Memperingati Hari Anak Nasional
Dalam rangka Hari Anak Nasional, penting bagi orangtua untuk mewaspadai kondisi hipertensi paru pada anak , penyakit serius ini dapat muncul sejak usia bayi, terutama pada anak dengan penyakit jantung bawaan (PJB).
Apa Itu Hipertensi Paru?
Hipertensi paru adalah tekanan darah tinggi di pembuluh darah paru-paru, yang memaksa jantung kanan bekerja lebih keras. Bila tidak ditangani, bisa menyebabkan gagal jantung kanan dan komplikasi berat lainnya.
Gejala Umum Hipertensi Paru
Gejalanya kerap tidak spesifik, namun beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Napas pendek, terutama saat aktivitas
- Mudah lelah
- Berat badan sulit naik
- Bibir/kuku kebiruan (sianosis)
- Infeksi saluran napas berulang
Pada anak dengan PJB, gejala ini bisa muncul sejak usia 6 bulan.
Pentingnya Peran Orangtua dan Puskesmas
Orangtua memegang peran penting dalam deteksi dini. Bila ada gejala mencurigakan, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas bisa melakukan skrining awal, termasuk pemeriksaan bunyi jantung atau saturasi oksigen.
Deteksi sejak dini memungkinkan anak mendapatkan penanganan lebih cepat, menghindari komplikasi berat, dan memperbesar peluang untuk hidup sehat.
Pengobatan dan Jaminan BPJS
Saat ini, pengobatan hipertensi paru sudah tersedia di Indonesia dan sebagian ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Saran Dokter untuk Anak dengan Riwayat PJB
Menurut dr. Alfa Alfin , bagi anak yang memiliki PJB, sebaiknya:
- Rutin kontrol ke dokter jantung dan paru
- Pantau pertumbuhan dan aktivitas anak
- Bila memenuhi syarat medis, sebaiknya segera dilakukan penutupan PJB agar tekanan paru tidak semakin tinggi
Kesimpulan
Hipertensi paru bisa dicegah dampaknya jika dikenali sejak awal. Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan jantung dan paru anak. Deteksi dini adalah kunci—karena anak yang sehat adalah masa depan yang kuat.
Tim YHPI