KULWAP (KULIAH WHATSHAPP)- Menguatkan-Kekuatan-Mental-Untuk Mengelola- rasa -Sakit

///KULWAP (KULIAH WHATSHAPP)- Menguatkan-Kekuatan-Mental-Untuk Mengelola- rasa -Sakit

KULWAP (KULIAH WHATSHAPP)- Menguatkan-Kekuatan-Mental-Untuk Mengelola- rasa -Sakit

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatshapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertennsi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hub 085210006799

Untuk membaca materi tanya jawab lainnya yang lebih lengkap, silakan klik LOGIN.

PENGUMUMAN KULWAP

  • Selasa, 30 Juni 2020
  • Pkl : 19.30 – 21.00 Wib
  • Narasumber : Mufliha Fahmi, M.Psi., Psikolog
  • Tema : Menguatkan Kekuatan Mental Untuk Mengelola Rasa Sakit
  • Tempat : Grup Kulwap YHPI
  • Moderator : Umi

 

 

No Nama Dan Pertanyaan Jawaban
1. selamat siang mbak Mufliha Fahmi, saya Dini dr Batam mau tny mengenai menghadapi situasi sulit, dijelaskan bahwa kita bs ubah situasinya..ini maksudnya spt apa ya, contohnya bagaimana.mhn penjelasannya.terima kasih Untuk konteks temen2 YHPI, mengubah situasi itu misalnya sembuh sempurna nggak sakit lagi. Saya nggak tau ini kondisi yang realistis atau tidak. Jika realistis, stress yang dihadapi akan hilang seiring dengan kesehatan yang membaik. Jika tidak, maka cara pertama tidak bisa dilakukan, maka kita harus pindah ke cara kedua, yaitu dengan mengubah respon diri kita. Mungkin kita kesal, kecewa, dan marah dengan kondisi kesehatan kita. Tapi, respon ini bisa kita ubah dengan memilih menerima kondisi diri kita. Begitu, mbak. Semoga menjawab yaaa.

 

 

2. Assalamualaikum…

Saya alief 28th dri mojokerto diagnosa TOF

Saya mau tanya bagai mana kita bisa menerima kekurangan kita walaupun kita tau kita menderita sakit kronis sebenrnya sudah ikhlas tapi kadang semua itu goncang mungkin dgn melihat klbihan di orang lain

Kadang saya berfikir orang itu bisa begini andai Q juga bisa kadang muncul sifat iri kpda seseorng…

Jdi kita harus bgaimna n apa yg harus dilakukan??

Saya pernah juga punya perasaan seperti ini. Yang perlu diketahui, penerimaan diri itu adalah sebuah proses, bukan final. Jadi, sangat wajar jika kadang kita merasa ikhlas, tapi lain waktu kita mempertanyakan dan nggak nyaman dengan diri sendiri. Bahkan, ketika merasa iri pun perlu diakui dan diterima. Faktanya, memang kita menjadi terbatasi karena kondisi sakit kita. Hanya saja, sadari pula bahwa setiap pengalaman itu berharga. Kondisi sakit juga memberi kita kualitas-kualitas tertentu yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak sakit. Capaian tentu tidak hanya dalam bentuk materi, bukan? Hati yang terus belajar ikhlas, sabar, dan berjuang yang terbaik dalam keterbatasan juga sebuah pencapaian. Tetap semangat ya, Mas

 

 

3. Assalamualaikum

Saya Dewiretno , Asdph , 28th, Surabaya ASD..

Yg saya mau tanyakan :

1. Apa pikiran/mindset kita itu berpengaruh ke kesehatan/tubuh kita?

2. Bagaimana supaya pikiran kita selalu positif ttg diri kita?

3. Bagaimana cara supaya kita tdk mudah panik dgn suatu kejadian yg membuat kita down/khawatir berlebih?

Terimakasih ..

1. Pikiran, emosi, dan fisik (tubuh) kita itu saling mempengaruhi. Pikiran jadi pengontrol kondisi emosi dan fisik kita.

2. Tidak ada pikiran yang selalu positif, dan tidak perlu selalu positif. Yang terpenting, kita merespon sesuatu secara tepat dan proporsional. Artinya, kita harus mampu membedakan mana pikiran buruk yang beralasan dan mana pikiran buruk yang tak beralasan. Kita harus mampu mengenali pikiran mana yang perlu direspon dan pikiran mana yang bisa diabaikan.

3. Bisa coba dengan relaksasi pernafasan. Relaksasi pernafasan membantu menetralisir aktivitas organ yang berlebihan sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Tubuh yang rileks menghasilkan emosi dan pikiran yang rileks.

 

 

4. Assalamualaikum Bu Mufliha Fahmi, Psi,

Saya Raden Supadarmadjati,  terdiagnosa PPOK, karena emfisema, CHF,

Pertanyaannya, bagaimana cara mengendalikan emosi, karena kalau mencari sesuatu tidak ketemu mudah panik, akibatnya sesak nafas

Ini pertanyaan mirip dengan sebelum2nya, ya. Cara paling praktis yang sering digunakan untuk meredakan ketegangan adalah dengan relaksasi pernafasan. Ada banyak tutorial relaksasi pernafasan di yutub dan bisa belajar dipraktikkan dari video2 yang ada di sana.

 

 

5. Assalamualaikum….saya Eka,Ipah,27thn,gresik…

Maaf dokter mau tanya…Saya itu meskipun sesek sekali pakek oksigen lagi.tiba2 mbahku sakit, sesekku langsung sembuh..trus tadi saya pakek oksigen,trus ditlp BRI buat disuruh kesana,saya langsung lepas oksigen dan langsung brangkat pada hal hawanya panas dan pakek masker tp sesek sembuh,.,itu kenapa ya?sekarang gak sesek cuman takut sesek

Wah, kalo kenapanya saya nggak tau kenapa ya, karena saya bukan dokter, hehe 😅 Tapi gini, ketakutan berlebih pada sesuatu justru sering kali mendekatkan kita dengan yang ditakuti. Misalnya, Mbak Eka takut sesek. Sering kali, perasaan takut sesek itu yang bikin sesek. Saya tau sesek itu nggak nyaman, saya juga punya asma btw, tapi ketika kita merasakan sesek itu tanpa penilaian apapun, biasanya ini membantu meringankan beban kita melalui kondisi itu, minimal emosi kita lebih netral.

 

 

6. Assalamu’alaikum, sy riza 29th vsd ph post closure dg residual vsd dr jogja, sy mau tanya:

1. Di materi disebutkan kl ada empat pilihan yg bisa kita lakukan. Nomor 4 disebutkan “tetap menderita”, Nah bagaimana caranya supaya diri kita sendiri menyadari sehingga tidak terjebak pada pilihan nomor 4?

2. Bagaimana caranya keluar dari kondisi bila sudah terlanjur terjebak dalam gangguan kecemasan berlebih terhadap kondisi sakit yg diderita?

Terima kasih.

1. Untuk tidak terjebak pada pilihan no. 4, berhenti merasa sebagai korban. Buat diri kita lebih berdaya dan bertanggung jawab. Nggak ada yang berubah ketika kita terus menerus komplain, lebih baik lakukan sesuatu yang sesuai dengan kemampuan kita. Apalagi jaman digital begini ada banyak hal yang bisa dilakukan dari rumah. Kulwap pertama saya dua tahun lalu saya lakukan saat dalam keadaan sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, tapi saya masih bisa ngetik di hape. Sharing pengetahuan melalui kulwap membantu saya merasa berarti dan pelan2 menerima kondisi sakit yang saya alami.

 

2. Merasa cemas dengan penyakit yang kita alami adalah hal yang wajar. Nggak ada cara yang instan untuk sampai ke tahap penerimaan diri. Saya selalu yakin bahwa semakin lama dan semakin berpengalaman kita dengan penyakit yang kita alami, maka kita akan lebih menerima dan lebih terlatih mengelola rasa sakit dan emosi negatif yang muncul karena sakit ini.

 

7. Selamat malam….saya untari dari sby,umur 42,PDA ph.dari 2015,kenapa kalau kita ada pikiran ada mslh dengan orang lain..pasti saya lemas trs drop utk fit kembali butuh waktu beberapa bln,padahal kita sudah mensugesti diri sendiri utk tdk memikirkan masalah dan saya sehat dan dah banyak dzikir juga….tapi tetap aja dibawah alam sadar kita…bagaimana cara keluar dari tekanan pikiran itu….terimakasih Salah satu cara untuk meredakan ketegangan (stress) adalah dengan menghadapi sumber stressnya. Meskipun berusaha untuk tidak memikirkan masalah hal itu tidak berarti masalahnya tidak ada. Masalahnya tetap ada disana. Selama masalahnya masih ada, maka pikiran, emosi, dan tubuh kita akan terus bereaksi thd masalah tsb. So, menghadapi dan menyelesaikan masalah adalah cara paling efektif untuk tidak lagi merasakan respon2 stress tsb.

 

 

8. Assalamu alaikum

Saya siti aisyah 28thn dari cirebon.

Yg saya mw tanyakan dlu saya takut bgt akan keramai an dan tiba²kondisi nya pusing  takut berlebihan dan di saat  situasi lgi bahagia jga tiba² kondisi saya langsung pusing dan langsung kepikiran mengenai penyakit saya dan bagaimna  solusi nya??

Balik lagi ke relaksasi pernafasan ya, Kak. Setiap ada aktivitas organ berlebih, baik yang disebabkan oleh emosi negatif maupun yang positif, segera netralisir dengan tarik nafas yang dalam, tahan, dan lepaskan. Aktivitas organ berlebih itu misalnya jantung terasa lebih cepat, nafas lebih cepat, dsb. Intinya, perubahan fisiologis yang muncul akibat perubahan emosi kita. Begitu. Semoga menjawab ya, Mbak

 

 

 

By | 2020-07-09T09:03:22+00:00 July 9th, 2020|Kegiatan, Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat