Masih banyak di sekitar kita yang menilai kesehatan anak hanya dari apa yang terlihat di luar. Ketika seorang anak tampak aktif, ceria, dan memiliki berat badan normal, kita sering langsung beranggapan bahwa ia sehat-sehat saja.
Padahal, tidak semua penyakit bisa terlihat secara kasat mata β termasuk Penyakit Jantung Bawaan (PJB).
Faktanya, banyak anak dengan PJB yang bisa tumbuh dengan berat badan baik karena mendapatkan tindakan medis tepat waktu, terapi yang sesuai, serta nutrisi yang terpantau. Bahkan, ada jenis PJB yang gejalanya tidak selalu tampak secara fisik (invisible), sehingga dari luar anak terlihat normal, aktif, dan baik-baik saja.
Setiap anak dengan PJB memiliki kondisi jantung, metabolisme, dan respons tubuh yang berbeda-beda. Ada yang tampak kurus, ada pula yang terlihat berisi. Ada yang mudah lelah, namun ada juga yang mampu beraktivitas seperti anak-anak lain seusianya. Inilah mengapa PJB tidak memiliki satu bentuk tubuh tertentu.
Menilai kesehatan anak hanya dari penampilan dapat membuat kita melewatkan tanda-tanda penting. Lebih dari itu, stigma dan anggapan keliru sering kali menambah beban psikologis bagi orang tua dan keluarga pejuang PJB. Padahal, yang mereka butuhkan adalah dukungan, empati, dan pemahaman.
Dengan meningkatkan awareness, kita bisa:
π Mendorong deteksi dini.
π Mengurangi stigma di masyarakat.
π Menyebarkan pemahaman bahwa PJB tidak selalu terlihat.
π Menguatkan para orang tua dan pejuang PJB.
Mari bersama-sama menjadi bagian dari lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan penuh empati. Karena setiap anak, dengan kondisi apa pun, berhak tumbuh dengan rasa aman, diterima, dan dicintai. π
Jangan lupa like, comment, dan share postingan ini agar semakin banyak yang paham bahwa PJB tidak selalu terlihat.
Oleh: Sherly



