Tindakan Intervensi pada Pasien Hipertensi Paru

//Tindakan Intervensi pada Pasien Hipertensi Paru

Tindakan Intervensi pada Pasien Hipertensi Paru

Sebagai pasien, tentu patut disadari bahwa dokter selalu menyarankan tindakan intervensi yang terbaik bagi setiap pasiennya. Tujuannya agar membantu pasien mencapai hasil yang diharapkan. Pada pasien hipertensi paru, tindakan intervensi yang dimaksud adalah tindakan invasif yang merupakan suatu prosedur memasukkan selang plastik atau kateter ke dalam jantung melalui pembuluh darah dengan tujuan diagnostik ataupun terapeutik.

Tujuan diagnostik agar mengetahui dan menentukan jenis penyakit berdasarkan gejala yang ada. Seperti yang telah diketahui bahwa hipertensi paru merupakan penyakit penyerta atau salah satu komplikasi akibat dari penyakit lain, di antaranya disebabkan oleh PJB (Penyakit Jantung Bawaan).

Foto karya Sturti dari Getty Images Signature

Jika sudah diketahui penyebabnya, maka tindakan intervensi akan dilakukan dengan melihat kondisi pasien, yakni seberapa berat komorbid yang dideritanya. Tindakan intervensi yang dilakukan dengan tujuan terapeutik yaitu untuk mengobati penyakit atau kelainan jantung dengan harapan mendapatkan hasil penanganan medis yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Dengan memperhatikan seberapa besar manfaat beserta minimnya risiko akibat dari pemberian penanganan, baik yang telah diperkirakan maupun yang tidak diperkirakan.

Terkhusus bagi pasien hipertensi paru yang memiliki riwayat PJB, maka tindakan intervensi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu bedah dan non bedah. Setelah mengetahui apa penyebab hipertensi paru melalui tahapan diagnostik, dan telah diperkirakan besar atau kecilnya risiko dari tindakan intervensi sehingga dapat ditentukan waktu yang tepat untuk melakukan tindakan (koreksi PJB).

Tindakan intervensi non bedah dapat dilakukan jika terdapat pasien dengan tekanan hipertensi paru rendah atau sedang, serta kecilnya kemungkinan risiko yang terjadi. Jika pasien dengan tekanan hipertensi paru tinggi dan tetap dipaksakan untuk koreksi (intervensi bedah atau operasi besar), maka akan terjadi kontra intervensi, karena tidak sebanding dengan manfaat dan capaian keberhasilannya sebab tingginya risiko yang akan terjadi.

Prosedur minimal invasif atau tindakan intervensi non bedah yang biasa disebut dengan kateterisasi jantung (transcatheterclosure), memiliki risiko yang sangat kecil bahkan nyaris tidak ada. Pasien hanya menerima bekas luka tusukan pada saat memasukkan selang yang menjadi rel untuk memasukkan alat penutup jantung yang bentuknya seperti payung tanpa melalui pembedahan. Pasien juga boleh pulang pada hari yang sama jika prosedurnya berjalan lancar.

Intervensi non bedah juga lebih menghemat biaya ketimbang intervensi bedah atau harus dilakukan operasi besar. Dimana mengharuskan pasien menjalani pemulihan dan perawatan intensif di rumah sakit selama berhari-hari. Tindakan intervensi bedah dapat menimbulkan risiko infeksi bekas luka sayatan atau komplikasi pendarahan pasca operasi pembedahan, tetapi dapat dikontrol agar tidak terlalu banyak.

Oleh karena itu, tidak semua pasien hipertensi paru dengan riwayat PJB bisa dikoreksi, karena adanya keterlambatan diagnosis dan kerusakan yang terjadi sudah permanen (sindrom eisenmenger). Jika sudah terjadi hal demikian, maka penting agar tetap melakukan perawatan (kontrol) secara rutin yang bertujuan untuk mengendalikan gejalanya, karena dengan obat-obatan tertentu dapat membantu pasien merasa lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah terjadinya komplikasi lebih serius (gagal jantung).

Yang perlu diingat adalah jika telah diketahui penyebabnya, maka jangan ragu melakukan tindakan intervensi segera, sebab timing (masa emas) koreksi PJB penting dilakukan sebelum terlambat.

 

Oleh: Nur Alfiani
Sumber: Live Instagram dengan @duohanafy.official (21 Januari 2022) bersama DR. Dr. Dicky A. Hanafy, SpJP(K) dan – DR. Dr. Dudy A. Hanafy, SpBTKV(K), MARS

Tim YHPI

By | 2024-03-06T05:34:59+00:00 March 4th, 2024|Artikel|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat