Kuliah WhatsApp 31.01.19 – Sesak pada Hipertensi Paru

///Kuliah WhatsApp 31.01.19 – Sesak pada Hipertensi Paru

Kuliah WhatsApp 31.01.19 – Sesak pada Hipertensi Paru

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi Telegram antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik2 terkait Hipertennsi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group Telegram dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hub 085210006799

Untuk membaca materi tanya jawab lainnya yang lebih lengkap, silakan klik LOGIN.

 

KULIAH TELEGRAM MODIFIKASI

Sesak pada Hipertensi Paru

Kamis, 31 Januari 2019

Narasumber: dr. Siti Elkana Nauli, SpJP

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di RSUD Kab. Tangerang, RS Sari Asih Karawaci Tangerang

Moderator : dr Novi

 

Pertanyaan :

  1. Nama saya Syarif 41 tahun, VSD bidirectional shunt dan PH dari Ciamis Jawa Barat. Kalau saya sesak tidak, tapi sudah 10 bulan sering pusing, perasaan seperti mau pingsan. Apa karena Hb tinggi sehingga darah kental, saturasi fluktuatif antara 73-90. Atau karena efek samping obat. Saya pakai dorner 3x, aspirin dan bisoprolol. Terima kasih.
  2. Saya Arini Dini, 26 tahun ASD-PH dari Sukoharjo Jawa Tengah. Sejak 2 bulan yang lalu saya ada kegiatan program rehabilitasi jantung, berjalan di rumah selama 30 menitsetiap hari dengan target jarak tempuh selalu bertambah dan hari ini sudah sampai di angka 1,5 km per 30 menit. Alhamdulillah sedikit demi sedikit ada perkembangan. Sesak nafas mulai berkurang, speed jalan ada perkembangan, tidak lagi pusing. Tapi beberapa waktu lalu, saya coba tambah speed lagi biar tercapai target jalan cepat seperti itu walaupun nafas masih tidak terlalu ngos-ngosan dan tidak pusing tapi lengan terasa sangat sakit, pegel seperti mau copot, kemudian di antara perut dan dada sebelah kiri juga sakit seperti ditusuk. Apa itu efek dari jalan cepatnya?
  3. Saya Dewi caregiver dari anak Javas 9 tahun PH primer asal Bandung. Akhir-akhir ini sesak tiap hari dan pagi hari. Apakah sesak PH bisa dipengaruhi cuaca dingin atau ada faktor lain? Sarapan kadang banyak kadang tidak. Terima kasih dokter
  4. Saya Dini 25 tahun, PDA-PH dari Bogor. Sebulan yang lalu saya sudah dilakukan ADO untuk penutupan PDA dan Alhamdulillah sekarang amplatzer nya sudah terpasang dengan baik. Tetapi PH nya masih ada. Semenjak penutupan PDA itu yang saya rasakan malah rasa sesaknya itu malah lebih sering terasa, jantung lebih sering berdebar cepat dan lebih cepat capekdibanding sebelumnya. Sampai saat ini saya masih minum sildenafil dan ramipril tapi 5 hari kebelakang saya tidak meminum sildenafil karena stok habis. Yang ingin saya tanyakan apakah rasa sesak dan cepat lelah itu penyesuaian dari Amplatzer yang terpasang di jantung saya? Dan apakah PH bisa sembuh setelah PDA saya ditutup? Terima kasih
  5. Saya Rini 34 tahun, PH primer mild to moderate dari Tasikmalaya. Saya masih bisa beraktivitas normal dan bekerja sebagai karyawan seperti biasa. Namun ketika makan tidak bisa sambil lesehan dan badan agak membungkuk karena perut terasa penuh, sesak dan engap. Saat tidur hidung seperti tersumbat padahal hidung tidak sedang flu (tidak setiap hari). Apakah itu efek dari PH? Dan apakah saya masih aman untuk hamil lagi?
  6. Saya Raden 68 tahun, awal November 2018 divonis PH-PPOK dengan mPAP 40 mmHg. Pada waktu awal sering sesak nafas dan cepat capek sekarang lebih baik. Pengobatan hanya diberi Onbrez Indicaterol 300 mcg dan Berotec 100mcg/puff dan baru 1 minggu ini diberi Spiriva 18 mcg. Sejak Spiriva nafas memang lebih lega Cuma kepala agak pusing. Sebelumnya saya divonis CHF, PPOK, HHD Cuma kadang tensi naik ke 140/90 biasanya 120/80. Yang menjadi masalah secara pribadi agak takut hipertensi karena pernah 4 hari tanpa obat akibatnya 3 hari dirawat di ICU. Bagaimana dengan pengobatan yang sekarang tetap dilaksanakan sebagaimana anjuran dokter atau mencari second opinion. Terima kasih atas perhatiannya
  7. Saya Arini Dini 26 tahun, ASD-PH dari Sukoharjo Jawa Tengah. Setiap kali saya tidur miring ke kiri terlalu lama dada kiri terasa sangat sakit, perih seperti ada luka terlebih jika kondisi badan sedang drop dan harus berbaring sepanjang hari di kasur sakitnya menjadi lebih sering meskipun tidak dengan posisi miring ke kiri. Kadang juga harus tidur dengan ditopang bantal yang tinggi seperti sedang duduk. Apakah kondisi ini baik-baik saja? Obat yang saya minum saat ini digoxin dan sildenafil 3×20 mg. Terima kasih
  8. Saya Edy Suseno 43 tahun, VSD Eisenmenger dan PH berat 105 dari Blitar. Ingin bertanya fungsi sildenafil dan dorner itu apa, bisakah menurunkan PH?
  9. Saya Siti Ruchoniyah 28 tahun, ASD-PH Bidirectional shunt dari Kulonprogo DIY. Maaf dok saya kalau kena panas lama-lama kok dada sesak dan punggung terasa sakit, kepala terasa seperti mau pecah. Kenapa ya dok?
  10. Saya Ragawati 63 tahun, PH emboli dari Jakarta. Sudah 2 bulan perut di ulu hati sakit sekali kata dokter mungkin ulkus mau endoskopi namun resiko tinggi jadi kalau sedang kambuh sakit ulu hati dan nafas sesak sampai mau pingsan diberi obat sucralfat, polisylen, strocain. Makan bubur dan minum harus 800-1000 ml saja. Saat ini obat PH sildenafil 3x50mg, kalau sesak sekali ditambah Ventavis. Kenapa ya sekarang ini cepat capek kalau jalan?
  11. Saya Gati Dewayani mau bertanya dok olahraga apa yang baik untuk penyakit jantung seperti PH? Karena kadang aktivitas saja sulit sering sesak. Terima kasih
  12. Ingin menanyakan tentang terapi oksigen pada pasien PH. Apakah benar-benar membantu dan bagaimana sebaiknya penggunaan yang baik dari oksigen itu ya dok? Terima kasih

 

 

Jawaban :

Assalamualaikum Wr Wb….

Teman2 hebat semua, perkenalkan, saya Nauli.Terimakasih sudah diizinkan bergabung dengan teman2 semua.

Pertama2 yang perlu diketahui adalah kondisi  Hipertensi Paru (HP) harus dilihat dari 3 sisi :

  1. Apakah dia merupakan penyakit utama, ataukah
  2. Akibat dari penyakit lain (seperti kelainan klep jantung, ASD, VSD,PDA, dll), atau
  3. Bersamaaan dengan penyakit lain seperti Lupus atau penyakit paru

Kenapa sih harus dilihat begini?  KARENA…..pengobatannya jauh berbeda. Pada kondisi 1 dan 3 maka pengobatan HP harus terus menerus. Tetapi pada kondisi nomor 2, maka kelainan utama harus dikoreksi bila Hpnya tidak berat. Karena spektrum penyakitnya luas, maka bisa timbul dari usia bayi sampai orang lansia.

Orang dengan HP memiliki keluhan yang beraneka ragam, mulai dari sesak nafas, cepat capai, batuk darah, biru di bibir,  sampai bengkak di perut dan kaki akibat menumpuknya cairan di perut, liver dan saluran cerna, akibatnya timbul rasa cepat kenyang bila makan atau minum sedikit, nafsu makan berkurang sampai timbul kuning di mata penderitanya akibat pembengkakan liver (biasanya akan sulit duduk membungkuk àini pertanyaan dari Mba Rini yaa..).  Yang lain adalah akibat kekurangan oksigen dalam waktu yang panjang, biasanya kadar Hbnya tinggi (diatas 15), sehingga kadang penderitanya pusing dan rasa mau pingsan. (ini menjawab pertanyaan Mas Syarif ya).

Derajat sesak nafas yang timbul pun berbeda2 tergantung beratnya HP dan kadang dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti penyakit paru, anemia dan faktor subyektif. Makin berat derajat HPnya, maka sesak akan timbul pada aktivitas yang ringan sekalipun. Dalam pengertian lain, orang dengan HP kadang tidak bisa diberikan beban aktivitas fisik yang sifatnya berat atau yang sifatnya terburu-buru (ini menjawab pertanyaan mba Arini ya). Pada kondisi ini dianjurkan supaya beban latihannya jangan dinaikkan dulu. Tidak ada olahraga khusus yang direkomendasikan pada penderita HP, tetapi biasanya kita mulai dari yang paling ringan, yaitu jalan santai atau relaksasi. Untuk berenang, hiking (ke puncak gunung atau daerah dataran tinggi), dan olahraga yang sangat menguras tenaga sangat tidak dianjurkan. (ini jawaban untuk pertanyaan mba Gani).

Naaah, pada kondisi seperti penyakit lambung atau pembengkakan liver, akan menimbulkan begah di uluhati atau panas di perut. (jawaban untuk ibu ragawati). Biasanya nyeri perut ini dicetuskan oleh kondisi terlambat makan, makanan yang banyak gas (seperti nangka, teh, kopi, kol, kangkung, santan2) dan akan lebih ringan setelah mengkonsumsi obat2 penetralisir asam lambung.

Keluhan lainnya adalah batuk yang tidak sembuh atau lebih mudah timbul sesak atau batuk saat udara dingin karena saat udara dingin, maka saluran nafas yang sudah sensitif pada orang dg HP akan menyempit. (menjawab pertanyaan Mba Dewi, caregiver yang hebat).

Pengobatan HP selain mengkoreksi kelainan dasarnya, maka perlu atau tidaknya obat2 seperti sildenafil, dorner, iloprost, bosentan tergantung dari derajat HPnya. Obat-obat ini bekerja dengan jalur yang berbeda-beda tapi satu tujuan, yaitu menurunkan tekanan di paru dengan melebarkan pembuluh darahnya (ini untuk Mas Edy di Blitar). Jika HPnya  sedang sampai berat, pengobatan ini baru diberikan. Pada beberapa pasien yang derajat HPnya ringan, maka setelah dilakukan koreksi terhadap penyakit dasarnya (seperti ASD/VSD/PDA) maka HP akan menghilang seiring dengan waktu, namun pada kondisi yang lebih berat kadang memerlukan waktu yang lebih lama untuk menurunkan HP, oleh karenanya obat2 masih dilanjutkan dengan evaluasi ekokardiografi. (ini menjawab pertanyaannya mba Dini ya). Naaah… HP yang tersisa ini lah yang membuat sesak. Jadi bukan karena adanya ADO atau ASO di jantung kita.

Oksigen diperlukan sebagai pengobatan awal penderta2 HP, lumayan lah…. 30 persen merasa lebih nyaman setelah menggunakan oksigen. Pada orang dengan HP, pertukaran oksigen di paru-paru berkuran sehingga yang sampai ke sel-sel tubuh kita pun berkurang. (jawaban untuk no.12)

Obat-obat lain digunakan atas indikasi tertentu tergantung penyakit penyerta seperti Tekanan darah tinggi (Hipertensi), maka obat untuk indikasi lain tersebut harus dikonsumsi untuk jangka waktu seterusnya. ( ini untuk Bu Raden S ya bu) karena usia ibu sudah 68 tahun dan biasanya tekanan darah tinggi yang timbul sudah permanen.

Untuk mba Arini…pejuang HP kita.. orang sehat tidak dianjurkan untuk berbaring ke kiri karena jantung akan menekan paru-paru, sehingga menimbulkan sensasi nafas pendek. Naah apalagi untuk pasien HP. Mba Arini minum Sildenafilnya yang khusus untuk dosis 20 mg ya.

Untuk mba Siti, kalau panas, maka pembuluh darah akan melebar sehingga menimbulkan keluhan sakit kepala karena pembuluh darahnya ikut melebar, dan punggung tidak nyaman.

Demikian yang bisa saya share ya disini.. Teman-teman pejuang HP…

INGAT…motivasi yang hebat adalah berasal dari diri sendiri.. sakit tidak membuat kita tidak bisa berkarya.

Semoga bermafaat.

 

By | 2019-09-12T10:26:20+00:00 February 1st, 2019|Kuliah lewat Telegram|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
WhatsApp chat