KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-QnA Hidup Bersama Hipertensi Paru

///KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-QnA Hidup Bersama Hipertensi Paru

KULWAP-(KULIAH WHATSAPP)-Tema-QnA Hidup Bersama Hipertensi Paru

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 

PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Selasa, 12 April 2022
  • Pukul : 15.00 – 16.00 WIB
  • Narasumber : dr. Inggita Hanung Sulistya, Sp.JP
  • Tema : QnA Hidup Bersama Hipertensi Paru
  • Moderator : Amida

 

Pertanyaan 1

Nama: Dyah, Usia: 37 th, Domisili: Madiun, Diagnosa: CTEPH + CVI. Tanda2 gagal jantung kanan untuk pasien PH yang spesifik itu apa nggih dok? minggu kemarin saat malam hari nadi saya sempat turun ke 39-44 dan langsung naik ke 103 itu smpe 3x , sempat saya raba nadi sempat ada yang hilang dan kata dokter itu PVC nya muncul karena memang sebelumnya hsl EKG sy menunjukkan terdapat PVC, kemudian subuh saturasi turun 78, pagi sudah sehat seperti biasa.apakah itu termasuk serangan jantung dokter? Obat yang sy konsumsi : Sildenafil 3×50 mg, Xarelto 1×10 mg. Terima kasih sebelumnya.

Jawaban:

Selamat siang ibu Dyah dari Madiun. Tanda-tanda gagal jantung kanan berupa bengkak kedua kaki, asites (tumpukan cairan di perut, sehingga perut tampak lebih besar), mudah lelah, sesak nafas, dan hipotensi (penurunan tekanan darah). Untuk gejala yang disampaikan sepertinya belum termasuk serangan jantung. Serangan jantung sendiri keluhan utama terbanyak adalah nyeri dada seperti tertindih, di dada baguan tengah, menjakar ke lengan atau bahu kiri, atau tembus hingha punggung. Dari data yang disampaikan untuk menegakkan diagnosis serangan jantung masih kurang lengkap. Selain itu penegakkan serangan jantung juga membutuhkan hasil pemeriksaan rekam jantung dan enzim jantung. Semoga membantu. Semoga sehat selalu.

Pertanyaan 2

Nama;radi sukendro, Usia :30 tahun, Dimisili;subang, Diagnosa:vsd ph. Saya sering banget radang tenggorokan trus batuk batuk sampe sakit di sekitar dada ,,apa ke dua penyakit tersebut ada kaitan nya sama penyakit yang saya derita apa gimana yah dok soalnya saya sering banget terkena radang atau batuk padahal pola makan di jaga. Terima kasih

Jawaban:

Selamat siang bapak Radi Sukendro dari Subang. Untuk keluhan gatal atau radang tenggorokan, secara umum tidak terkait dengan kondisi PH yang diderita. Jadi bilang hanya radang tenggorok tanpa kelainan khusus di area tenggorok, biasanya karena infeksi virus. Namun kondisi PH dapat terkait dengan pembesaran tonsil (amandel), walaupun hal ini pun kecil kemungkinannya. Ketika terjadi radang di tonsil (tonsilitis) atau bahasa awamnya amandel, keluhannya juga dapat berupa nyeri tenggorokkan. Saran saya, bila nyeri tenggorok terjadi berulang, segera diperiksakan ke dokter apakah ada pembesaran amandel atau sebatas radang tenggorokkan biasa.

Untuk keluhan batuk, justru ini yang perlu dipastikan lebih lanjut. Batuk dapat terjadi karena infeksi saluran nafas biasa atau akibat PH yang semakin tinggi.  Bila batuk disertai darah pada penderita PH oerlu diwaspadai kondisi diseksi pembuluh darah, sehingga perlu segera diperiksan ke dokter jantung. Semoga membantu. Semoga sehat selalu

Pertanyaan 3

Nama:Tarilatun, Usia:29 thn, Domilisi:Brebes, Diagnosa:ASD(pH sekunder). Apa penyakit hipertensi itu bahaya atau tidak,dan gmna sih cara kita hidup sehat dengan penyakit hipertensi paru??apa semua bisa sembuh,dan bisa sehat seperti orang normal biasanya,?

Dan apa pengobatan untuk penyakit seperti ini??kalo saya mngkin belum ketahuan penyakitnya kenapa Karena belum di cek ulang? trus apa yang hrus dilakukan yah dok,dan apa kemungkinan kalo diobati salah satunya apa hrus di oprasi?

Jawaban:

Selamat siang mba Tarilatun dari Brebes. Penyakit PH merupakan penyakit yang perlu diawasi, baik oleh pasien maupun dokter. Jadi memang tidak bisa kita anggap enteng. Terkait apakah penyakit ini dapat sembuh atau tidak, jawabannya tergantung dari penyebabnya. Sehingga pada PH, menemukan penyebabnya merupakan hal yang krusial. Seperti bapak ibu ketahui, PH sendiri ada 5 tipe, ada jenis yang dapat disembuhkan, ada juga yang memang tidak bisa, tapi bisa dikontrol gejalanya.

Sebagai contoh PH karena penyakit jantung bawaan seperti ASD, VSD, PDA, bila kelainan tersebut sudah ditutup (diatasi), PH nya dapat membaik.Pilihan terapi pasien PH pada kondisi mba Tarilatun berupa penutupan ASD (bila memungkinkan) dan obat. Jenis obat yang dipakai berupa golongan ERA seperti ambrisentan, macisentan, golongan prostasiklin analog seperti iloprost dan beraprost, maupun golongan PDE 5 inhibitor seperti sildenafil. Selain itu juga dibantu oksigen bila sesak nafas.

Untuk kondisi mba, ASD dengan PH pada usia 29 tahun, hal lain yang perlu diperhatikan mengenai rencana kehamilan bila berencana menambah momongan. Apakah boleh hamil dengan kondisi PH saat ini, atau masih perlu ditunda. Hal-hal seperti ini perlu dikonsultasikan dengan dokter jantung yang menangani. Semoga membantu. Semoga sehat selalu.

Pertanyaan 4

Nama: icha, Usia: 27thn, Domisili: kediri, Diagnosa: post PDA + PH. Yang mau saya tanyakan saya sering tiba2 tenggorokan gatal sperti mau batuk dok dan kalau saya konsumsi cetirizin bisa batuk nya hilang kalo konsumsi obat codein saya rasa ga mempan, dan gejala seperti tenggorokan gatal batuk keringnya kadang2. Pertanyaan saya apa boleh konsumsi cetirizin jangka panjang pas gejala itu muncul saja . Terimakasih

Jawaban:

Selamat siang mba Icha dari Kediri. Cetirizin merupakan obat yang masuk dalam golongan antihistamin, atau bahasa awamnya anti alergi. Obat antihistamin sendiri terdiri dari 2 generasi, yaitu generasi I dan II. Cetirizin termasuk dalam antihistamin generasi II (generasi paling baru). Kedua generasi antihistamin ini aman untuk pasien PH. Dan bila memang diperlukan, juga aman untuk diminum jangka panjang. Mba icha dapat meminum cetirizin tersebut bila keluhan sedang muncul. Bila tidak ada keluhan, tidak perlu diminum. Semoga membantu. Semoga sehat selalu

Pertanyaan 5

Nama: ELseria simanullang, Usia: 34 thn, Domisili: Medan, Diagnosa: PDA+PH. Sebelum saya kateterisasi yang ke 2 bln nopember lalu saya selalu kekurangan darah/anemia dan sering sesak berat,lalu saya bertanya sama dokter bolehkah saya minum obat penambah darah,? dan katanya boleh2 aja,dan memang setelah minum obat penambah darahnya terasa lebih segar dan jarang sesak berat,dan sedikit bertambah berat badan. Pertanyaan saya apakah pengentalan darah yang sekarang sedang saya alami akibat dari minum penambah darah nya ??

Dan apakah ada efek dari minum obat penambah darah trsb bisa menyebabkan Splenomegali / pembesaran limfa ?? Dan apakah juga akibatnya jika HB saya tinggi ?? Terimakasih dokter

Jawaban:

Selamat siang ibu Elseria dari Medan. Untuk maksud pengentalan darah disini maksudnya Hb naik di atas normal ya. Kondisi peningkatan Hb pada ibu,  bukan efek dari suplemen penambah darah. Tapi memang perjalanan alami pasien penyakit jantung bawaan dengan PH. Mengapa demikian? Pasien PH mengalami hipoksia (kekurangan oksigen di dalam darah), sehingga tubuh memiliki mekanisme alami untuk menambah jumlah darahnya, dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan oksigen tersebut. Menambah jumlah darah berarti Hb akan naik. Jadi itu proses alami.

Obat penambah darah tidak menyebabkan splenomegali. Namun bila penambahan darah dengan transfusi darah berulang dan sering, dapat menyebabkan splenomegali. Saran saya ibu mencari penyebab anemianya apa, agar bisa diatasi dan tidak perlu terus menerus minum obat penambah darah.

Kemudian mengenai akibat bila Hb tinggi adalah rasa pusing atau nyeri kepala, hingga yang lebih berbahaya adalah stroke. Sehingga pada pasien PH dan penyakit jantung bawaan (PDA pada kasus ibu), perlu dipantau kadar Hb nya. Agar tidak terlalu rendah supaya tidak sesak nafas, tapi juga tidak terlalu tinggi dimana Hb > 20 mg/dL yang bisa menyebabkan komplikasi. Semoga membantu. Semoga sehat selalu.

Pertanyaan 6

Nama: Farah, Usia: 20thn, Domisili: Bekasi, Diagnosa: post tof+kompleks prematur ventrikel(vpc) +PH. Post tof thn 2003,saya dipasang icd dikarenakan vpc,bln november ef 45%,bln desember ph, yang mau saya tanyakan apakah ph dapat memicu munculnya vpc sehingga sering merasa berdebar” dan nyeri dada seperti ditekan? bagaimana cara mengatasi jika sedang berdebar” dan bagaimana cara untuk tidak sering berdebar” dok?dan bagimana tanda yang dapat dirasakan bahwa ef sudah normal kembali dok ? Terima kasih dokter

Jawaban:

Selamat siang mba Farah dari Bekasi. PH memang dapat memicu munculnya VPC. Alasannya karena pada PH terjadi remodeling (perubahan struktur) di bagian serambi kanan dan bilik kanan jantung sebagai akibat tekanan yang tinggi di Arteri Pulmonar. Kondisi perubahan struktur di jantung ini dapat memunculkan substrat aritmogenik (cikal bakal gangguan irama jantung), sehingga muncul gangguan irama, salah satunya VPC. Namun selain itu VPC juga dapat dicetuskan karena makan tertentu seperti kafein, maupun pikiran ketika sedang stress.

Cara mengatasi bila sedang berdebar adalah dengan istirahat, mengurangi aktivitas fisik yang saat itu dilakukan, mengatur pikiran (mencoba relaksasi), dan meminum obat rutin PH agar kondisi PHnya semakin membaik. Bila keluhan berdebar sering muncul, dikonsultasikan kembali dg dokter jantung yang menangani untuk mendapat terapi yang lebih tepat. Biasanya akan mendapat obat pengontrol detak jantung, agar VPC tidak terlalu sering muncul.

Untuk pertanyaan, mengetahui EF yang sudah normal, secara pasti harus melalui echocardiografi ya. Namun dari klinis bisa diperkirakan dari berkurang hingga tidak adanya lagi keluhan sesak nafas, tidak lagi mudah lelah, dsb. Namun harus tetap dipastikan dr pemeriksaan echocardiografi. Semoga membantu. Semoga sehat selalu

Pertanyaan 7

Nama : Abdul Saggaf, Usia : 23thn, Domisili : Donggala. Diagnosa : atrial septal defect as current complication following acute myocardial infarction.

mohon penjelasan diagnosa saya dokter apa sudah parah? Terima kasih Dokter

Jawaban:

Selamat siang mas Abdul Saggaf dari Donggala. Untuk diagnosis ASD sebagai komplikasi dari Infark Miokard Akut (IMA), saat ini saya masih kurang data untuk bisa menjawabnya. Apakah memang pernah mengalami serangan jantung (IMA) di usia 23 tahun? Apakah ada faktor risiko serangan jantung di usia muda? Apakah diagnosis IMA saat itu tegak dari pemeriksaan angiografi koroner atau dari pemeriksaan laboratorium saja seperti enzim jantung (troponin) yang naik? Kalau dari diagnosis tersebut berarti, mas Abdul mengalami serangan jantung (IMA), lalu muncul ASD sebagai komplikasinya. Nanti boleh dikonsultasikan kembali ke dokter jantung yang merawat mengenai kepastian diagnosis tersebut ya. Semoga membantu. Semoga sehat selalu

Pertanyaan 8 

Nama: Khatarina, Usia: 34, Domisili: Tangsel, Diagnosa: HP sekunder Dr autoimmune scleroderma

Pertanyaan:

  1. Saya pasien PH dengan scleroderma, scleroderma membuat kulit sangat kering klo tidak cukup minum air mineral, tapi karena ada PH juga, klo saya minum terlalu banyak jd sesak Dan begah di dada. Sebaiknya bagaimana ya dok?
  2. Bagaimana mengatasi sesak napas Dan batuk hebat stelah aktivitas, kadang aktivitas sepele saja seperti jalan Dari kamar tidur ke kamar mandi saya bisa sesak napas n batuk hebat. Apa ada strategi khusus untuk melegakan napas pd saat seperti itu?

Dan saya merasa klo pindah tempat Dari ruangan dingin/ber-AC ke luar ruangan yang panas, jadi sesaknapas n batuk.apa betul begitu dok?

Jawaban:

Selamat siang ibu Khatarina dari Tangerang. Terima kasih untuk pertanyaannya. Dari cerita ibu, berarti PH ibu termasuk PH tipe 5 ya. Yang perlu dipahami disini adalah untuk pasien PH, jumlah konsumsi cairan /intake minum perlu dibatasi, tapi juga tidak boleh terlalu sedikit. Karena bila cairan dalam tubuh kurang, aliran darah ke paru juga akan berkurang, sehingga justru akan muncul desaturasi (penurunan saturasi O2). Perlu dicari jumlah cairan yang sesuai untuk setiap pasien PH, menurut berat badan dan aktivitas masing2.

Terkait kondisi scleroderma, untuk melembabkan kulit bisa dengan menggunakan krim pelembab kulit (moisturizer). Kemudian saat mandi, dalam air mandi bisa ditambahkan bath oil. Untuk pemilihan moisturizer badan yang sesuai untuk jenis kulit ibu, bisa dikonsultasika dengan dokter kulit. Pemberian moisturizer dari luar ini, tujuannya agar jumlah yang diminum tidak terlalu banyak tapi kulit bisa lembab. Terkait sesak nafas setelah beraktivitas, berarti aktivitas yang dilakukan terlalu berat untuk kondisi jantung ibu saat ini, atau dapat dikatakan PH nya belum stabil. Ibu dapat mencoba mengurangi lagi aktivitas fisiknya dan menyampaikan ke dokter jantung mengenai keluhan ibu, agar bisa disesuaikan jenis dan dosis obat PH yang dikonsumsi, agar kondisi PH nya menjadi stabil. Semoga membantu. Semoga sehat selalu

Pertanyaan 9

Nama: Primanti Intansari, Usia: 37 tahun, Domisili: Banyumas, Diagnosa: ASD post OP. Saya sudah didiagnosa ASD sejak kecil, saya sudah dioperasi thn 2016. Apakah masih diperlukan checkup bulanan atau tidak? dan saat2 ini saya sering was was berdebar2(kagetan) apalagi klo sedang berkendara..mohon solusinya dokter. Terimakasih

Jawaban:

Selamat siang ibu Primanti dari Banyumas. Untuk pasien ASD yang sudah ditutup, kontrolnya tergantung apakah setelah ASD ditutup muncul PH atau tidak.

– Bila tidak muncul PH, kontrol rutin dilakukan umumnya 1 minggu, lalu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, lalu 12 bulan. Bila setelah itu tidak ada keluhan, kontrol dapat dilakukan tiap tahun atau 2 tahun sekali saja untuk evaluasi echo. Namun bila dalam perkembangannya didapatkan keluhan baru, seperti sesak nafas, berdebar, nyeri dada sebaiknya segera diperiksakan ke dokter jantung. Karena memang terkadang ada beberapa kondisi yang baru akan muncul beberapa lama setelah tindakan.

– Bila setelah ditutup, didapatkan PH perlu kontrol rutin sesuai kondisi PH nya. Bila saat ini ibu ada keluhan berdebar, saran saya diperiksakan dulu ke dokter jantung untuk memastikan apakah ada gangguan irama jantung atau tidak. Demikian ibu, semoga membantu

Pertanyaan 10

Nama: Resa Kusnadi, Usia : 22 tahun, Domisili : Banjar patroman, Diagnosa : – CHD,primum ASD, PH,WHO FC II. – Bradycardia asymptomatic ee first degree AV block. Mohon penjelasan dok ini hasil setelah di RHC makasih sebelumnya

Jawaban:

Selamat siang mas Resa dari Banjar patroman. Untuk hasil diagnosis yang disampaikan tadi didapatkan beberapa diagnosis ya :

– ASD primum, yaitu adanya lubang pada sekat jantung di serambi jantung, primum berarti lokasi lubangnya terletak di bawah septum atrial.

– PH (Pulmonary Hypertension) atau Hipertensi Paru yang sudah kita kenal. WHO FC menunjukkan derajat keparahan, bila saat ini WHO FC II kondisi saat ini stabil. Hanya ada sedikit limitasi aktivitas dan masih bisa beraktivitas normal sehari-hari.

– Bradikardi asimptomatik dg blok AV derajat 1 berarti detak jantung dibawah rerata normal (<60 kali/menit), tapi tanpa gejala, jd tidak perlu terlalu khawatir. Semoga membantu, semoga sehat selalu

 

“Semoga sharing kita siang hari ini, sedikit membantu mencerahkan pertanyaan2 yang ada di benak Phighters. Terima kasih untuk bersedia belajar hidup dengan PH, saling mensupport satu sama lain, dan tidak menyerah. Buat saya, rekan-rekan disini semua adalah pejuang. Tetap semangat.”_ dr. Inggita Hanung Sulistya, Sp.JP

By | 2022-05-12T06:04:55+00:00 May 12th, 2022|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat