Persiapan Puasa Bagi Pasien Hipertensi Paru

//Persiapan Puasa Bagi Pasien Hipertensi Paru

Persiapan Puasa Bagi Pasien Hipertensi Paru

Istilah ’’sedia payung sebelum hujan” menjadi gambaran yang cocok bagi pasien hipertensi paru untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Seperti yang disampaikan oleh dokter Endang Kusreni, Sp.JP dalam Kulwap (Kuliah Whatsapp) yang diadakan oleh Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) pada Sabtu, 2 Maret 2024, bahwa pasien berpenyakit jantung memiliki resiko kesehatan yang serius saat menjalankan puasa. Apalagi jika kondisi pasien disertai hipertensi paru yang berat, maka disarankan untuk tidak berpuasa sama sekali.

Ilustrasi karya Odua Images

 

“Memperhatikan asupan nutrisi sebelum dan selama puasa dengan makanan sehat seperti buah, sayur, makanan tinggi protein, rendah lemak, menghindari makanan tinggi garam, makanan olahan, serta tidak mengkonsumsi gula berlebihan adalah tips tetap stabil untuk persiapan puasa.” tutur dokter Endang Kusreni. Beliau juga menambahkan bahwa pasien perlu membatasi asupan cairan sekitar 1-1,5 L perhari saat sesak napas, membatasi aktifitas berat serta istirahat yang cukup.

Lalu, bagaimana jika saat puasa tiba-tiba kondisi irama jantung berdebar kencang? Dari penjelasan dokter Endang Kusreni bahwa irama jantung yang tiba-tiba berdebar kencang tidak selalu menandakan bahwa harus berhenti puasa, kecuali waktunya lebih dari 5 menit disertai nyeri yang menusuk ke belakang punggung hingga tembus dada lalu menyebar ke lengan, sesak napas berat, saturasi menurun dan lemas. Jika kondisi berdebar tidak berkurang meskipun sudah istirahat bisa jadi tanda hipoglikemia (kadar gula darah tiba-tiba turun karena saat puasa kita kurang asupan makanan).

 

Dokter Endang Kusreni menekankan bahwa pasien jantung dan hipertensi paru harus tetap mengonsumsi obat rutin selama berpuasa sesuai resep dokter. Obat dengan resep 3x sehari bisa dibagi saat berbuka jam 18.00, menjelang tidur kisaran jam 23.00, dan saat sahur jam 04.00. Adapun penambahan obat ISDN untuk pasien yg merasakan nyeri dada, bisa memakai obat nitrat yg bekerja dan berefek lama sehingga bisa diminum saat sahur dan berbuka. Dan jika ada keluhan lambung pun bisa mengonsumsi obat penurun asam lambung.

”Tips aman berpuasa untuk pasien hipertensi paru dengan mengenali diri sendiri dulu, tidak memaksakan diri jika belum mampu, konsumsi makanan bergizi, aktivitas yang sesuai kondisi masing-masing dan tidak lupa minum obat hipertensi paru.” papar dr. Endang Kusreni diakhir sesi pertanyaan.

Berpuasa tentulah menyehatkan tubuh karena dapat menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme tubuh, menurunkan kolestrol, detoksifikasi dan lainnya. Pasien hipertensi paru harus rutin berkonsultasi dengan dokter selama berpuasa.

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Oleh: Dewi Retno

Sumber : Kulwap bersama dokter Endang Kusreni, Sp.JP https://www.hipertensiparu.org/persiapan-puasa-bagi-pasien-hipertensi-paru-kulwap

 

By | 2025-02-18T08:25:29+00:00 February 18th, 2025|Artikel|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat