Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.
Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799
PENGUMUMAN KULWAP YHPI
- Waktu : Sabtu, 15 Agustus 2026
- Pukul : 19.00 – 20.00 WIB
- Narasumber : dr. Risalina Myrtha, Sp.JP(K)
- Tema : Memantau Perjalanan Hipertensi Paru: Peran USG Jantung dari Waktu ke Waktu
- Moderator : Amida
Selamat pagi, Bapak/Ibu anggota YHPI
Seperti yang kita sudah ketahui, Hipertensi paru adalah kondisi terjadi peningkatan tekanan di pembuluh darah paru bisa disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kelainan jantung kiri, penyakit jantung bawaan, penyakit paru, penyakit autoimun, dan lain-lain. USG jantung (ekokardiografi) adalah alat penunjang awal utama dalam penatalaksanaan hipertensi paru.
Sejak awal, ekokardiografi berperan penting untuk skrining (mendeteksi adanya kondisi ini pada individu berisiko) dan diagnosis awal, sekaligus membantu kita mengidentifikasi penyebabnya—apakah berasal dari kelainan jantung kiri, penyakit jantung bawaan, atau masalah lainnya, bahkan kelainan yang tidak diketahui penyebabnya.
Namun, peran ekokardiografi tidak berhenti setelah diagnosis tegak. Pemeriksaan ini merupakan alat yang digunakan untuk memantau kondisi Bapak/Ibu yang aman, tanpa rasa sakit, dan tanpa radiasi untuk melihat perjalanan klinis penyakit Bapak/Ibu dari waktu ke waktu. USG jantung ini tersedia luas di hampir semua daerah di Indonesia. Melalui evaluasi berkala, kekuatan pompa jantung kanan, perkiraan tekanan paru, dan respons terhadap pengobatan dapat dipantau dengan menggunakan USG Jantung.
Pemantauan berkesinambungan ini memungkinkan dalam penyesuaian terapi secara tepat sebelum timbul gejala yang lebih berat, demi menjaga fungsi jantung dan kualitas hidup Bapak/Ibu tetap optimal.
1. Pertanyaan:
Nama : Annisa, Usia : 23 Tahun, Domisili : Banjarmasin. Diagnosa : ASD Secundum, PH, CHF. Dok, pada pasien ASD secundum yang sudah disertai hipertensi paru dan CHF, dari pemeriksaan echo berkala, parameter apa yang paling penting untuk melihat apakah kondisi pasien membaik, stabil, atau justru memburuk? Dan apakah fungsi jantung kanan lebih penting diperhatikan dibandingkan angka tekanan paru?
Jawaban:
Selamat malam, mba Annisa. Secara umum, pada kasus hipertensi paru yang disebabkan oleh ASD, pemantauan ekokardiografi berkala digunakan untuk memantau perkiraan kenaikan tekanan paru yang paling mudah dinilai dari kecepatan maksimal regurgitasi/kebocoran katup trikuspid. Tekanan paru diperlukan untuk memutuskan apakah ASD bisa ditutup atau tidak. Ekokardiografi dapat membantu memperkirakan, tetapi pastinya menggunakan kateterisasi jantung kanan.
Selain memperkirakan tekanan paru, ekokardiografi juga digunakan untuk menilai fungsi jantung kanan. Penurunan fungsi jantung kanan memperlihatkan bahwa jantung kanan sudah mulai lelah bekerja. Hal ini penting untuk dinilai, karena adanya penurunan fungsi jantung kanan akan dapat menyebabkan timbulnya gejala gagal jantung kanan seperti kaki bengkak dan perut bengkak/sebah.
Dan yang paling penting, bukan pemantauan ekokardiografinya, tetapi penutupan dari ASD jika hasil kateterisasi masih memungkinkan untuk ditutup supaya penyebab hipertensi paru segera dikoreksi dan tidak bertambah berat
Annisa:
Izin nanya dok, kalau dilakukan ASD closure open heart tapi tidak bisa ditutup semua namun disisakan sedikit lubang, apa ada pengaruh nya dengan tekanan paru nanti bisa jadi turun PH nya atau gimaan dok ?
dr. Myrtha:
Pada kasus ASD yang tekanan parunya terlalu tinggi, dilakukan penutupan tetapi dengan menyisakan sedikit lubangnya dengan tujuan mengurangi beban tekanan pada jantung kanan (karena lubang akan mengalirkan ke jantung kiri)
Annisa:
Tapi kalau misalnya sudah dilakukan metode ini, apakah kedepannya ada harapn perbaikan gitu dok ?
dr. Myrtha:
Betul, mba, karena jika dibiarkan ukurannya sesuai ukuran ASD aslinya, maka aliran ke paru tetap besar. Penutupan dengan menyisakan ASD ini bertujuan mengurangi aliran ke paru, shg tidak memperparah hipertensi paru, tetapi penutupan total juga tidak dimungkinkan karena tekanan yang terlalu tinggi
2. Pertanyaan:
Nama: Artika, Usia: 32 tahun, Domisili: Yogyakarta, Diagnosa: PFO L to R shunt precapillary PH. tiap berapa bulan sekali echo jantung perlu dilakukan? Lalu untuk tes jalan 6 menit nilai batas targetnya berapa untuk pasien PH? Penderita PH berarti sudah tidak boleh donor darah sama sekali ya
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Artika. Kasus PFO ini tidak lazim terjadi L to R shunt (aliran dari kiri ke kanan). Karena anatomi tirai penutup pada PFO ini baru membuka jika didorong dari kanan oleh tekanan yang ada di jantung kanan. Mungkin Ibu bisa konfirmasi kembali ke Dokter, apakah ini ASD atau PFO. Jika ASD, maka kemungkinan akan diputuskan ditutup jika memungkinkan
PFO justru biasanya membuka akibat kondisi tekanan jantung kanan yang tinggi, salah satu contohnya pada Hipertensi Paru Idiopatik. Pada hipertensi paru idiopatik, tekanan paru yang sangat tinggi mendorong tirai penutup PFO, yang normalnya sudah menutup sejak usia bayi. Hal ini justru membantu mengurangi tekanan yang ada di jantung kanan.
Secara umum, ekokardiografi dilakukan 3-12 bulan sekali, jika stabil atau memantau perubahan terapi, atau bisa lebih cepat jika didapatkan adanya perubahan gejala.
Nilai batas target tes jalan 6 menit untuk pasien hipertensi pulmonal kategori risiko rendah adalah di atas 440 meter, sedangkan target minimal yang baik secara klinis berada di kisaran 380–440 meter. Jarak di bawah 330–350 meter umumnya mengindikasikan risiko yang lebih tinggi
Tentang donor darah, betul, pasien dengan hipertensi paru tidak diperkenankan donor darah, karena PH membuat jantung sebelah kanan bekerja sangat berat memompa darah ke paru-paru. Proses donor darah memengaruhi volume sirkulasi tubuh yang dapat memicu perburukan kondisi jantung. Selain itu, menurut pedoman PMI, penyakit kardiovaskular berat dan gangguan paru kronis merupakan larangan/kontraindikasi untuk donor darah
3. Pertanyaan:
Nama: marlina, Usia: 40, Domisili: jaksel, Diagnosa: ASD PH. Apakah kebocoran pada katup jantung dapat berubah ukurannya dan disebabkan oleh apa? Lalu bagaimana pengaruh dan cara penangananny terhadap kondisi hipertensi paru? terimakasih dok mohon penjelasannya
Jawaban:
Selamat malam Ibu Marlina. Maksudnya berubah derajat keparahannya ya, Bu? Betul, bisa. Bisa bertambah parah, tetapi bisa berkurang derajat keparahannya. Kebocoran katup jantung dibagi berdasarkan penyebabnya. Pertama, penyebab dari kelainan struktur katup itu sendiri, misalnya kerusakan katup karena infeksi Demam Rematik Akut saat masa anak atau remaja. Kedua, penyebabnya bukan dari kelainan bentuk/struktur katup itu sendiri, tetapi disebabkan karena kondisi lainnya, misalnya, pada ASD terjadi bengkak jantung kanan, yang menyebabkan pelebaran dari lingkaran katup sebelah kanan. Karena lingkaran melebar, sedangkan katup tidak bertambah besar, maka akan terjadi kebocoran di bagian sentral dari daun katup. Pada kondisi kedua ini, jika kelainan dasarnya diobati, dalam contoh ini ASD, maka jika jantung kanan ukurannya kembali ke normal, maka kebocoran ini bisa mengecil, hingga sembuh
Penanganan jika bersama dengan kelainan hipertensi paru? Jika kelainannya karena tingginya tekanan paru, sehingga darah terdorong kembali ke serambi kanan, maka terapinya adalah lebih ke terapi hipertensi paru itu sendiri, kecuali jika memang ada kelainan parah dari struktur katup tersebut
4. Pertanyaan:
Nama: Lina, Usia: 37th, Domisili: Tangsel, Diagnosa: Post ASD Closure, asd creation, PH.
Dok, saya januari echo jantung hasilnya : EF Teich 64%, Tapse 21mm, TVG 38mmHg, tgl 31 juli kemarin evaluasi echo jantung lagi hasilnya EF 69% (Teich), Tapse 18mm, TVG 33mmHG. Lalu saya dirujuk dan belum dapat penjelasan, apakah echo yang terakhir itu sudah lebih baik atau belum dok?
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Lina. Hasil tersebut secara sekilas baik, Bu, keduanya sama baiknya, Bu, tetapi harus melihat temuan echo lainnya, Bu, misalnya derajat kelainan katup, biasanya pada kasus Ibu Lina kelainan katup trikuspid seperti apa, bagaimana tekanan parunya, dan kelainan lain yang mungkin menyertai
5. Pertanyaan:
Nama: Nur Khasanah, Usia: 37, Domisili: Tegal, Diagnosa: asd secundum ph. Dok izin bertanya. Brarti setiap tahun selama menjalani pengobatan harus selalu USG jantung yah?? Karna kemaren USG lagi hasile masih sama seperti USG jantung pertama.
Kemaren aku sempet di rawat selama 3 hari. Tapi setelah pulang sekarang malah lebih sering cape dan lelah. Pdhal ngga aktifitas berat banget. Saat ini juga aku sariawan dok. Obat apa yang di sarankan untuk penderita pH dan ASD. Makasih dok.
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Nur Khasanah. Untuk diagnosis Ibu ini sepertinya belum dilakukan penutupan ASD ya, Bu?
Jika masih memungkinkan ditutup, sebaiknya segera ditutup. Untuk pemeriksaan USG jantung merupakan penunjang saja, jadi lebih penting dilakukan penutupan dulu
Jika belum ditutup, memang keluhan mudah capai lazim dikeluhkan karena gejala tekanan paru yang tinggi. Obat sariawan tidak ada rekomendasi khusus, Bu, Ibu bisa beli obat sariawan kumur atau salep yang dijual di Apotek, Bu
6. Pertanyaan:
Nama: Harini, Usia: 36, Domisili: Tuban, Diagnosa: Post ASD Closure, PH. Dok saya closure sudah setahun. kemarin di echo terdapat katup mitral bocor sedang. apakah nanti PHnya bisa tinggi lagi. saat ini tidak ada tindakan. hanya terapi obat saja. bagaimana supaya gejala katup tidak memberat.
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Harini. Untuk hasil echo bocor sedang ini sebelum operasi atau setelah operasi, Bu? Jika sebelum operasi, maka akan dilihat evaluasi ekokardiografi ulang dulu, Bu, jika kelainannya karena ASD, maka penutupan ASD kemungkinan akan memperbaiki pula kelainan pada katup mitralnya
7. Pertanyaan:
Nama: rezka puteri, Usia: 31 tahun, Domisili: barabai, Diagnosa: idiopathic PH dengan PFO 2-3mm.
dok, kondisi saya akhir-akhir ini sering drop dan di bulan juni kemaren sempat ranap dengan tensi yang tidak terbaca, sedangkan biasanya tensi saya di kisaran 80-100 per 60-80 dengan saturasi normal kisaran 81-85. obat yang dokter berikan berupa sildenafil 3x20mg, furosemide 1x40mg setiap hari, coralan 1×2.5mg, warfarin 1x2mg setiap malam, bisoprolol 1x5mg.
Alasan dokter memberikan warfarin karena pernah ditemukan clot saat echo padahal dulu pernah ct thorax kontras dan tidak ditemukan sumbatan. tahun lalu pernah diberi warfarin juga selama 3 bulan dan saat di echo tidak ditemukan clot lagi akhirnya dihentikan. sebulan ini selama konsumsi warfarin saat membersihkan hidung saya selalu menemukan darah padahal tidak ada luka atau terjadi mimisan dan tidak terasa sakit. apakah ini efek dari warfarin tersebut dok dan dengan terapi obat yang diberikan apakah memang mempengaruhi tensi karena saya merasa tensi saya selalu rendah bahkan saat ranap kemaren nadi tidak teraba dan tensi selalu error saking rendahnya.
Jawaban:
Selamat malam Ibu Rezka, Kondisi mudah terjadi perdarahan memang sering didapatkan pada pasien yang mengkonsumsi warfarin (pengencer darah). Saya rasa Ibu tidak perlu khawatir terjadi perdarahan jika obat tersebut sudah dihentikan.
Warfarin tidak berpengaruh terhadap penurunan tensi, sedangkan obat yang lain masih memungkinkan. Obat-obat tersebut diberikan sebagai obat PH. Jika tensi rendah, tetapi pasien sadar, kencing cukup, tidak ada kaki dan tangan dingin, maka Ibu tidak perlu kuatir. Tetapi jika ada tanda penurunan kesadaran, kencing sedikit dan kaki tangan dingin, maka ini adalah kondisi darurat, dan Ibu bisa segera ke IGD.
Jika kencing cukup, maka tekanan darah yang menurut kita rendah itu masih cukup untuk menjangkau sirkulasi darah bahkan sampai paling ujung, yaitu ke ginjal, Bu
8. Pertanyaan:
Nama: Debbie, Usia: 53th, Domisili: Cibinong, Diagnosa: ASD Closure + PH. Malam Dok, saya mau bertanya dengan kondisi yang telah dioperasi ASD kadang masih seringkali merasakan degup jantung atau nadi yang suka gak beraturan bahkan kadangkala bingung untuk mengetahui apakah rasa sakit didada depan atau belakang itu efek dari jantung /PH nya…dan seringkali juga bila masuk IGD yang pemeriksaan EKG dilakukan oleh bukan yang ahli hanya bisa saja karena pernah sekali waktu menyaksikan anak yang terkena shock attack dengan denyutnya jantung kencang dan tak peraturan dibilang normal dan biasa saja tapi saya lihat dengan yang saya ketahui dari penyakit saya bahwa pemeriksaan EKG itu posisi alat tidak seperti biasa sampai saya minta diulang dan dengan orang yang lain yang mengerti, alhasil beda hasilnya…
Makanya saya selalu pindah-pindah rumah sakit untuk bisa mendapatkan penanganan oleh dokter yang ahli dan mengerti… Jadi yang saya mau tanyakan adalah apakah dari hasil EKG maupun Echo itu bisa mendapatkan hasil yang benar-benar pasti?
Dan apakah yang saya rasakan seperti di atas tadi itu bisa karena pengaruh dari jantung ph-nya? Karena kadangkala detak jantung terasa begitu kencang hingga sampai 100 lebih dikit (di bawah 120), dan selama ini yang saya bingung juga kalau diperiksa dokter jantung selalu jawabannya jantungnya bagus… Namun kadang saya seringkali juga terkecoh oleh hasil akhir dari operasi via bypass yang berefek ke keloid sangat besar di bagian dada hingga ke ulu hati dan perut dan itu yang sangat sering banget mengganggu bahkan sudah disuntik walau sekali udah buat saya cukup karena sangat amat menyakitkan dan tidak ada obatnya buat saya… Sudah terlanjur berjalan beberapa tahun ini mau kurang lebih 8 tahun…
Jadi kira-kira bagaimana ya Dok? USG jantung pun hanya dapat dilakukan per 1 tahun dari BPJS. Dan batas normal detak jantung yang bagus maupun yang paling rendah berapa dok?
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Debbie. Keluhan nadi tidak teratur ini merupakan tanda kelainan irama jantung, Bu, Ibu bisa memeriksakan ke dokter jantung konsultan aritmia untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut dengan EKG, kalau diperlukan mungkin akan dilakukan EKG ambulatory yang dibawa pulang (Holter).
Keluhan yang dilaporkan pasien bisa berbeda-beda, mulai berdebar, nyeri dada, dada tidak nyaman, sehingga mungkin saja keluhan Ibu terkait dengan aritmia tersebut. Batas jantung normal dewasa adalah 60-100x/menit
Debbie:
Saat dulu saya pernah ke dokter konsultan aritmia di harapan Kita namun saya harus melakukan tindakan ablasi dan tee kembali, itu waktu saya belum tahu PH saya kembali meninggi dikarenakan obat yang diharuskan belum diberhentikan tapi dengan dokter faskes daerah saya diberhentikan semua obat jantung dan PH alhasil jadi berdebar kencang dan beberapa kali masuk rumah sakit namun setelah masuk di grup yhpi dan bertemu dokter juga dokter ahli PH saya mendapatkan jawabannya yaitu obat harus di minum kembali namun setelah diminum setelah beberapa tahun ini masih kadangkala timbul. Tapi dengan jawaban dari dokter Myrtha sedikit banyaknya saya jadi menambah ilmu dan terima kasih atas penjelasannya dok..
Dr. Myrtha:
Ya, Bu, untuk keluhan aritmianya bisa terkait dengan PH, bisa juga tidak, Bu, kalau mengganggu, Ibu bisa konsul kembali untuk dilakukan pemeriksaan Holter ulang untuk aritmia yang Ibu keluhkan
9. Pertanyaan:
Nama : Diana, Usia : 31 tahun, Domisili : Banda Aceh, Diagnosa : PDA 10 mm L-R shunt + PH.
Assalamu’alaikum.. Dok, pada echo saya TVG meningkat dari 90 mmHg (pada agustus 2025) menjadi 123 mmHg (pada april 2026), sementara fungsi RV masih normal dan TR tetap severe. AR dan PR turun dari moderate ke mild. Saat saya bertanya apakah PH sudah mulai turun, dokter saya mengatakan sudah ada penurunan namun belum di angka yang diinginkan.
- Apakah kenaikan TVG ini benar-benar menunjukkan tekanan pulmonal saya memburuk, atau bisa dipengaruhi oleh severe TR dan keterbatasan pengukuran echo?
- Apakah perbaikan AR dan PR ini menunjukkan adanya perbaikan tertentu pada kondisi jantung saya? Mengapa perubahan derajat kebocoran katup tersebut tidak sejalan dengan TVG?
- Dengan adanya severe pulmonary hypertension dan PDA L-R shunt, bagaimana dokter menentukan apakah PDA masih aman untuk ditutup atau justru penutupan PDA berisiko?
Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Ibu Diana
Kalau dari data echo yang Ibu sampaikan, data tersebut tidak menunjang ke arah penurunan tekanan paru, Bu, tetapi meningkat (dari 90 ke 123 mmHg)
- Betul, Bu, kenaikan tekanan paru ini menggambarkan perberatan dari hipertensi paru. Severe TR bisa saja memperparah kondisi tersebut. Pengukuran echo memang terbatas dalam mengukur resistensi maupun tekanan paru, tetapi dari data yang Ibu sampaikan, pemeriksaan echo sudah cukup representatif dalam memberikan informasi tentang derajat hipertensi paru yang terjadi
- Pada PDA, perbaikan PR dapat menjadi salah satu tanda perbaikan hipertensi paru. Tetapi untuk diketahui, PR ini merupakan tanda penunjang saja, sedangkan tanda utama tetap kecepatan regurgitasi/kebocoran maksimal katup trikuspid, yang jika dilakukan kalkulasi akan menghasilkan angka TVG yang Ibu sebutkan. Sehingga, jika TVG makin berat, sedangkan PR mengecil, maka tetap parameter utama yang kita pegang/lebih valid. Untuk AR, karena ini kelainan pada katup sebelah kiri, maka tidak secara langsung berpengaruh pada TVG pada kasus seperti Ibu
- Penilaian bisa atau tidaknya ditutup ditentukan dari kateterisasi jantung kanan, Bu, jika tekanan paru sangat tinggi, akan dilakukan tes oksigen reaktif, untuk menentukan apakah bisa ditutup, atau hanya perlu terapi obat saja
10. Pertanyaan:
Nama: Haswan, Usia: 34, Domisili:gowa, Diagnosa: tr mild low pH 28 mmhg
keluhan sering nafas berat gampang sesak,batuk-batuk pilek punggung sering ngilu & agak pusing kalau tidur kepala miring kiri. Yang saya tanyakan kenapa kalau tiap kontrol dokter bilang jantung nya aman baik-baik saja tapi itu keluhan tiap saat ada.trimakasih
Jawaban:
Selamat malam, Bapak Haswan. Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Dokter Bapak. Diagnosis Bapak ini bukan suatu kelainan yang berarti dari sudut pandang jantung dan bisa didapatkan pada orang tanpa keluhan.
Keluhan sering sesak nafas dan batuk tidak selalu disebabkan oleh kelainan jantung. Bisa dipikirkan adanya kelainan saluran nafas, mengingat didapatkan pula adanya keluhan lain seperti batuk dan pilek. Punggung ngilu dan pusing dengan perubahan posisi tidak berkaitan dengan penyakit jantung. Terimakasih
11. Pertanyaan:
Nama : Iis Istikomah, Usia :31thn, Diagnosa:PDA clouser +PH. Kenapa setelah penutupan PDA malah jadi sering terjadi dada berdebar cepet banget,kadang smpe pingsan,3x msk rawat inap setelah penutupan,tapi setiap kontrol dan hasil echo terakhir dinyatakan jantung aman2 aja dok,harus konsultasi seperti apa agar dokter paham sma keluhan yang saya alami ini dok terimakasih dok
Jawaban:
Selamat malam, Ibu Iis Istikomah. Jika Ibu ada keluhan berdebar cepat hingga pingsan, ada baiknya Ibu konsultasi ke dokter spesialis jantung konsultan Aritmia. Kalau dari yang Ibu keluhkan, mungkin ada gangguan irama berat, dan mungkin memerlukan tindakan khusus, seperti Holter, dan mungkin Ablasi. Hasil echo sangat mungkin normal, karena kelainan aritmia ini terjadi pada sistem kelistrikan jantung. Terimakasih
“Pemeriksaan ekokardiografi merupakan alat yang penting dalam menemani perjalanan Bapak/Ibu pejuang PH. Jalani evaluasi berkala, Pahami hasilnya, Siapkan catatan sebelum control dan Jangan ragu untuk bertanya. Untuk teman-teman pejuang PH, kepatuhan berobat adalah *kunci utama*. Selain itu, jalin komunikasi yang jujur dan terbuka dengan Dokter. Dokter adalah mitra Anda. Jaga kesehatan mental dan buat sistem support yang baik. Terimakasih atas kesempatannya, Semoga sehat selalu.”_ dr. Risalina Myrtha, Sp.JP(K)