Hipertensi Paru dan Diabetes: Adakah Kaitannya?

//Hipertensi Paru dan Diabetes: Adakah Kaitannya?

Hipertensi Paru dan Diabetes: Adakah Kaitannya?

Bagi pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 , paru-paru seringkali diabaikan sebagai organ target, padahal terdapat banyak kelainan fungsi pernapasan yang terkait dengan diabetes, menurut komentar yang diterbitkan dalam Diabetes Metabolism Research and Review .

Saat ini, paru-paru belum dianggap sebagai organ target potensial untuk diabetes. Namun, semakin banyak bukti yang menghubungkan diabetes dengan kelainan pernapasan termasuk volume paru-paru, kapasitas difusi paru-paru, kontrol ventilasi, tonus bronkomotor, dan persarafan bronkial neuroadrenergik. Bukti baru juga menunjukkan adanya hubungan antara diabetes dan hipertensi paru (PH).

 

Para peneliti mencatat bahwa pasien diabetes sering mengalami penurunan volume paru-paru. Studi menunjukkan bahwa pasien diabetes memiliki risiko 1,6 kali lebih tinggi mengalami gangguan fungsi paru restriktif dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes. Gangguan fungsi paru mengikis cadangan paru-paru dan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan berulang, hipoksia kronis, dan kelebihan volume cairan.

 

Studi lain menunjukkan bahwa PH lebih umum terjadi pada penderita diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes. Selain itu, pasien dengan diabetes dan penyakit paru obstruktif kronis memiliki tekanan arteri paru rata-rata yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang hanya menderita penyakit paru obstruktif kronis saja.

Pasien diabetes memiliki kelainan terkait yang menurut para peneliti dapat berkontribusi pada PH (hipertensi paru ). Pasien diabetes memiliki lamina basal epitel dan kapiler alveoli yang jauh lebih tebal, serta lamina basal yang lebih tebal pada tubulus ginjal dan kapiler otot. Neuropati otonom dapat memperburuk status inflamasi paru-paru. Selain itu, hiperglikemia pada pasien diabetes meningkatkan mediator profibrotik.

 

“Saat ini, ada bukti yang menunjukkan bahwa memerangi [sindrom metabolik] dan diabetes tidak hanya mencegah komplikasi besar dan umum seperti kehilangan penglihatan atau gagal ginjal, tetapi juga dapat meningkatkan cadangan fungsi paru-paru dan mengurangi peningkatan tekanan arteri paru-paru, apa pun penyebab utamanya,” tulis para peneliti.

 

Referensi

Fuso L, Pitocco D, Incalzi RA. Paru-paru diabetik, komplikasi yang kurang diperhatikan dari pola fungsional restriktif hingga hipertensi paru [diterbitkan secara online 25 Maret 2019]. Diabetes Metab Res Rev. doi: 10.1002/dmrr.3159

 

Artikel ini diterjemahkan dari Halaman Asli:

https://www.pulmonologyadvisor.com/home/topics/pulmonary-hypertension/pulmonary-hypertension-and-diabetes-is-there-a-link/

 

Salam,

Tim YHPI ❤️ 💜

By | 2026-08-12T15:30:19+00:00 August 12th, 2026|Artikel|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat