Hipertensi paru adalah penyakit kronis, dimana artinya belum dapat disembuhkan dan terjadi terus-menerus untuk jangka panjang sampai obat yang menyembuhkan ditemukan. Peran keluarga dan pendamping sangat dibutuhkan dan penting untuk kondisi pasien supaya dapat stabil dalam jangka panjang.
Aktivitas pasien yang terbatas membutuhkan peran pendamping yang lebih besar dalam keluarga. Perubahan-perubahan besar sangat mungkin terjadi dikarenakan biaya pengobatan, kondisi yang menyebabkan pasien harus berhenti bekerja atau memilih bekerja paruh waktu, menata kembali keuangan keluarga, merawat anak-anak, dan penyesuaian hidup lainnya yang tidaklah mudah untuk diputuskan, diterima, dan dijalani. Seorang pendamping pasien hipertensi paru perlu untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dengan istirahat yang cukup, karena peran pendamping adalah peran penuh waktu.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pendamping atau keluarga:
- Mempelajari hipertensi paru, gejala, obat, dst. Terbukti bahwa pengenalan hipertensi paru yang lebih baik dalam keluarga, akan meningkatkan toleransi dan sikap supportif keluarga terhadap pasien, sehingga pasien menjadi lebih sehat dan stabil.
- Mendampingi kunjungan ke dokter dan ikut berkomunikasi dengan dokter.
- Mengingatkan pasien untuk rutin minum obat dan tepat waktu.
- Mengingatkan pasien untuk beraktivitas dan istirahat cukup.
- Pembagian tugas rumah tangga di antara anggota keluarga yang sesuai dengan kemampuan pasien.
- Mengenali kondisi atau gejala darurat dimana perlu ke UGD. Misalnya batuk darah, sesak napas yang parah atau tidak seperti biasanya, dan semua gejala lain yang tidak seperti biasanya.
- Mentoleransi dan tidak menghakimi ketidakmampuan pasien dalam beraktivitas dan bekerja.
- Turut bergabung dengan grup FB IndoPHFamily dan grup WA Caregivers Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI), untuk saling berbagi dan menguatkan sesama pendamping/keluarga pasien.
Dukungan keluarga pada pasien hipertensi paru sangat menentukan kualitas hidup pasien dan progresivitas penyakit. Sehat atau tidaknya pasien sangat tergantung dengan dukungan mental dan fisik dari keluarga dekat.
Oleh: Tim YHPI