk pasien dengan PH. Apabila kedua hal tersebut sudah membantu, terapi oksigen tidak diperlukan..
“Tetap semangat untuk semua teman-teman pejuang PH. Terkait dengan tema malam hari ini yang terpenting adalah upaya kita untuk melakukan modifikasi hidup sehat seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, karena dengan upaya-upaya tersebut insyaAllah juga akan menunjang kesehatan teman-teman pejuang PH. Semoga apa yang kita diskusikan malam ini bisa sedikit bermanfaat ya, apabila ada kekurangan dan hal yang tidak berkenan, dengan kerendahan hati saya mohon maaf. Semoga semuanya sehat selalu.”_dr. Annisa Prima Monika, Sp.JP