Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.
Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799
PENGUMUMAN KULWAP YHPI
- Waktu : Sabtu, 14 Maret 2026
- Pukul : 15.00 – 16.00 WIB
- Narasumber : dr. Dea Kurniawan, Sp.JP
- Tema : Manajemen Cairan Bagi Pasien Hipertensi Paru
- Moderator : Amida
Manajemen cairan pada pasien hipertensi paru (PH) bertujuan utama menjaga keseimbangan cairan (euvolemia) untuk menghindari beban berlebih pada ventrikel kanan, yang sering kali mengalami gagal jantung. Fokus utamanya adalah penggunaan diuretik untuk mengatasi retensi cairan/edema, pembatasan natrium, pemantauan berat badan harian yang ketat, dan penyesuaian terapi vasodilator.
Komponen Penting Manajemen Cairan:
- Penggunaan Diuretik: Diuretik loop (seperti furosemide) adalah terapi lini pertama untuk mengurangi kelebihan cairan di paru-paru, perut, dan tungkai, serta mengurangi beban kerja jantung.
- Antagonis Aldosteron: Spironolactone sering digunakan untuk mengatasi retensi cairan dan melawan fibrosis jantung.
- Pemantauan Mandiri: Pasien diwajibkan memantau berat badan harian secara ketat untuk mendeteksi retensi cairan lebih awal.
- Diet Rendah Garam: Pembatasan asupan natrium sangat penting untuk mencegah akumulasi cairan.
- Keseimbangan Cairan: Kelebihan cairan harus dihindari karena memicu gagal ventrikel kanan, tetapi pengeluaran cairan yang terlalu cepat juga berbahaya karena dapat menurunkan curah jantung.
- Pemantauan Elektrolit: Penggunaan diuretik membutuhkan pemantauan berkala terhadap kadar elektrolit untuk menghindari hipokalemia dan alkalosis metabolik.
Manajemen yang tepat, terutama pada pasien dengan komplikasi gagal jantung kanan, sangat krusial untuk mencegah rawat inap ulang dan meningkatkan prognosis.
1. Pertanyaan:
Nama: Lina, Usia: 36th, Domisili: Tangsel, Diagnosa: Post ASD Closure, asd creation. Dok, sy sudah diberhentikan minum furosemide. Kondisi skrg bb tiap bangun tidur aman seminggu, selalu sama, lebih dari seminggu ada kenaikan sedikit. Kl udh naik sy minum furosemide 1x. Nanti balik ke bb smula. Kondisi kaki tidak bengkak, hanya perut yang agak keras (buncit dikit) tp sy tidak sesak. Apa ini bs diindikasikasikan kelebihan cairan jg dok?
Jawaban:
Baik terima kasih atas pertanyaannya jadi untuk overload cairan atau kelebihan cairan itu bisa diketahui dari tanda subjektif maupun objektif. subjektif artinya apa yang dikeluhkan oleh pasien seperti sesak bila tidur terlentang sesak bila aktivitas. atau secara objektif dari tanda yang muncul seperti adanya edema pada tungkai terus kemudian ronki dari pemeriksaan fisik. atau yang sederhana juga bisa diketahui dari peningkatan berat badan yang cepat dalam waktu singkat. ada yang mendefinisikan sebagai peningkatan berat badan 500 gram dalam satu hari atau ada juga yang menggunakan patokan peningkatan 2 kg dalam 3 hari.
jadi memang pada kondisi PH itu balance cairan harus seimbang dan disarankan untuk mengukur berat badan. sederhananya secara periodik sehingga bila terjadi peningkatan berat badan yang cepat dalam waktu beberapa hari maka bisa kita asumsikan terjadi overload cairan. pada kondisi overload cairan maka kita membutuhkan pemberian diuretik untuk mengatasi overload tersebut memang diuretik ini tidak diminum secara rutin, yang diberikan hanya ketika dijumpai tanda-tanda overload cairan atau ketika kita kesulitan dalam menjaga status volume tubuh dalam kondisi euvolumia atau balance cairan yang seimbang. demikian terima kasih
2. Pertanyaan:
Nama: Ani herawati, Usia: 50 tahun, Domisili: Bekasi, Diagnosa: PH & autoimun scleroderma. Sebelumnya saya penyintas autoimun sejak 2017, setelah tegak diagnosa PH ditahun 2023 sering muncul bengkak kaki. Oleh dokter jantung nifedipine di ganti adalat oros dan cairan dibatasi 1 liter per hari. Apakah konsumsi cairan bisa ditambah/ dikurangi misal di cuaca panas atau musim hujan.
Apakah kekurangan cairan berpengaruh ke kondisi saya. Kadang tensi normal tapi sering pusing seperti anemia. Terimakasih Dokter
Jawaban:
Baik terima kasih pertanyaannya Bu Hera. jadi prinsipnya pasien dengan hipertensi paru itu harus menjaga kebutuhan cairan tetap seimbang. dalam kondisi euvolumia atau tidak terjadi overload cairan maka kebutuhan cairan harian tubuh itu 40 cc per kg berat badan. kemudian bila diasumsikan berat badan orang dewasa itu adalah 50 kg maka kebutuhan cairan setidaknya itu sekitar 2 liter per hari batasannya seperti itu. nah pada kondisi hipertensi paru memang karakteristik khas dari ventrikel kanan atau ruang jantung karena itu dia tidak boleh overload tidak boleh juga hipovolume atau kekurangan cairan. karena kekurangan cairan maka cardiac otot akan menurun sehingga darah yang dipompa ke peredaran sistemnya akan berkurang.
sederhananya sebenarnya untuk kehilangan cairan itu bisa kehilangan cairan dari urine atau dari yang namanya IWL (Insensible Water Loss) pada orang dewasa itu berkisar antara 500 hingga 800 ml per hari. namun dalam kondisi terjadi peningkatan suhu tubuh misalkan karena aktivitas atau karena demam maka IWL itu akan meningkat.
jadi setiap peningkatan satu derajat Celcius suhu tubuh maka akan terjadi peningkatan IWL 200 ml. nah balik ke prinsip seimbang tadi artinya kalau intake cairan itu sekitar 2 liter per hari dan urine output atau produksi urine itu dalam satu hari ada sekitar 1500 dengan IWL sekitar 500 maka itu yang disebut dengan seimbang. nah nanti bisa diperkirakan saja misalkan terjadi peningkatan aktivitas fisik atau peningkatan suhu tubuh maka balance cairannya untuk tetap jaga seimbang itu bisa dilebihkan untuk intake cairannya. yang penting kembali status euvolumnya itu tetap seimbang terus kemudian tidak terdapat tanda-tanda overload cairan ya, yang tadi saya sebutkan di pertanyaan sebelumnya terjadi peningkatan berat badan berlebih, sesak saat tidur terlentang atau batuk saat tidur terlentang atau dijumpai adanya edema, bengkak pada tungkai, pada punggung kaki atau yang lebih berat bisa didapatkan pembengkakan hingga rongga abdomen ataupun rongga paru. Demikian terima kasih
3. Pertanyaan:
Nama: Greta, Usia: 41 th, Domisili: Bandung, Diagnosa: post closure asd ph.
Pertanyaan:
- Saya sudah dilakukan penutupan namun masih ada PH apakah masih harus ada batasan cairan yang diminum?
- Saya masih suka ada edema dan edema saya di perut.. minum furosemide hanya saat diperlukan saja namun skr perut bagian kanan saya sakit dan sdh di usg ada pasir di empedu dan ginjal karena kurang minum menurut dokter internist yang memeriksa saya. Jadi harus menyiasatinya bagaimana Dok? Terimakasih Dok
Jawaban:
Baik bu Greta terima kasih atas pertanyaannya. jadi sama seperti pertanyaan sebelumnya prinsipnya untuk hipertensi paru apalagi kalau sudah didapatkan gagal jantung kanan maka balance cairan atau kebutuhan cairan itu harus seimbang. kebutuhan cairan harian normalnya adalah 40 cc per kg berat badan per hari dalam kondisi pasien yang tidak hipervolum atau tidak overload cairan. kalau pada orang dengan rata-rata berat 50 kg, maka kebutuhan cairan per hari sekitar 2 liter.
jadi selama kondisi euvolum atau volume seimbang maka batasan cairannya itu sekitar 2 liter bisa naik bisa turun tergantung kepada produksi urine atau kepada aktivitas fisik dan suhu tubuh. kemudian ini juga berkaitan dengan pertanyaan kedua mengenai adanya masalah di ginjal ya. jadi memang pada kondisi ada masalah di ginjal tentu kita juga harus memaintenance kondisi cairan tubuh, yang dalam kondisi seperti ini cairan harus cukup juga tidak boleh overload tadi. paling sederhana mungkin bisa dibantu dengan cara mencatat produksi urine harian kemudian minum sesuai dengan rekomendasi kebutuhan cairan harian tadi yang saya sebutkan.
bagaimana cara memantau tanda kelebihan cairannya gitu tadi saya sebuntukan bahwa bisa dengan cara sederhananya memantau berat badan harian dari pasien. bila memang terjadi peningkatan lebih dari dua kilo dalam 3 hari maka itu sudah overload cairan. selama tidak ada tanda overload cairan dan balance cairan artinya produksi urine dan intake cairannya itu tetap seimbang, maka saya pikir tidak ada masalah dengan konsumsi cairan yang cukup tadi atau sedikit lebih juga tidak apa-apa. terima kasih
4. Pertanyaan:
Nama: Nadia, Usia: 24 th, Domisili: Cianjur, Diagnosa: asd closure ph. Bagaimana caranya agar pasca operasi recovery/pemulihannya agar lebih cepat dan tubuh kondisinya lebih siap bila diharuskan operasi bedah terbuka. Terimakasih Dok 🙏
Jawaban:
Baik terima kasih Nadia atas pertanyaannya. jadi bagaimana caranya agar operasi recoverynya bisa cepat ya. jadi untuk operasi ASD closure tentu sebelum dilakukan tindakan akan dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan, yang penting adalah kapasitas fungsional dari pasien sederhananya kalau memang pasien hipertensi paru itu dapat melakukan daily activity tanpa adanya hambatan maka itu kapasitas fungsionalnya itu sekitar 4 Mets.
nah sebelum operasi tentu kita harus optimalkan ph-nya, hipertensi paru nya pressure di parunya bagaimana. tentu sebelum memutuskan ini bisa di closer atau tidak Kita harus lakukan RHC terlebih dahulu untuk menentukan apakah memang ini bisa ditutup atau tidak. nah setelah operasi ada yang namanya rehabilitasi jantung, nah di situ nanti akan di atur bagaimana program untuk bisa mempercepat proses pemulihan pasca dilakukannya open heart surgery. jadi nanti ikuti saja program yang sudah di planningkan dari tim bedah jantungnya terima kasih
5. Pertanyaan:
Nama: Mustika Ningsih, Usia: 29th, Domisili: Ciamis, Diagnosa: PDA + PH. Dok, saya sudah penutupan PDA closure masih ada PH, dok saya masih sering ada lebam keunguan d badan atau kaki, kepentok dikit lebam apakah itu normal dok? Badan saya sering pegal² katanya kurang minum, tapi dok kalo kebanyakan minum rasanya juga nyeseg (pengap) itu gimana cara mengatasinya ya dok? Terimakasih dok🙏
Jawaban:
Terima kasih Mbak mustika atas pertanyaannya. jadi ini perlu saya konfirmasi apakah memang lebamnya itu disebabkan oleh karena hal lain. misalkan selain obat-obatan PH juga mengkonsumsi obat antiplatelet atau pengencer darah yang lain. Kalau memang menggunakan obat antiplatelet atau pengencer darah maka biasanya memang akan mudah terjadi ruam atau lebam ketika ada benturan fisik di tubuh. namun memang lebam ini secara estetik jelek tetapi sebenarnya tergolong kepada minor bleeding selama tidak disertai dengan tanda dan gejala yang lain. yang penting bukan bleeding yang mayor artinya sampai menimbulkan keluhan. contohnya misalkan disertai dengan gejala-gejala anemia pucat terus kemudian semakin mudah lelah. mungkin yang minor bleeding ini bisa menjadi akumulasi
Bila sudah disertai dengan penurunan hemoglobin lebih dari 3 gram desiliter maka untuk kondisi tersebut bisa ditunda terlebih dahulu pemberian obat pengencer darahnya. kemudian untuk masalah cairan tetap prinsipnya seimbang kebutuhan orang intake yang diminum harus seimbang dengan yang dikeluarkan baik itu dari produksi urine maupun dari IWL atau produksi keringat. jadi memang harus ditakar dalam kondisi Euvolumia kembali lagi bahwa kebutuhan cairan itu 40 cc per kg berat badan jadi kalau misalkan berat badannya 50 atau kebutuhan cairannya sekitar 2 liter per hari bila memang disertai dengan tanda overload maka bisa diberikan furosemide sesuai dengan kondisi klinis saat itu dia sudah kembali ke euvolumia maka furosemide nya bisa dihentikan. demikian terima kasih
6. Pertanyaan:
Nama: Nana, Usia: 30th, Domisili: Bdg, Diagnosa: ASD (SVD) PAPVR. Dok, hasil echo saya kan ada cairan di jantung , bagaimana penanganan cairan dijantung tersebut ya ? Apakah bisa ditangani sebelum Closure? Lalu hasil ph di echo terbaru 100 mmhg dan rhc : 60 mmhg. Itu yang akurat yang mana ya ? Apakah ada kaitannya ph tinggi penyebab penumpukan cairan dijantung ? Padahal sy konsumsi cairan pun kadang kurang to normal sesuai kondisi PH. Terimakasih dok
Jawaban:
Baik mbak Nana jadi mungkin yang dimaksud dengan penanganan cairan di jantung itu efusi pericard ya. jadi memang normalnya itu antara jantung dan selaput pembungkusnya itu ada cairan, itu sebenarnya suatu hal yang normal tetapi dalam kondisi cairan terlalu banyak maka itu yang disebut dengan efusi pericard itu bisa diketahui dari eko kardiografi. bila memang cairan efusinya itu lebih dari 2 cm itu yang kita sebut dengan efusi pericard masif. nah dalam kondisi efusi pericard masif itu mungkin bisa dipertimbangkan untuk dikeluarkan cairannya. tetapi bila memang masih sedikit maka cukup dengan obat-obatan saja cukup dengan menjaga balance cairan saja. kemudian nilai PH di echo 100 mmhg, mungkin di sini maksudnya PA pressure ya tekanan di pulmonary arterinya.
mana yang lebih valid antara echo dengan RHC, sampai saat ini itu golden standarnya tetap kateterisasi jantung kanan (RHC). Echo itu banyak kekurangannya tetapi bisa digunakan sebagai screening awal atau penapisan awal namun tetap dalam hal tatalaksana dalam hal pemantauan efektivitas terapi, dalam hal untuk tatalaksana definitif untuk closure itu kita tetap menggunakan RHC. Lalu yang lebih akurat tentu saja yang RHC. demikian terima kasih
7. Pertanyaan:
Nama: Rosyid , Usia: 67 tahun, Domisili : JakBar, Diagnosa:ASD + PH. Pertanyaan: 1 tahun yang lalu minum furosemid 1 Minggu 2 kali, 2 bulan ini , karna cepat lelah , dokter sarankan. th/furosemid 1kali tiap hari. Untuk kaki bengkak tidak ada , tp cepat lelah. Karna sekarang th/furosemid 1×1…. Menolong sekali.
Jawaban:
Baik terima kasih atas pertanyaannya pak Rosyid jadi kebutuhan furosemide menyesuaikan kepada status euvolumia tubuh ya pak mungkin dari penilaian dokternya dengan kondisi yang sudah euvolumia tidak terjadi overload cairan maka dilakukan tuppering down secara bertahap kebutuhan furosemide nya. kalau bapak bisa menjaga kebutuhan cairan tetap seimbang maka bukan tidak mungkin kalau furosemide itu bisa di stop. yang penting bila memang masih ada hipeertensi parunya seperti obat hipertensi paru nya tetap dikonsumsi sesuai anjuran dokter terima kasih
8. Pertanyaan:
Nama: Yenny, Caregiver dari Davin, Usia: 19 th, Domisili: Bandung, Diagnosa: Down Syndrome, PDA, VSD, PH 100 mmHg. dr. Dea yth, Hasil cek darah anak saya Hb 17.4 hematokrit 51%. Bukankah dengan hasil di atas harus terhidrasi dengan baik (untuk menghindari darah terlalu kental). Sedangkan di sisi lain, asupan cairan untuk pasien PH harus dibatasi. (Tidak ada bengkak di kaki, perut agak buncit tapi entah karena lemak atau bukan, karena agak obesitas TB/BB 147/62). Lalu bagaimana takaran cairan yang cukup untuk kasus tersebut. Terima kasih dokter
Jawaban:
Baik terima kasih Bu Yeni atas pertanyaannya anak ibu dengan multiple congenital anomalis jadi memang patokan kebutuhan cairan pada anak itu memang lebih strict dibandingkan dewasa ya. Bisa menggunakan patokan berat badan 40 cc per kg berat badan dan benar sekali memang dalam kondisi hemoglobin yang tinggi apalagi terjadi hemokonsentrasi ditandai dengan hematokrit yang meningkat maka tidak boleh dehidrasi maka itu tadi patokannya adalah dengan menggunakan berat badan dan kebutuhan cairannya adalah 40 cc per kg berat badan.
selama tidak terjadi tanda-tanda overload cairan tidak terjadi peningkatan berat badan lebih dari 2 kg dalam 3 hari maka bisa digunakan kebutuhan cairan seperti yang saya sebuntukan tadi. bila memang nanti didapatkan tanda-tanda overload cairan maka bisa diberikan diuretik untuk mengatasi overload cairannya sesuai dengan kondisi klinis dari pasiennya. terima kasih
9. Pertanyaan:
Nama: Endah Sari, Usia: 36th, Domisili: magelang, Diagnosa: ASD sinus venosus,papvd,plsvc,PH 39mmHg (post op). 1 bulan yang lalu saya op asd (namun gagal tindakan) hny dilakukan sternotomy saja setelah op ada cairan di paru²,ada aritmia detak jantung 125-155/menit,bengkak seluruh tubuh(asupan cairan tdk berlebihan) padahal sebelum tindakan tidak ada (masa pemulihan opname lagi dan bengkak ilang,detak jantung normal 78-85/menit).
bagaimana cara saya mencegah agar bengkak itu tidak kembali berulang,dan apakah aritmia itu seiring berjalannya waktu akan bisa menghilang. terimakasih penjelasannya dokter 🙏
Jawaban:
Baiklah terima kasih Bu Endah atas pertanyaannya jadi untuk ASD sinus venosus disertai dengan adanya papvd maupun plsvc itu memang merupakan salah satu predisposisi terjadinya aritmia. Jadi ASD sinus venosus sendiri letak anatomisnya itu dekat dengan sistem konduksi jantung sehingga mudah terjadi aritmia. kemudian ditambah dengan adanya gangguan drainase dari vena berupa papvd maupun plsvc mungkin nanti dikonfirmasi dalam echo-nya ya kalau disertai dengan dilatasi dari ruang jantung itu juga bisa mengakibatkan aritmia. nah dalam kondisi yang sudah seperti itu maka preparasi sebelum tindakan itu menjadi penting, karena aritmia itu banyak, ada yang namanya substrat ada yang namanya triggering vector nah itu yang harus dikendalikan artinya kita cari sebelum operasi apa yang menyebabkan trigger dari aritmia nya.
kalau memang sudah terjadi kelainan anatomi berupa dilatasi ruang jantung maka cairan nya harus dikendalikan tidak boleh overload tidak boleh pula dehidrasi kemudian elektrolit juga dikendalikan, fungsi ginjal harus di perbaiki bila memang didapatkan ada gangguan ginjal. jadi persiapan preoperatifnya yang saya pikir butuh dilakukan dengan baik dan itu nanti bisa dikomunikasikan dengan tim bedahjantung di fasilitas kesehatan tempat Bu Endah berobat. yang penting bila memang diperlukan nanti bisa diberikan obat-obatan nanti aritmia untuk pencegahan atau pengobatan dan nanti kondisi tiap orang akan sangat spesifik jadi butuh pendekatan yang individualistik bagaimana persiapan terbaik supaya rencana operasi atau proses koreksinya itu bisa berjalan dengan lancer. demikian terima kasih
10. Pertanyaan:
Nama : Diana, Usia : 30 thn, Domisili : Banda Aceh, Diagnosa : PH Primer. Assalamu’alaikum. Dok saya diagnasa PH Primer pertengahan tahun lalu. Alhamdulillah belum mengarah ke gagal jantung kanan, dan kondisi saya sekarang sangat stabil. Saya rutin berjalan pagi, bisa sampai 5-6 km dengan durasi 1 jam-an.
Sejak saya awal sakit, dokter tidak pernah membatasi cairan. Bahkan setiap saya kontrol ( saya kontrol tiap minggu ), Dokter selalu mengingatkan saya untuk perbanyak minum. Saat ini saya mengkonsumsi furosemide 20 mg 1 kali sehari. Apakah karna BB saya kecil makanya cairan tidak dibatasi? ( BB 37, TB 150 dengan LP 62 ). Mohon penjelasannya Dok, terimakasih…
Jawaban:
Baik terima kasih bu Diana jadi prinsipnya bahwa selama balance cairannya bisa seimbang maka itu menjadi tidak masalah ya. artinya sebanyak apapun cairan yang masuk kalau urine outputnya produksi urinnya dan iwl nya itu cukup seimbang dengan intake nya maka itu menjadi tidak masalah. yang jadi patokan adalah ya berat badan 36 tinggal dikalikan 40 cc berat badan maka itu adalah kebutuhan cairan harian dan bisa meningkat dengan kondisi terjadi peningkatan aktivitas fisik ya.
jadi selama balance cairan seimbang dan bisa terjaga tidak ada tanda-tanda overload cairan maka pembatasan cairan menjadi lebih fleksibel dibandingkan pada kondisi-kondisi yang gagal jantung karena memang karakteristik jantung karena ini khas, dia suka terhadap volume yang banyak dan dia tahan terhadap over volume sebenarnya. lain halnya kalau memang jantung kanan nya itu sudah terjadi gagal jantung kanan maka kita bisa lebih strict dalam hal kebutuhan cairan hariannya.tapi kalau selama tidak ada tanda jatuh ke kanan relatif lebih longgar untuk kebutuhan cairannya bisa sedikit lebih banyak daripada kebutuhan cairan harian terima kasih
11. Pertanyaan:
Nama: Beni ronanto, Usia: 35thn, Domisili: sultra, Diagnosa: asd +pH. dok… Sy di diagnosa ASD + pH,, 3 bulan lalu persendian jempol kaki kanan bengkak,,diceknasam urat ternyata tinggi , 10,2
Bagamana cara manajemen cairan dok? Disatu sisi saya PH,,harus dibatasi cairan..sedangkan disisi lain penderita asam urat harus banyak konsumsi air. Mohon petunjuk dok.
Jawaban:
Baik pak beni jadi untuk asdph disertai dengan goat arthritis ya tetap kita berpatokan kepada prinsip bahwa balance cairan harus seimbang kemudian pada kondisi tidak disertai dengan gagal jantung kanan maka balance tersebut bisa lebih longgar tetapi bila disertai dengan gagal jantung kanan maka kebutuhan cairan menjadi lebih strict atau lebih sempit. nah selama tidak disertai dengan tanda-tanda overload cairan maka bapak bisa mengkonsumsi cairan harian itu hingga 40 cc per kg berat badan. kalau memang dengan konsumsi 40 cc tersebut didapati tanda overload cairan bisa dibuang kelebihan cairan dengan pemberian diuretik atau furosemide atau spironolactone kombinasi. demikian terima kasih
12. Pertanyaan:
Nama: K. Indriawati, Usia: 59 THN, Domisili : Jogjakarta. Dok setelah saya kena TB merasa kondisinya cepat lelah. Disamping itu saya mempunyai riwayat susah tidur. Apakah kekurangan air minum/ cairan dlm tubuh juga bisa membuat kerja jantung berat dan bikin nyesek/engap. Kalau kelebihan akan membuat bengkak diperut/dikaki.
Alhamdulillah, saya dapat mengontrol cairan saat paha dan perut terasa lebih besar dr biasanya. Namun dokter saya bilang dikarenakan peredaran darah TDK lancar saja. Gimana dok sebenarnya pembesaran dipaha sama perut. Disebut edemakah. Akan tetapi jika saya buat rehat akan kempis sendiri dan jadi normal lagi. Gimana ini dok,apa yang saya alami ini yang disebut edema
Jawaban:
Baik terima kasih Bu indriawati atas pertanyaannya jadi memang hipertensi paru itu macam-macam kelasnya. hipertensi baru yang diakibatkan oleh gangguan dari paru seperti tuberkolosis itu bisa dikategorikan sebagai hipertensi paru tipe 3 ya. Dan prinsipnya tetap sama bahwa kebutuhan cairan itu harus seimbang.
kemudian kalau keluhan sesak itu memang bisa diakibatkan karena berbagai macam hal, bisa memang sumbernya dari masalah paru, bisa sumbernya dari masalah jantungnya dan itu harus diteliti dengan lebih detail dari pemeriksaan fisiknya. dan bila perlu memang dari pemeriksaan penunjang. bila memang TB-nya itu sudah mengarah dan berlanjut menjadi kondisi yang kronis maka seringkali meninggalkan gejala sisa, menjadi apa yang disebut dengan sopt ya syndrome obstruksi post tuberkolosis. karena kondisi ini juga bisa mengakibatkan sesak.
jadi pertama, yang jelas harus diobati TB-nya harus selesai 6 bulan, kemudian nanti tinggal dilihat gejala sisanya apakah memang ada tanda-tanda yang mengarah kepada SOPT atau tidak. Dan untuk kebutuhan cairan, kita tetap berpatokan kepada kebutuhan cairan harian 40 cc per kilogram berat badan dan kapan kita curiga bahwa pembengkakan itu disebabkan oleh overload cairan ya ketika sederhananya pembengkakan tersebut mengakibatkan peningkatan berat badan dalam waktu cepat ya tadi saya menggunakan patokan 2 kg dalam waktu 3 hari ya.
kalau memang peningkatan berat badan itu terjadi akibat peningkatan massa tubuh akibat peningkatan massa otot atau perbaikan status gizi, maka biasanya peningkatan berat badannya tidak akan secepat bila dibandingkan dengan peningkatan berat badan yang diakibatkan oleh overload cairan tadi. terima kasih
Jadi prinsip balance cairan seimbang itu tidak berlaku pada pasien-pasien yang mengalami overload cairan. artinya dalam kondisi seperti itu maka biasanya dokter akan menargetkan balance cairan negatif sampai tercapai kondisi euvolumi yang dinilai bisa secara klinis tidak adanya edema bronki , bengkak yang membaik, keluhan sesak yang berkurang atau secara objektif bisa dengan pemeriksaan Echo cardiografi untuk menilai status euvolumi.
nah sederhananya seperti yang telah saya sebutkan di jawaban-jawaban sebelumnya untuk mengetahui deteksi dini overload cairan sebelum muncul keluhan sesak maka bisa dilakukan pengukuran berat badan secara berkala. seperti yang tadi salah satunya adalah mengukur berat badan tiap 3 hari sekali, bila didapatkan peningkatan yang cepat maka kita sudah boleh curiga ini terjadi overload cairan, sehingga kita bisa melakukan dekongestif baik dengan cara pemberian diuretik baik dengan cara single diuretik penggunaan loop diuretik seperti furosemid atau bisa dikombinasi dengan diuretik hemat kalium.
selain itu perlu dipantau bagaimana status elektrolit tubuh karena semakin banyak kita melakukan dekongestif maka akan semakin banyak elektrolit yang terbuang terutama adalah kalium. dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya overload cairan maka bisa dilakukan dengan cara diet rendah natrium, baik itu yang didapat dari garam dapur ataupun yang didapat dari produk turunannya, seperti pengawet makanan ataupun bentuk sediaan konsumsi lain yang banyak terkandung natrium di dalamnya. demikian terima kasih semuanya.”_ dr. Dea Kurniawan, Sp.JP