Kegawatdaruratan Pasien Hipertensi Paru-KULWAP

///Kegawatdaruratan Pasien Hipertensi Paru-KULWAP

Kegawatdaruratan Pasien Hipertensi Paru-KULWAP

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Rabu, 25 Juni 2025
  • Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
  • Narasumber : dr. Billy Aditya Pratama, Sp.JP
  • Tema : Kegawatdaruratan Pasien Hipertensi Paru
  • Moderator : Amida

 

Definisi PH / hipertensi pulmonal adalah tekanan paru rerata (mean MPAP) >20 mmHg (saat istirahat), diukur melalui pemeriksaan kateterisasi jantung kanan.

Penyakit ini memang sangat jarang, namun berpotensi mengalami kondisi gawat darurat, dan namun sayangnya terapinya  yang canggihnya hanya tersedia di pusat kesehatan tersier, sedangkan kebanyakan pasien tinggal jauh dari pusat kesehatan.

Kondisi kegawatdaruratan yang paling sering terjadi pada PAH adalah

  • henti jantung dan resusistasi
  • gagal jantung kanan
  • krisis hipertensi paru seperti gagal nafas, aritmia, efusi pericard, batuk darah, operasi
  • dan kejadian sehubungan dengan efek buruk dari obat.

Krisis PH misalnya dapat dicetuskan oleh infeksi, nyeri, kecemasan, hipoksia,  kejadian sewaktu prosedur atau operasi.

Penanganan gawat darurat  pada pasien PH yang tidak stabil memerlukan terapi segera kerja sama tim meliputi tim intensive care, anestesi dan ahli PH (jantung, bedah, paru, radiologi, obgyn, anak, rhematologist dan tim lainnya) dimana pasien harus segera di rawat di RS yang memiliki pusat PH.

Terapi utama dari PH yang tidak stabil, sesuai dengan pengalaman klinis dan sesuai dengan patofisiologi yang mendasarinya.

Hari ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dan sering menimbulkan kekhawatiran bagi pasien dan keluarga. Yaitu “Kegawatdaruratan pada Pasien Hipertensi Paru”

Di kulwap ini kita akan membahas:

  • Tanda-tanda kondisi gawat darurat yang harus dikenali
  • Kapan harus segera ke IGD
  • Perawatan rumahan dan pencegahan komplikasi

Silakan siapkan catatan, dan bila ada pertanyaan bisa ditulis selama sesi berlangsung. Mari kita belajar bersama demi kesehatan kita bersama

 

1. Pertanyaan:

Nama: ratna sintya, Usia: 28 tahun, Domisili: Cirebon. Diagnosa: anak saya usia 2 tahun diagnosa TAPVD & PH. Yang mengidap hipertensi paru adalah anak saya usia 2 tahun ada PH karna dia juga PJB , pertanyaan saya : anak saya kalau batuk saturasi turun namun saya anggap biasa karena memang dia PJB pasti saturasinya dibawah angka 90 , nafasnya juga cepat karna kalau tidak batuk pun nafasnya juga cepat , kapan saya harus mengondisikan anak saya dalam keadaan gawatdaurat ya dok ? karna dalam kondisi sehat pun nafas cepat dan saturasinya pun rendah

Jawaban:

Terima kasih, Bu Ratna, atas pertanyaannya. Semoga Ananda selalu diberikan kekuatan, dan Ibu sekeluarga diberi kesabaran serta kemudahan dalam merawatnya.

Penjelasan Singkat:

Anak Ibu didiagnosis TAPVD (Total Anomalous Pulmonary Venous Drainage) dan PH (Pulmonary Hypertension). Keduanya adalah kondisi jantung bawaan (PJB) serius yang memang bisa menyebabkan:

  • Saturasi oksigen rendah (< 90%)
  • Napas cepat bahkan saat anak sedang dalam keadaan “tenang” atau istirahat
  • Cepat lelah, berkeringat saat menyusu/makan

Karena itu, penting bagi orang tua seperti Ibu memahami tanda-tanda bahaya atau kondisi gawat darurat agar bisa membawa anak ke rumah sakit tepat waktu.

Kapan Harus Segera Bawa ke IGD atau Rumah Sakit?

Jika muncul gejala berikut:

  • Penurunan saturasi oksigen dari baseline normalnya secara signifikan. Misal biasanya 85%, tapi sekarang turun ke <75-80%, apalagi disertai lemas.
  • Tarikan napas sangat berat. Misalnya dada bagian bawah atau perut tertarik dalam saat bernapas (retraksi),
  • Hidung kembang-kempis,
  • Tampak sesak atau kesulitan bernapas lebih dari biasanya.
  • Warna kulit membiru (sianosis) memburuk, tidak hanya di bibir/jari tapi juga wajah atau badan.
  • Anak sangat lemas, tidak mau menyusu atau makan, tidur terus, sulit dibangunkan.
  • Penurunan kesadaran atau kejang
  • Demam tinggi atau batuk berat, terutama jika memicu penurunan saturasi drastis atau menyebabkan sesak.

Apa yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah?

  • Pantau saturasi dengan oximeter secara rutin, dan catat nilai baseline anak saat sedang “tenang”.
  • Bila batuk, perhatikan apakah ada lendir yang mengganggu napas.
  • Pastikan anak cukup cairan agar tidak dehidrasi.
  • Jaga anak dari infeksi (misalnya dengan vaksinasi lengkap dan hindari keramaian).
  • Rutin kontrol ke dokter jantung anak, terutama untuk evaluasi PH dan pertimbangan operasi TAPVD (jika belum dilakukan).

Memang pada anak dengan PJB + PH, saturasi dan napas tidak bisa disamakan dengan anak sehat. Tapi, jika ada penurunan kondisi dari biasanya, apalagi disertai lemas, sesak, atau saturasi turun drastis, segera bawa ke IGD. Semoga membantu ya Bu Ratna, dan semoga Ananda lekas diberi jalan kesembuhan. Jika ada perkembangan baru atau hasil kontrol terakhir ingin didiskusikan, silakan kabari kembali.

2. Pertanyaan:

Nama: Siti Nurochmah, Usia: 33 th, Domisili: Tangerang, Diagnosa: Post Repair CAVSD, PH. Anak saya saat ini usia 8th, post op CAVSD PH pada th 2019 lalu, tapi sampai saat ini PH nya msih agak tinggi dan masih mengonsumsi obat sildenafil. Anak saya suka mengeluh bunyi” di dadanya, tapi kalo saya tanya sakit / tidak dy jwab kdang sakit kdang tidak…

Apakah yang mengalami PH kondisi seperti itu biasa atau kah karena ada faktor lain yang menyebab kan detak jantung semakin cepat dan menyebabkan bunyi di dada nya ? Terima kasih

Jawaban:

Terima kasih Bu Siti atas pertanyaannya, semoga Ibu dan ananda selalu diberikan kesehatan serta kekuatan. Anak Ibu saat ini berusia 8 tahun, pasca operasi koreksi CAVSD (Complete Atrioventricular Septal Defect) pada tahun 2019, namun masih mengalami hipertensi paru (PH) dan mengonsumsi Sildenafil.

Keluhan anak berupa “bunyi-bunyi di dada” kadang disertai rasa sakit dan detak jantung terasa cepat memang bisa membingungkan—apakah itu bagian dari PH, ataukah ada penyebab lain?

Apakah ini umum pada pasien PH?

Jawabannya: Sebagian bisa ya, sebagian perlu dievaluasi lebih lanjut.

Kemungkinan-kemungkinan yang perlu dipertimbangkan:

  • Palpitasi (jantung berdebar cepat): Pada pasien dengan PH sedang-berat, jantung (terutama sisi kanan) bekerja lebih keras. Hal ini bisa menyebabkan jantung berdebar atau denyut tidak beraturan (aritmia) yang dirasakan sebagai “bunyi” atau “getaran” di dada. Palpitasi bisa terasa nyeri ringan atau tidak nyaman, terutama jika denyut terlalu cepat.
  • Efek samping obat Sildenafil: Meskipun jarang, Sildenafil bisa menyebabkan jantung berdebar atau sakit kepala, flushing, dll. Namun umumnya ringan dan bersifat sementara.
  • Kecemasan atau sensasi psikosomatik:Anak-anak bisa menggambarkan sensasi dada aneh sebagai “bunyi” karena belum bisa mendeskripsikan dengan tepat. Tapi tetap harus diwaspadai jika keluhan berulang.
  • Kemungkinan aritmia atau gangguan irama jantung: Pada pasien post-op jantung bawaan, aritmia memang lebih sering terjadi dibanding anak normal. Jika disertai lemas, pusing, sesak, atau membiru, perlu segera evaluasi EKG atau Holter.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan:

  • Catat waktu dan kondisi saat keluhan muncul: Apakah saat aktivitas, istirahat, atau setelah minum obat?, Apakah disertai sesak, pucat, lemas, atau pingsan?
  • Periksakan ke dokter jantung : Minta evaluasi ulang irama jantung (EKG, Echo, atau Holter monitor jika perlu). Pemeriksaan tekanan paru juga dapat dilakukan melalui echo untuk melihat apakah PH memburuk.
  • Pantau pola aktivitas dan kelelahan:Pastikan anak tidak terlalu lelah beraktivitas. Kadang tubuh “protes” lewat palpitasi jika terlalu capek atau stres.

Keluhan “bunyi di dada” dan kadang sakit bisa jadi masih terkait PH, tetapi juga bisa menandakan aritmia atau kondisi jantung lain yang perlu dievaluasi. Tidak semua keluhan itu berbahaya, tapi karena riwayat anak cukup kompleks (post CAVSD + PH), pemeriksaan lanjutan sangat disarankan agar lebih aman.

 

3. Pertanyaan:

Nama: Intan Yuliana, Usia: 26 tahun, Domisili: Batang, jateng,Diagnosa: asd ph . penyebab pasien asd ph sampai ada ditahap disfungsi diastolik kira-kira karena penyebabnya apa ya dok, dan apa efek buruk dari kondisi tersebut. Apakah meminum obat tidak teratur bisa berakibat fatal bagi pasien asd ph? Terima kasih.

Jawaban:

Terima kasih Bu Intan atas pertanyaannya, semoga Ibu selalu sehat dan diberi kekuatan dalam menjalani semuanya. Pasien dengan ASD (Atrial Septal Defect) yang disertai Hipertensi Paru (PH) memang berisiko mengalami komplikasi jangka panjang, salah satunya adalah disfungsi diastolik, yaitu gangguan pada saat jantung “mengisi darah” (fase relaksasi).

Mengapa bisa sampai terjadi disfungsi diastolik pada ASD + PH?

Ada beberapa penyebab dan proses yang saling berkaitan:

  • Beban Volume Jangka Panjang pada Jantung Kanan: ASD menyebabkan darah dari serambi kiri (LA) mengalir ke serambi kanan (RA), menambah beban volume di sisi kanan jantung. Seiring waktu, ruang kanan jantung (RA dan RV) membesar dan menebal, menyebabkan kekakuan otot jantung → gangguan relaksasi (diastolik).
  • Hipertensi Paru yang Kronis: PH menyebabkan tekanan tinggi di arteri paru, memaksa jantung kanan bekerja lebih keras. Akibatnya, otot jantung kanan bisa mengalami kelelahan dan kekakuan → disfungsi diastolik.
  • Interaksi antar ruang jantung (ventrikular interdependence): Jika ruang kanan membesar berlebihan, dapat menekan ruang kiri, ikut menyebabkan gangguan pengisian pada ventrikel kiri (LV) → memperburuk fungsi diastolik.

Efek Buruk dari Disfungsi Diastolik pada Pasien ASD + PH:*

  • Cepat lelah, sesak saat aktivitas
  • Penurunan toleransi olahraga
  • Bengkak di tungkai, perut kembung (gagal jantung kanan)
  • Risiko aritmia (denyut jantung tidak teratur)
  • Penurunan aliran darah ke organ lain, termasuk otak dan ginjal

Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal jantung kanan berat.

 

Apakah Tidak Teratur Minum Obat Bisa Fatal?

Ya, bisa. Pasien dengan ASD + PH sangat bergantung pada terapi medis untuk menjaga tekanan paru tetap stabil, mencegah perburukan fungsi jantung, dan memperlambat progres penyakit.

Risiko jika obat tidak diminum teratur:

  • Tekanan paru bisa naik → menambah beban jantung kanan
  • Mempercepat kerusakan otot jantung
  • Risiko krisis hipertensi paru atau gagal jantung akut meningkat

Disfungsi diastolik pada pasien ASD + PH terjadi karena beban volume dan tekanan yang kronis di jantung kanan. Terapi yang tidak teratur bisa mempercepat perburukan kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi berat. Sangat penting untuk rutin kontrol dan patuh minum obat. Semoga membantu ya Bu Intan

Intan Yuliana:

Baik terima kasih Dokter atas jawabannya. Kalau untuk Aritmia itu ada gejalanya tidak ya dok ?

Dokter:

Ya, aritmia (gangguan irama jantung) bisa menimbulkan gejala, tapi tidak selalu terasa oleh pasien — apalagi pada anak-anak atau remaja, yang kadang sulit mendeskripsikan keluhan secara detail.

Gejala Aritmia yang Umum Dirasakan Pasien:

  • Jantung berdebar-debar (palpitasi) : Rasa “deg-degan”, jantung berdetak cepat/tidak beraturan. Bisa terasa seperti “loncatan”, “detak hilang”, atau “getaran”
  • Rasa tidak nyaman di dada: Seperti dada bergetar, sesak, atau nyeri ringan, Pada anak, sering digambarkan sebagai “bunyi” di dada
  • Pusing atau berkunang-kunang: Karena aliran darah ke otak jadi tidak stabil
  • Mudah lelah, terutama saat aktivitas ringan
  • Sesak napas: Karena jantung tidak memompa secara efisien saat ritme terganggu
  • Pingsan (sinkop) : Ini gejala yang lebih berat dan perlu penanganan segera

 

4. Pertanyaan:

Nama:Iqbal, Usia:15, Domisili: cikupa tangerang, Diagnosa :PH. Assalamualaikum dok bagaimana caranya agar tensi saya bisa stabil karena tensi saya selalu rendah bahkan bulan kemarin sempat tensi saya 50/40 langsung dilarikan ke IGD terimakasih

Jawaban:

Terima kasih banyak Iqbal atas pertanyaannya. Semoga Iqbal selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan semangat dalam menjalani pengobatan

Pada pasien dengan Hipertensi Paru (PH), tekanan darah bisa cenderung rendah, terutama jika:

  • Jantung kanan sudah mulai lemah
  • Obat-obatan PH seperti Sildenafil atau diuretik digunakan secara rutin
  • Asupan cairan kurang, atau aktivitas berlebihan
  • Atau bahkan karena PH yang sudah cukup berat dan memengaruhi sirkulasi darah secara umum

Jadi tekanan rendah seperti 50/40 mmHg adalah kondisi gawat darurat, dan sudah tepat Iqbal segera ke IGD waktu itu.

Apa yang Bisa Dilakukan agar Tensi Lebih Stabil?

  • Cukup Minum Air Putih : Usahakan minum 1,5–2 liter per hari
  • Makan Lebih Sering dalam Porsi Kecil : Hindari perut kosong terlalu lama,  Bisa bantu menjaga energi dan tekanan darah
  • Perhatikan Obat yang Dikonsumsi : Bila Iqbal sedang minum Sildenafil, diuretik, atau obat lain, pastikan jadwalnya teratur dan dosisnya sesuai anjuran dokter. Jangan pernah menghentikan obat sendiri karena itu bisa berbahaya
  • Hindari Berdiri Mendadak atau Aktivitas Berat: Karena PH membuat tubuh lebih rentan terhadap penurunan tekanan darah saat perubahan posisi
  • Pantau Tensi Rutin di Rumah : Catat hasilnya dan tunjukkan saat kontrol ke dokter. Jika tensi < 80/50 dan disertai lemas, pusing, atau pingsan, segera ke IGD

Hipotensi (tekanan darah rendah) pada pasien PH bisa terjadi karena banyak faktor, tapi bisa dibantu dengan minum cukup, makan teratur, dan kontrol obat yang baik. Jangan ragu untuk mengomunikasikan keluhan seperti lemas atau pusing ke dokter saat kontrol, agar terapinya bisa disesuaikan. Semangat terus ya Iqbal! Semoga makin stabil dan sehat ke depannya

 

5. Pertanyaan:

Nama: iis somantri, Usia: 53th, Domisili: sukabumi, Diagnosa: pasca op asd. saya sudah hampir 6 bln dicoba berhenti obat PH dan ternyata kemarin tensi darah saya naik sampai 150/100 dan akhirnya saya harus di rawat. Setelah saya di periksa samai s scan torak akhirnya dr nengatakan bahwa saya msh tetap d cb pake obat silden lg dan dr mengatakan bahwa pulmonal menekan ke koroner . Yang mau saya tanyakan untuk mengantisipasi bahwa saya di situasi gawat darurat apa aja gejala yang akan timbul yang harus saya segera ke RS.

Jawaban:

Terima kasih banyak Bu Iis atas pertanyaannya. Semoga Ibu diberi kekuatan dan kondisi kesehatannya terus membaik seiring waktu, aamiin

Saya coba ringkas kembali ya bu kasus ibu:

  • Pasca operasi ASD (Atrial Septal Defect)
  • Sempat berhenti obat PH (kemungkinan Sildenafil) selama hampir 6 bulan
  • Kini mengalami tekanan darah tinggi (150/100) dan sempat dirawat
  • Hasil scan toraks menunjukkan pembuluh pulmonal menekan arteri koroner
  • Obat PH (Sildenafil) dimulai kembali

Apa Artinya Pulmonal Menekan ke Koroner?

Arteri pulmonalis yang membesar karena PH bisa menekan arteri koroner, pembuluh darah penting yang memberi makan otot jantung. Ini dapat mengurangi aliran darah ke jantung, yang berpotensi menyebabkan nyeri dada, gangguan irama jantung, bahkan serangan jantung

Gejala yang Harus Diwaspadai (Tanda Gawat Darurat)

Segera ke IGD jika Ibu mengalami satu atau lebih dari tanda berikut:

  • Nyeri dada: Terasa berat, ditekan, seperti ditindih, Menjalar ke bahu kiri, lengan, atau rahang, Terutama jika muncul saat aktivitas
  • Sesak napas berat atau tiba-tiba memburuk: Tidak bisa berbaring karena sesak, Butuh bantal tinggi untuk tidur
  • Jantung berdebar cepat atau tidak beraturan: Disertai lemas, pusing, atau hampir pingsan
  • Pusing hebat, pandangan kabur, atau pingsan
  • Keringat dingin, mual, atau seperti akan pingsan
  • Bengkak mendadak di kaki, perut kembung, atau berat badan naik drastis dalam waktu singkat: Bisa menjadi tanda gagal jantung kanan

Langkah Pencegahan & Antisipasi:

  • Minum obat secara teratur, termasuk Sildenafil dan obat tekanan darah lainnya
  • Rutin kontrol ke dokter jantung atau paru sesuai jadwal
  • Pantau tekanan darah dan denyut jantung di rumah, catat jika ada gejala
  • Batasi aktivitas fisik berat, terutama yang memicu napas pendek
  • Jaga hidrasi dan pola makan seimbang (rendah garam)

Semoga Ibu Iis sehat terus dan tetap semangat

6. Pertanyaan:

Nama: Maulida R, Usia :55, Domisili: Padang Pariaman, Diagnosa: RHF, pH dan hipotiroid. pH kita tinggi sekali tapi nggak pernah merasakan sesak yang parah, apabila aktivitas biasa saja, cuma sesak muncul hanya saat naik tangga dan jln mendaki . tapi kenapa pH nya tinggi, mkasih dokter

Jawaban:

Terima kasih banyak Bu Maulida atas pertanyaannya. Semoga Ibu selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalani hari-hari. Kenapa PH bisa tinggi tapi sesak tidak terasa berat? Beberapa kemungkinan yang perlu dipahami:

Tubuh Ibu sudah beradaptasi secara perlahan. Jika PH berkembang perlahan bertahun-tahun, tubuh dan paru-paru punya waktu beradaptasi. Gejala bisa menjadi “tertoleransi”, terutama pada aktivitas ringan

Hipotiroid juga bisa memperburuk PH

Hipotiroid memperlambat metabolisme dan bisa menyebabkan penumpukan cairan, menurunnya kontraksi jantung, dan memperberat kerja jantung kanan

Apa yang Harus Dilakukan:

  • Jangan menunggu sampai sesak berat baru periksa: PH sering “diam-diam” memburuk, Tetap rutin kontrol echo jantung dan fungsi paru
  • Pastikan hipotiroid dikontrol dengan baik: TSH dan FT4 harus dijaga dalam target normal
  • Minum obat secara teratur (obat PH dan jantung)
  • Pantau gejala kecil seperti bengkak kaki, berat badan naik, atau jantung berdebar : Itu bisa menjadi tanda PH atau RHF memburuk

Semangat terus ya Bu Maulida

7. Pertanyaan:

Nama: Dhyalifa Mauza, Usia: 19 thn, Domisili: Malang, Diagnosa: asd PH. Saya Dhyalifa, 3 hari lalu detak jantung melemah antara 49 – 58 jantungnya biasanya normal 60an memompa berat. Saturasi antara 90 – 95. Dan ini baru pertama kali dialami. Memang beberapa hari lalu sempat banyak pikiran & stress. Obat selalu teratur ,Obat pagi revatio Furosemide, bisoprolol, beraprost, Siang revatio, spironolactone, beraprost dan Malam revatio, beraprost. Terapi oksigen sudah dilakukan. Tapi masih muncul tenggelam. Penyebabnya apa ya dan solusinya bagaimana. Terimakasih

Jawaban:

Terima kasih Dhyalifa atas pertanyaannya. Semoga tetap semangat dan diberi kesehatan selalu ya.

Apa Penyebab Detak Jantung Menurun & Rasa Berat di Dada? Beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan kondisi Dhyalifa:

  1. Stres atau kelelahan emosional/fisik: Pikiran yang berat dan stres bisa memicu aktivitas saraf parasimpatis berlebih, yang menyebabkan denyut jantung melambat (bradikardia ringan). Ini juga bisa menimbulkan sensasi “jantung memompa berat”, seperti ada beban di dada.
  2. Efek samping obat-obatan tertentu:

– Bisoprolol (beta blocker) memang bekerja menurunkan denyut jantung untuk mengurangi beban jantung. Jika tubuh sedang lelah, stres, atau kurang cairan, efek ini bisa lebih terasa.

– Kombinasi Revatio + Beraprost dan diuretik (Furosemid, Spironolakton) juga bisa memengaruhi tekanan darah dan elektrolit → berkontribusi pada kelemahan jantung.

  1. Dehidrasi ringan atau ketidakseimbangan elektrolit: Obat diuretik bisa menyebabkan penurunan kalium atau magnesium, yang bisa memperlambat detak jantung atau menimbulkan rasa tidak nyaman di dada.
  2. PH dan ASD sendiri: Bila PH bertambah berat, jantung kanan bisa mulai mengalami kelelahan, dan mempengaruhi denyut atau irama jantung.

Apa Solusinya?

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Periksa ke dokter jantung / PH secepatnya. Untuk mengevaluasi apakah denyut lambat ini perlu penyesuaian obat, terutama Bisoprolol. Bisa dilakukan EKG, pemeriksaan elektrolit, dan echo jantung ulang.
  2. Jangan stop obat sendiri, tapi bisa diskusikan pengaturan dosis. Mungkin perlu turunkan dosis bisoprolol sementara waktu bila efeknya terlalu kuat.
  3. Pastikan cukup cairan dan makan bergizi. Jangan dalam keadaan lapar/kurang minum. Pantau juga tanda-tanda dehidrasi (kering, lemas, pusing saat berdiri)
  4. Kelola stres secara aktif. Karena stres dapat memicu gejala jantung memburuk, perlu dikelola lewat: Istirahat cukup dan Aktivitas relaksasi seperti journaling, napas dalam, atau konseling jika perlu.
  5. Catat gejala dan pantau denyut jantung. Bisa pakai oximeter atau alat tensi yang ada fitur detak jantung. Catat waktunya, gejalanya, dan apakah ada pemicu tertentu

Penurunan detak jantung Dhyalifa bisa disebabkan kombinasi stres emosional dan efek obat, terutama Bisoprolol. Ini perlu segera dikonsultasikan ke dokter agar dosis bisa disesuaikan dan dipastikan tidak ada gangguan irama jantung yang serius. Jangan menunda kontrol jika keluhan masih berulang. Semoga Dhyalifa segera membaik ya..

 

Terima kasih banyak atas partisipasi yang sangat aktif dalam kulwap malam ini. ada beberapa take home message untuk pertemuan malam ini:

“Kegawatdaruratan Pasien Hipertensi Paru”

🫁 Hipertensi paru (PH) adalah kondisi serius yang bisa terjadi sendiri atau menyertai penyakit jantung bawaan, dan bisa memicu kegawatdaruratan jika tidak dipantau dengan baik.

🚨 Kenali tanda-tanda gawat darurat: napas sangat cepat atau berat, saturasi oksigen turun jauh dari biasanya, lemas, jantung berdebar hebat, kebiruan, hingga penurunan kesadaran. Jangan ragu segera ke IGD bila ini terjadi.

💊 Minum obat secara teratur adalah kunci untuk menjaga kestabilan tekanan paru dan mencegah krisis PH. Menghentikan obat tanpa pengawasan bisa berakibat fatal.

📈 Gejala ringan jangan diabaikan: rasa “bunyi” di dada, sesak saat naik tangga, atau denyut jantung cepat bisa menjadi sinyal awal yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

🩺 Kontrol rutin dan komunikasi terbuka dengan dokter penting agar pengobatan selalu disesuaikan dengan kondisi terbaru pasien.

💙 Setiap pasien PH memiliki baseline yang berbeda. Kenali batas aman anak atau diri sendiri, dan catat gejala-gejala yang muncul untuk membantu dokter dalam penanganan.

Semoga kulwap malam ini menambah wawasan dan rasa percaya diri kita sebagai orang tua/pasien dalam menghadapi kondisi PH. Tetap semangat, jangan ragu bertanya, dan ingat bahwa penanganan terbaik dimulai dari pengenalan dini terhadap kondisi tubuh sendiri. Terima kasih atas partisipasinya. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesembuhan, aamiin”_dr. Billy Aditya Pratama, Sp.JP.

By | 2025-07-24T08:03:06+00:00 July 24th, 2025|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat