Hipertensi Paru pada Pasien dengan PJB-KULWAP

///Hipertensi Paru pada Pasien dengan PJB-KULWAP

Hipertensi Paru pada Pasien dengan PJB-KULWAP

Kuliah Whatsapp adalah program tanya jawab lewat group di aplikasi whatsapp antara anggota YHPI dengan dokter/narasumber ahli lainnya untuk topik-topik terkait Hipertensi Paru yang diadakan secara rutin dan berkala.

Untuk bergabung dalam group whatsapp dan mengikuti kuliah berikutnya, silakan hubungi Admin Pusat YHPI 0811-8986-799

 

PENGUMUMAN KULWAP YHPI

  • Waktu : Jum’at, 9 Februari 2024
  • Pukul : 13.00 – 14.00 WIB
  • Narasumber : dr. Hidayanto Perdana, Sp.JP, FIHA
  • Tema : Hipertensi Paru pada Pasien dengan Penyakit Jantung Bawaan
  • Moderator : Amida

 

Pada hipertensi paru, peningkatan tekanan di arteri pulmonalis menyebabkan jantung kanan harus bekerja lebih keras untuk mengantarkan darah agar sampai ke paru. Penyakit ini dapat mengenai bayi hingga dewasa, dengan awitan penyakit umumnya bergantung pada jenis penyakit jantung bawaan yang diderita anak. Beberapa jenis penyakit jantung bawaan, seperti defek septum atrioventrikular ( atrioventrikular septal defek ) dan jendela aortopulmonal ( aortopulmonary window ), akan memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebabkan hipertensi paru dibandingkan defek septum atrium ( atrial septal defek ) dan duktus arteriosus persisten ( persistensi duktus arteriosus ) . Kelainan ini umumnya menyebabkan aliran darah lebih banyak ditujukan ke sisi kanan jantung, sehingga curah jantung anak menurun. Jika dibiarkan terus menerus,bukan tidak mungkin akan terjadi gagal jantung.

Gejala-gejala hipertensi paru tidak terlalu spesifik dan terkadang sulit dibedakan dengan gejala penyakit paru lainnya. Gejala yang dapat diamati paling awal berupa anak menjadi cepat lelah, bahkan dengan aktivitas fisik yang sebelumnya dapat ia lakukan tanpa banyak keluhan. Bayi biasanya menjadi kesulitan saat menyusui, atau tersendat-sendat saat menyusui diiringi nafas yang terengah-engah bahkan muncul kebiruan di mulut dan ujung-ujung jari tangan dan kaki. Pada anak yang lebih tua, penurunan kemampuan beraktivitas terlihat dari kondisi anak yang menjadi lebih cepat lelah saat beraktivitas fisik. Selain itu, anak juga dapat mengeluhkan sesak nafas, nyeri dada, bahkan pingsan.

Bila terjadi dampak akan hipertensi paru, pemeriksaan baku emas untuk menegakkan diagnosis adalah dengan melakukan kateterisasi jantung kanan. Pada prosedur ini, dilakukan pengukuran tekanan di arteri pulmonal dan jantung kanan anak melalui kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha yang diteruskan ke jantung.

1. Pertanyaan:

Nama: hayra, Usia: 14 thn, Domisili: pasuruan, Diagnosa:ASD PH PAPVD. Anak saya didiagnosa pjb sejak usia 13 tahun karena covid, anak saya kembar, prematur, BB 1600 gram, diinkubator selama 1 bulan, sebelum terdiagnosa pjb ini. Dia memang susah makan, tapi tidak menunjukkan kemunduran fisik, masih bisa beraktivitas normal tetapi ketika kami tahu kalo dia pjb kenapa jadi sering drop ya, padahal obat juga sudah masuk dan kemarin kateterisasi pun jadi nambah ada PAPVD, saya jadi merasa kok semakin tahu kok semakin ada aja yang muncul. selama 13 tahun ini anak saya baik baik saja

Pertanyaannya Kenapa hal ini bisa terjadi, semakin terkontrol oleh obat, saya jaga semua, saya merasa anak saya malah sering drop jadi pengen balik ke waktu sebelum umur 13 tahun dan PAPVD itu apa ya? Terima kasih dok.

Jawaban:

PAPVD adalah singkatan dari Partial Anomalous Pulmonary Venous Drainage, yang merupakan jenis penyakit jantung bawaan di mana satu atau beberapa vena pulmonal tidak terhubung dengan atrium kiri secara normal. Sebagai gantinya, vena-vena tersebut terhubung ke atrium kanan atau vena cava superior. Ini menyebabkan sebagian darah yang seharusnya kembali ke jantung untuk dioksigenasi di paru-paru malah kembali ke sirkulasi tubuh tanpa oksigenasi yang cukup. Lebih mudah kalau lihat gambarnya daripada membayangkan.

 

PAPVD kelainan yang kompleks dan banyak variasinya, terutama jika hanya melibatkan sebagian kecil dari vena pulmonal. Mungkin sulit dideteksi dengan echo, terutama jika keterlibatan vena-vena kecil atau lokasi anomalous drainagenya sulit diidentifikasi.

Untuk itu pemeriksaan penunjang tambahan diperlukan seperti angiografi, komputer tomografi (CT) scan, atau resonansi magnetik (MRI) jantung.

Perjalanan alamiah penyakit atau perkembangan dan prognosis ASD tanpa intervensi bervariasi. ASD kecil mungkin tidak menimbulkan gejala, sehingga tidak terdeteksi atau terdiagnosis secara tidak sengaja pada pemeriksaan rutin. Pada kasus-kasus seperti itu elastisitas fisiologis bisa mengkompensasi kelainan jantung, pasien mungkin tidak memerlukan perawatan khusus dan bisa hidup dengan ASD sampai tua tanpa masalah kesehatan yang signifikan.

Namun, ASD yang lebih besar yang tidak tertutup secara alami selama pertumbuhan atau ASD dengan kelainan tambahan seperti PAPVD dapat menyebabkan gejala lebih berat dan komplikasi sebelum anak beranjak dewasa.

Mungkin anak ibu terlihat normal karena selama ini masih terkompensasi, pada suatu titik elastisitas fisiologis tidak mampu lagi menahan tekanan kelainan jantungnya mulai terlihat gejala.

2. Pertanyaan:

Vonny, 27 tahun, Makassar, Post ASD closure. Apakah jika seorang ibu yang sedang mengalami hipertensi paru pada pasien penyakit jantung bawaan bisa turun juga ke anak kita? soalnya saya mengalami jantung bawaan dari lahir yang dimana saya dulu lahir dengan berat badan 950gr bayi prematur. Terima kasih

Jawaban:

Meskipun prematur memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kelainan jantung bawaan seperti Atrial Septal Defect (ASD), tidak semua prematur akan mengalami kondisi tersebut. Sebagian besar bayi prematur akan tumbuh tanpa masalah kesehatan serius.

ASD dapat memiliki komponen genetik yang berperan dalam penentuan risiko seseorang terkena penyakit tersebut, risiko absolut untuk anak dari orang tua dengan ASD biasanya tetap relatif rendah. Namun, genetik hanya merupakan satu faktor yang berkontribusi pada faktor risiko ASD yang kompleks. Faktor lingkungan misalkan cemaran bahan kimia pada air, polusi, radiasi, gizi ibu saat hamil, infeksi pada kehamilan dan faktor risiko lainnya juga dapat memengaruhi kemungkinan janin mengalami ASD.

Riwayat keluarga dengan ASD atau riwayat keluarga dengan kelainan jantung bawaan lainnya dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ASD. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua individu yang memiliki riwayat keluarga dengan ASD akan mengembangkan kondisi tersebut. Demikian pula, ASD juga dapat terjadi tanpa riwayat keluarga yang diketahui.

ASD sering kali terjadi secara sporadis, artinya tidak ada pola pewarisan yang jelas dan tidak ada riwayat keluarga yang diketahui.

3. Pertanyaan:

Nama: Radi sukendro, Usia: 32 , Domisili: Subang, Diagnosa: post dorv,vsd,ps,ph. dok bulan lalu saya sudah tindakan post dorv, obat pH sudah di stop sama dokter rumah sakit, tapi kepala sering pusing dan jalan kaki jauh sedikit lemas agak kliyengan. apakah wajar dok setelah stop obat, trus gimana yah mengatasi agar badan gak lemes saat aktivitas. Terimakasih.

Jawaban:

Pasien post operasi jantung sebenarnya memerlukan rehabilitasi untuk membantu pemulihan fisik dan psikologis. Sayangnya setahu saya program ini tidak ditanggung oleh asuransi, sehingga demi penghematan biasanya program rehabilitasi dikurangi. Rehabilitasi yang paripurna dapat membantu memperbaiki kondisi kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas hidup. Selama rehabilitasi post-koreksi DORV selain kunjungan rutin ke dokter jantungnya Radi juga perlu ke dokter jantung subspesialis rehabilitasi untuk mengevaluasi kemajuan pemulihan dan memantau fungsi jantung, dilakukan :

  • Program Latihan Fisik: Program latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi individu dapat membantu memperkuat otot jantung, meningkatkan daya tahan, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Program latihan ini harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi pasien, dan harus dipantau oleh profesional kesehatan yang berpengalaman.
  • Edukasi Pasien: Penting bagi pasien dan keluarganya untuk memahami kondisi jantung mereka, termasuk penyebabnya, pengobatan yang dilakukan, dan tanda-tanda peringatan komplikasi. Edukasi tentang diet sehat, aktivitas fisik yang aman, manajemen stres, dan tindakan pencegahan lainnya juga penting untuk membantu pasien mengelola kondisi mereka dengan baik.
  • Dukungan Psikologis: Pasien mungkin mengalami stres, kecemasan, atau depresi setelah menjalani operasi koreksi DORV. Dukungan psikologis dari profesional kesehatan mental, keluarga, atau kelompok dukungan dapat membantu pasien mengatasi tantangan emosional yang terkait dengan kondisi jantung mereka.
  • Perubahan Gaya Hidup: Pasien mungkin perlu membuat perubahan gaya hidup untuk mendukung kesehatan jantung mereka. Ini termasuk mengikuti diet sehat, menghindari kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan, membatasi konsumsi garam, dan mengelola berat badan secara sehat.

Rehabilitasi post-koreksi DORV yang baik bisa meningkatkan pemulihan fisik dan psikis.

4. Pertanyaan:

Nama: Tri Rahmad, Usia: 35, Domisili: Banda Aceh, Diagnosa: PDA+PH. Assalamu’alaikum Dokter saya Pasien PDA dengan diameter lubang 14,1mm akan di lakukan penutupan di beberapa bulan kedepan dengan cara pemasangan ADO. Berapa diameter ADO terbesar ukuran nya dan apakah bisa di lakukan penutupan Dengan ADO?

Jawaban:

Waalaikumsalam wr.wb. Ukuran PDA occluder dapat bervariasi dalam diameter dan panjang, dan akan dipilih oleh dokter atau ahli kardiologi intervensi berdasarkan ukuran dan karakteristik lubang PDA. Saya kurang informasi dalam hal ini, tapi setahu saya sampai 16 mm. Selain ukuran, bentuk anatomi lubang yang sesuai dengan alat yang tersedia, juga dinilai klinis pasien. Beberapa syarat umum yang mungkin meliputi:

  • Kondisi Kesehatan Pasien: Kondisi kesehatan secara keseluruhan pasien, termasuk kesehatan jantung dan sistem sirkulasi, harus cukup stabil untuk menjalani prosedur penutupan PDA. Pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang kompleks atau tidak stabil mungkin tidak menjadi kandidat yang baik untuk penutupan PDA.
  • Tingkat Gangguan Fungsi Jantung: Penutupan PDA biasanya dipertimbangkan jika PDA menyebabkan beban kerja tambahan pada jantung, seperti volume overload pada ventrikel kiri yang menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri atau gagal jantung kiri. Penutupan PDA bertujuan untuk mengurangi beban kerja jantung dan mencegah komplikasi jangka panjang.
  • Tingkat Hipertensi Pulmonal: Pasien dengan PDA yang menyebabkan hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di pembuluh darah paru-paru) mungkin menjadi kandidat yang lebih baik untuk penutupan PDA untuk mencegah peningkatan tekanan darah paru-paru yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jangka panjang.
  • Gejala dan Komplikasi Terkait: Pasien dengan gejala yang berkaitan dengan PDA, seperti sesak napas atau gagal tumbuh, atau pasien dengan komplikasi terkait PDA, seperti endokarditis infektif, dapat memenuhi syarat untuk penutupan PDA.

5. Pertanyaan:

Nama: Novi, Usia: 27, Domisili: sukabumi, Diagnosa:chronic ischaemic heart disease. sore dokter , bagaimana kabarnya, dok saya pengidap sakit jantung yang berawal dari tuberkulosis, saya  selama sakit ga ada keluhan nyeri , tapi seringnya batuk dan sesak dan cepat cape sampe saat ini dan detak jantung cepat, tapi dokter saya disukabumi belum menyarankan saya operasi seperti teman” saya disini, dok apakah pasien seperti saya belum bisa operasi atau saya nantinya akan dioperasi juga akhirnya? Karena jujur ya dok operasi itu masih hal yang saya takuti karena dulu sebelum divonis ada jantung saya pernah mengalami koma.

Jawaban:

Terimakasih semoga sehat selalu dan dalam lindungan yang Maha Kuasa Novi. Tuberkulosis (TB) dapat berkomplikasi menjadi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), membuat saluran nafas menyempit atau obstruktif sehingga sesak dan cepat lelah. Sisa kerusakan yang diakibatkan infeksi TB tidak bisa hilang sehingga menjadi kronis, meningkatkan tekanan di arteri paru sehingga terjadi pulmonary hypertension (PH). Di usia Novi 27 tahun sepertinya kemungkinan kecil diagnosisnya chronic ischemic heart dissease, sehingga memang tidak diperlukan operasi pada PH karena gejala sisa PPOK.

6. Pertanyaan:

Nama: Mazziana, Usia: 20 tahun, Domisili: Purwokerto, Diagnosa: Pjb Vsd+ph (belum operasi). Saya waktu umur 4 tahun badan gemuk berisi, tapi makin bertambahnya umur badan saya semakin kurus seperti orang gizi buruk, pertanyaannya gimana yah dok caranya agar saya bisa naik BB nya? kadang suka malu badan kurus krempeng begini, apakah boleh pasien pjb+pH konsumsi susu penambah berat badan/susu khusus untuk gizi buruk?

Jawaban:

Ventricular Septal Defect (VSD) adalah jenis kelainan jantung bawaan di mana terdapat lubang pada septum (dinding) antara dua ventrikel (ruang bawah jantung). Persistent pulmonary hypertension (PH), atau hipertensi pulmonal persisten, adalah kondisi di mana tekanan darah di pembuluh darah paru-paru menjadi tinggi.

Secara umum, tidak semua VSD akan menyebabkan PH. Namun, pada beberapa kasus yang parah, ketika VSD cukup besar atau berada di lokasi yang menghasilkan aliran darah yang signifikan dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan, serta jika tidak diterapi, maka risiko PH dapat meningkat.

Studi epidemiologi yang mengevaluasi hubungan antara VSD dan PH telah menunjukkan bahwa sekitar 10% hingga 30% pasien dengan VSD mengalami hipertensi pulmonal.

Kalau PH berhubungan dengan VSD berarti jantung menerima beban yang cukup besar, mengharuskan kerja ekstra dan metabolisme yang lebih tinggi. Pada keadaan itu bisa terjadi cachexia akibat beban metabolisme berlebih.

Cachexia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kehilangan berat badan, penurunan massa otot, kelemahan, penurunan nafsu makan, dan penurunan kondisi fisik secara umum. Cachexia sering kali terkait dengan kondisi medis yang serius, seperti kanker, gagal jantung, infeksi kronis, atau penyakit paru-paru kronis, di mana metabolisme tubuh terganggu dan terjadi kehilangan massa jaringan tubuh, termasuk otot dan lemak.

Pada Persistent Pulmonary Hypertension (PH) atau hipertensi pulmonal persisten, cachexia dapat terjadi sebagai hasil dari peningkatan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan gangguan sirkulasi darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan tubuh, termasuk otot, dan berkontribusi pada kehilangan berat badan dan penurunan massa otot yang terlihat dalam cachexia.

Cachexia dapat memperburuk kondisi pasien dengan PH karena dapat menyebabkan penurunan toleransi terhadap latihan fisik, peningkatan kelelahan, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, cachexia juga dapat mempengaruhi respons terhadap pengobatan dan meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.

Manajemen cachexia pada pasien dengan PH sering melibatkan pendekatan multidisiplin yang mencakup perawatan medis, nutrisi yang adekuat, manajemen gejala, dukungan psikologis, dan pemantauan yang cermat oleh tim perawatan kesehatan yang berpengalaman dalam merawat pasien dengan kondisi ini. Susu khusus mungkin diberikan oleh ahli gizi, namun perlu diingat selama penyebab utamanya belum ditangani mungkin susu tidak akan banyak membantu.

7. Pertanyaan:

Nama: tari, Usia: 31, Domilisi: Brebes, Diagnosa: post ASD closure. Apakah jantung bawaan menurun ke anak, saya dulu lahir prematur dok, dan ketahuan ASD pas saya udah nikah, tapi sekarang lagi was² aja karena sapa tau nanti hamil dan takutnya anaknya lahir seperti saya dok, dan apa jantung bawaan ini menular atau gak yah kalo yang punya golongan darahnya sama, dan apa hipetensi paru itu bisa sembuh ,dan berapa persen keberhasilan untuk yang sudah operasi penutupan yah dok?

Jawaban:

Sebagian besar kasus, penutupan ASD berhasil mengurangi risiko PH atau dapat membantu mengelola kondisi tersebut dengan lebih baik. Ini karena penutupan ASD membantu membatasi aliran balik dari atrium kanan ke atrium kiri, yang pada gilirannya dapat mengurangi tekanan di pembuluh darah paru-paru.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun penutupan ASD dapat membantu mengurangi risiko PH atau mengelola kondisi tersebut, PH masih bisa menjadi komplikasi pada beberapa kasus pasca-penutupan ASD. Faktor lain, seperti kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah paru-paru secara keseluruhan. Mengenai faktor genetik pada ASD sudah saya jawab di pertanyaan nomer 2, tidak berhubungan dengan genetik golongan darah.

8. Pertanyaan:

Nama : Nana, Umur : 30 Tahun, Domisili : Bandung, Diagnosa : Asd ph. Mau tanya dok.

  1. saya kan belum nikah ada rencana mau operasi penyakit jantung  jika sudah sesuai target ph yang  diharapkan.  boleh saran ga dok bahan untuk menutup jantung  yang aman dan ga perlu operasi berulang bagusnya jenis apa ya? Karena waktu itu saran dokter RS saya kontrol ada beberapa bahan penutup jantung yang  awet tapi  kalau kita gunakan ga bisa punya keturunan. Nah saya beraharap ya punya keturunan.
  2. Kiat-kiat pasien Ph untuk menaikan berat badan supaya normal sebaiknya konsumsi makanan yang seperti apa?
  3. Saat ini  obat yang saya konsumsi untuk membantu penurunan PH saya revatio dan berapost. Menurut dokter ada tidak obat yang membantu  untuk penurunan PH selain obat yang saya sebutkan di atas yang tersedia di Indonesia?
  4. Saya minta saran dokter  untuk penderita Asd ph  vitamin apa yang harus saya konsumsi  dan olahraga yang bagaimana supaya sebagai penderita Asd ph badan tetap bugar dan segar? Terimakasih

Jawaban:

Sebelum merencanakan kehamilan, pasien dengan ASD dan PH harus berkonsultasi dengan ahli jantung atau ahli kardiologi intervensi untuk mengevaluasi risiko dan kesiapan jantung mereka untuk kehamilan. Tindakan operasi disarankan dilakukan sebelum kehamilan karena akan memperbaiki dan menurunkan PH, sehingga lebih siap untuk kehamilan.

Kehamilan pada pasien dengan Atrial Septal Defect (ASD) dan Persistent Pulmonary Hypertension (PH) membutuhkan pengelolaan khusus dan pemantauan yang cermat. penggunaan obat-obatan seperti vasodilator atau pengencer darah sesuai dengan rekomendasi ahli jantung dan spesialis kandungan.

Pasien dengan ASD dan PH memiliki risiko bagi ibu menurunkan kondisi jantung karena beban sirkulasi darah yang meningkat. Juga resiko perkembangan janin apabila aliran darah ke rahim juga terganggu.

Persalinan pada pasien dengan ASD dan PH berisiko komplikasi terjadi krisis PH yang berbahaya bagi ibu. Persalinan normal mungkin menjadi pilihan, tetapi dalam beberapa kasus, persalinan caesar dapat direkomendasikan untuk mengurangi tekanan pada jantung dan pembuluh darah paru-paru.

Berat badan pada pasien PH tidak bisa normal karena beban metabolisme yang berat dan kerusakan paru yang terjadi, sehingga selama masalah utama tidak diatasi, nutrisi dan vitamin hanya suportif dan mungkin tidak berhasil. Sementara ini obat vasodilator arteri paru revatio dan beraprost saja yang tersedia di Indonesia, diharapkan bisa memperbaiki klinis pasien mungkin lebih efektif daripada vitamin untuk meningkatkan berat badan. Olahraga dibatasi dengan menghitung denyut jantung yang aman, dan tidak boleh terlalu capek. Untuk Nana bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis yang menangani, mungkin bisa dilakukan treadmill stress test untuk meresepkan olahraganya.

9. Pertanyaan:

Nama : Laily Tin, Usia : 22, Domisili : kaltim, Diagnosa: dorv vsd ph. Assalamualaikum dok, saya ingin bertanya terkait ph saya untuk kontrol bulan kmrin obat saya diturunkan dan katanya ph saya menurun dok jadi diturunkan dosis obatnya.

Apakah ph bisa naik lagi jika beraktivitas seperti biasa dengan dosis yang beda dari sebelumnya? Akhir2 ini saya susah tidur dok dan tensi tekanan darah rendah sekitar 80an apakah tensi rendah mempengaruhi naik trun nya ph dok? Dan Bgmna pgobatan dorv dok apa benar 3x operasi? Sekian terimakasi dok

Jawaban:

Waalaikumsalam wr.wb. Tekanan di pembuluh darah paru-paru pada DORV dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain:

  • Obstruksi aliran darah: PH terjadi ketika ada hambatan atau obstruksi pada aliran darah melalui pembuluh darah paru-paru. Paru-paru pada DORV akan semakin meningkatkan resistensinya sehingga menurunkan kelancaran aliran darah di paru. Sehingga semakin lama PH akan meningkat
  • Hipoksia: Kondisi rendahnya kadar oksigen dalam darah (hipoksia) dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah paru-paru dan semakin meningkatkan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru.
  • Respon inflamasi: apabila ada infeksi paru, proses inflamasi dalam paru-paru dan pembuluh darah paru-paru dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional yang menyebabkan peningkatan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru.
  • faktor risiko lainnya: faktor risiko seperti merokok, paparan terhadap zat beracun, dan faktor lingkungan lainnya juga dapat berkontribusi pada perkembangan PH.

PH pada DORV sebelum dilakukan operasi akan semakin meningkat. Mungkin diturunkan dosis oleh dokternya Laili karena tekanan darahnya turun. Mengenai prosedur operasi saya kurang tahu, mungkin harus beberapa kali karena menunggu adaptasi paru dan proses adaptasi anatomi jantung.

10. Pertanyaan:

Nama:Nunik, Usia:33 tahun, Domisili:Bandung, Diagnosa:post vsd closer. Apakah setelah oprasi dan di nyatakan sembuh total dari pH,sehingga obat ph di stop.Ph  nya gak akan kembali lagi dok?Karna ada juga yang bilang kalo yang pH harus minum obat selama nya,meski udah oprasi.Terimakasih

Jawaban:

Pada dasarnya, Persistent Pulmonary Hypertension (PH) atau hipertensi pulmonal persisten adalah kondisi yang dicirikan oleh peningkatan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru yang terjadi secara kronis dan sulit untuk diubah atau disembuhkan sepenuhnya.

Pada beberapa kasus, PH yang terkait dengan kelainan jantung bawaan seperti septum atrium persisten atau defek septum ventrikel dapat membaik atau “reversibel” setelah penanganan yang tepat, termasuk operasi koreksi.

PH yang persisten yang derajatnya terlanjur berat secara umum dianggap sebagai kondisi yang sulit diubah dan memerlukan manajemen jangka panjang. PH berat berhubungan dengan keterlambatan koreksi dan prognosis yang lebih jelek sehingga obat harus seumur hidup.

11. Pertanyaan:

Nama: Ayu, Usia: 43 Tahun, Diagnosa: ASD Closure+PH. siang dok, awal bulan oktober 2023 saya sudah di operasi dgn open heart sejauh ini Alhamdulillah tidak ada keluhan. Awal januari saya masuk kerja kembali setelah 3 bulan cuti pasca operasi. Hari ke 2 kerja saya ada nyeri dada akhirnya bsknya saya istirahat dan kembali enak. Namun beberapa hari ini kalau sedang makan baru 2 atau 3 suap terasa ngap seperti orang ngos²an. Kira2 knp ya dok apakah memang blm bisa kerja secara maksimal, atau bisa karena PHnya? Saya sudah tidak minum obat lg. Semenjak tidak minum obat tensi kisaran 105-110/ 70-85 (masih normal). Jika minum obat tensi saya selalu turun dibawah kisaran 95-90an/ 65-70anSeperti apa pasien yang sudah dinyatakan sembuh total dr ASD + PH? Makasih dok, mohon pencerahannya

Jawaban:

Evaluasi pasca-prosedur penutupan ASD (Atrial Septal Defect) melalui operasi biasanya melibatkan serangkaian langkah untuk memastikan keberhasilan prosedur, pemulihan yang optimal, dan deteksi dini terhadap komplikasi. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dilakukan dalam evaluasi pasca-prosedur penutupan ASD melalui operasi:

  • Pemantauan Klinis: Pasien akan dipantau secara rutin oleh tim perawatan kesehatan untuk memantau perkembangan klinis pasca-operasi. Ini mencakup pemantauan tanda-tanda vital, gejala-gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, dan status umum kesehatan.
  • Evaluasi Ekokardiografi: Ekokardiografi adalah alat diagnostik utama yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan penutupan ASD. Ini memungkinkan dokter untuk memeriksa apakah lubang ASD telah tertutup sepenuhnya, menilai fungsi jantung, dan memantau aliran darah yang normal di dalam jantung.
  • Pemantauan Elektrokardiogram (EKG) atau Holter: Pemantauan jantung dapat dilakukan untuk memantau aktivitas listrik jantung pasca-operasi dan mengevaluasi detak jantung yang tidak normal atau aritmia.
  • Evaluasi Klinis dan Nutrisi: Evaluasi nutrisi dan status klinis secara keseluruhan juga penting untuk memastikan pemulihan yang optimal pasca-operasi.

Setiap kasus akan dinilai secara individual, dan evaluasi pasca-prosedur penutupan ASD melalui operasi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik spesifik pasien. PH yang terlajur berat karena operasi ASD yang terlambat memperburuk prognosis, mungkin bisa dikatakan tidak bisa sembuh total. Namun operasi tetap bermanfaat karena akan menghentikan progresifitas penyakit.

12. Pertanyaan:

Nama:dinda, Usia:21th, Domisili:surabaya, Diagnosa:ASD PH. apa penyebab ph naik ya dok. Apa aktifitas yang terlalu berlebihan bisa bikin PH naik? Bagaimana cara mempertahkan PH agar tidak semakin naik. Karna saya 2x opnam karna krisis PH smpe masuk ICU juga

Jawaban:

Krisis PH, atau serangan akut PH yang parah, dapat terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah di pembuluh darah paru-paru secara tiba-tiba. Aktivitas apapun yang meningkatkan denyut jantung otomatis akan meningkatkan tekanan PH. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan krisis PH meliputi:

  • Pembekuan Darah di Pembuluh Darah Paru-paru (Emboli Paru): Ketika pembekuan darah terbentuk di pembuluh darah paru-paru (emboli paru), ini dapat menghalangi aliran darah dan menyebabkan peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba.
  • Infeksi Paru-paru atau Pneumonia: Infeksi paru-paru atau pneumonia yang parah dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan paru-paru, yang pada gilirannya dapat meningkatkan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru.
  • Gagal Jantung Kanan Akut: Gagal jantung kanan akut, terutama jika disebabkan oleh situasi yang memperburuk penyakit jantung yang sudah ada, dapat menyebabkan penumpukan darah di pembuluh darah paru-paru dan meningkatkan tekanan darah paru-paru secara dramatis.
  • Hipoksia Akut: Kondisi yang menyebabkan hipoksia akut, atau kadar oksigen rendah dalam darah, seperti kegagalan pernapasan akut atau paparan terhadap tingkat rendah oksigen, dapat menyebabkan vasokonstriksi paru-paru yang akut dan meningkatkan tekanan darah paru-paru.
  • Reaksi Obat yang Merugikan: Beberapa obat atau zat tertentu, seperti obat-obatan yang merangsang sistem saraf pusat atau mengurangi fungsi sistem pernapasan, dapat menyebabkan vasokonstriksi paru-paru yang akut dan meningkatkan tekanan darah paru-paru.
  • Komplikasi Pasca-Bedah: Pada beberapa kasus, krisis PH dapat terjadi sebagai komplikasi pasca-bedah pada pasien dengan penyakit jantung atau pembuluh darah paru-paru yang sudah ada, terutama setelah operasi besar atau prosedur intervensi.

Krisis PH adalah keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera di unit perawatan intensif. Penanganan krisis PH mencakup stabilisasi pasien, pengobatan untuk mengurangi tekanan darah di pembuluh darah paru-paru, dan identifikasi serta penanganan faktor pemicu yang mendasari.

13. Pertanyaan:

Nama:  ibu siti makhani 38 thn ibu dari akhtar alfarezi solihin, Usia: 3 thn 4 bln, Domisili: cikarang bekasi. Diagnosa: post CAVSD, PH. Sore Dokter anak saya 1 thn lalu sudah operasi CAVSD, PH  3 agust 2022 d PJT cipto tapi kt Dr Jantung y masih ada TR ringan sm PH ringan, tapi g bermasalah gtu penjelasan waktu itu karena mmg utk kasus anak saya ga bisa di tutup sempurna di sisain lubang dikit.

Kemarin rawat 1 bulan an lebih, terakhir echo bulan agust 2023 hasil masih sama  alhamdulillah sudah stop obat2 an juga,  apakah ini berpengaruh sama BB akhtar ya dok? Soalnya anak saya apa aja mau makan, susu sudah tinggal kalori nutridrink tapi bb masih irit banget. Apa ini ada pengaruh dari TR ringan atau PH ringan nya, lalu saya harus gimana ya dok buat naikin BB nya, anaknya aktif banget saturasi juga 98/99 setiap di cek, dari awal sakit keluhannya ya BB irit. Terimakasih sebelumnya.

Jawaban:

Setelah operasi untuk koreksi Congenital Atrioventricular Septal Defect (CAVSD) atau kelainan jantung bawaan septum atrioventrikular, perubahan berat badan pasien dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, status nutrisi sebelum operasi, dan efek pasca-operasi yang mungkin mempengaruhi pola makan dan aktivitas fisik.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi berat badan pasien pasca-operasi CAVSD:

  • Pemulihan Pasca-Operasi: Pasien mungkin mengalami penurunan berat badan selama masa pemulihan pasca-operasi karena hilangnya nafsu makan, mual, atau efek samping dari obat-obatan yang diberikan selama periode ini.
  • Perubahan Pola Makan: Beberapa pasien mungkin mengalami perubahan pola makan setelah operasi karena perubahan fisik dalam pencernaan atau perubahan selera makan. Ini dapat mempengaruhi asupan kalori dan nutrisi secara keseluruhan.
  • Perubahan Metabolisme: Pasien dengan kondisi jantung bawaan seringkali memiliki metabolisme yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi tambahan dari jantung yang harus bekerja lebih keras.
  • Penanganan Nutrisi: Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memerlukan penanganan nutrisi khusus pasca-operasi untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan asupan kalori dan nutrisi yang cukup untuk pemulihan yang optimal.

Mungkin perlu konsultasi ke spesialis gizi klinik untuk memastikan asupannya cukup. Atau dilakukan evaluasi PH, karena mungkin saja PH menaikkan kebutuhan metabolisme sehingga BB tidak bisa naik.

14. Pertanyaan:

Nama: Tifani, Usia: 29th, Domisili: Tegal, Diagnosa: ASD & pH. assalamualaikum dokter. Saya didiagnosa pjb sejak hampir 1 tahun yang lalu dengan gejala sesak nafas & lemas. Sebelumnya saya pernah mengalami sesak nafas & detak jantung cepat pada tahun 2017 & hampir lama berselang jarang mengalami lagi. Lalu pada bulan mei 2023 saya dibawa ke RS karena sesak nafas & lemas lalu di cek saturasi oksigennya dibawah normal yakni sekitar 70 & sempat dirawat di icu dan pada saat itu dokter mendiagnosa saya jantung bocor.

Setelah pulang dari RS, saya diresepkan berbagai macam obat tapi mengapa setelah obat tersebut saya minum terkadang bikin detak jantung gak beraturan. Dan bagaimana solusinya agar tidak mudah drop karena hampir 1 bulan sekali saya merasa sesak nafas setelah terdiagnosa penyakit ini. Terima kasih dok.

Jawaban:

Aritmia atau denyut jantung tidak teratur pada pasien dengan Atrial Septal Defect (ASD) dan Persistent Pulmonary Hypertension (PH) bisa menjadi masalah yang serius dan memerlukan perhatian khusus dari tim perawatan medis. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan aritmia pada pasien dengan ASD dan PH meliputi:

  • Overload Ventrikel Kanan: Pasien dengan ASD cenderung mengalami peningkatan volume dan tekanan darah di ventrikel kanan jantung karena aliran balik darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Ini dapat menyebabkan perubahan dalam aktivitas listrik jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Stress Jantung: PH dapat menyebabkan stres pada jantung karena tekanan darah yang tinggi di pembuluh darah paru-paru. Peningkatan beban kerja pada jantung dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam aktivitas listrik jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Peningkatan Ukuran Atrium: Pada beberapa kasus ASD yang besar atau tidak terobati, atrium jantung dapat mengalami perluasan atau pembesaran. Perubahan struktural ini dapat mempengaruhi konduksi listrik di jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Perubahan Elektrolit: PH dapat mempengaruhi keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, terutama kadar kalium dan magnesium. Ketidakseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Komplikasi Bedah: Pasien yang menjalani prosedur bedah untuk mengoreksi ASD atau PH juga dapat mengalami risiko aritmia sebagai komplikasi pasca-operasi.
  • Efek Samping Obat: Beberapa obat yang digunakan untuk mengelola ASD dan PH, seperti vasodilator atau obat antiaritmia, dapat memiliki efek samping yang berhubungan dengan aritmia.

Lebih sering aritmia pada ASD dengan PH diakibatkan peningkatan ukuran atrium, karena proses adaptasi penanganan ASD yang terlambat. Walaupun bisa juga aritmia karena obat PH. Manajemen aritmia pada pasien ini dapat melibatkan penggunaan obat antiaritmia, prosedur ablasi kateter, atau pemasangan alat pacu jantung jika diperlukan.

15. Pertanyaan:

Nama: kikin sakinah, Usia: 34thn, Domisili: jakarta, Diagnosa: vsd+ph. dok akhir-akhir ini setiap kali saya berbuka puasa jantung saya langsung berdebar-debar kencang rasanya lemes banget seperti mau pingsan. apakah ada hubungannya dok puasa dengan ph? apakah saya masih bisa berpuasa?

Jawaban:

Pasien dengan PH mungkin memiliki kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dan dapat mengalami gejala seperti sesak napas, peningkatan beban kerja pada jantung, atau penurunan kadar oksigen dalam darah saat melakukan aktivitas fisik atau stres.

Puasa jika pasien memiliki kondisi kesehatan yang kronis seperti PH, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor:

  • Pemantauan Cairan dan Nutrisi: Penting untuk memastikan bahwa pasien dengan PH tetap terhidrasi dengan baik selama periode puasa. Ini termasuk mengonsumsi cairan yang cukup saat berbuka dan sahur. Nutrisi juga penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan pasien.
  • Pengelolaan Obat: Jika pasien dengan PH mengonsumsi obat-obatan tertentu, penting untuk mempertimbangkan jadwal dan dosis obat selama puasa. Diskusikan dengan dokter tentang pengaturan dosis obat yang sesuai selama bulan puasa.
  • Pemantauan Aktivitas Fisik: Pasien dengan PH mungkin perlu membatasi aktivitas fisik selama puasa untuk mengurangi beban kerja pada jantung. Hindari aktivitas yang berat dan upayakan istirahat yang cukup.
  • Kemungkinan udzur syar’i: kalau PH berat, agama atau keyakinan pasien dapat memberikan dispensasi untuk membatasi puasa atau memberikan pengecualian untuk kondisi kesehatan tertentu. Diskusikan dengan pemimpin ustadz anda atau konsultan agama untuk mendapatkan nasihat tentang hal ini.

Setiap kasus harus dinilai secara individual. Untuk kasus yang berat misalkan dengan aktivitas yang paling ringan sudah mengalami sesak nafas, harus lebih memprioritaskan kesehatan dan kenyamanan pasien dengan PH.

16. Pertanyaan:

Nama: Sheva, Usia: 13 thn, Domisili: Sukabumi, Diagnosa: ASD sekundum besar 2,5 cm. Apakah setelah operasi kateter anak bisa beraktifitas normal, terus apa alat kateter yang dipasang di jantung aman untuk jangka panjang usia kan masih anak²,masih berkembang pertumbuhan nya, terima kasih

Jawaban:

Pertumbuhan anak dapat mempengaruhi occluder yang digunakan dalam prosedur penutupan Atrial Septal Defect (ASD) atau pembukaan septum atrium jantung. ASD occluders, juga dikenal sebagai septal occluders, adalah perangkat medis yang digunakan untuk menutup lubang yang abnormal antara atrium kiri dan atrium kanan jantung pada pasien dengan ASD.

Pertumbuhan anak dapat mempengaruhi occluder dalam beberapa cara:

  • Ukuran dan Bentuk: Saat anak tumbuh, ukuran dan bentuk jantungnya juga dapat berubah. Occluder yang dipasang selama prosedur penutupan ASD mungkin perlu disesuaikan atau diganti dengan occluder yang lebih besar sesuai dengan pertumbuhan jantung anak.
  • Integrasi dengan Jaringan Tubuh: Seiring waktu, occluder dapat diintegrasikan dengan jaringan tubuh anak dan menjadi bagian yang lebih stabil dari struktur jantung. Namun, perlu dipastikan bahwa occluder tetap kokoh dan tidak mengalami pergeseran atau kelongsoran yang dapat menyebabkan kebocoran.
  • Pemantauan dan Tindak Lanjut: Anak yang menjalani prosedur penutupan ASD dengan occluder akan membutuhkan pemantauan dan tindak lanjut reguler oleh tim perawatan kesehatannya. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa occluder bekerja dengan baik, tidak ada komplikasi, dan dapat beradaptasi dengan pertumbuhan anak.
  • Resiko Komplikasi: Meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan komplikasi terkait dengan occluder, seperti pergeseran occluder, pembentukan bekuan darah di sekitar occluder, atau infeksi. Pertumbuhan anak dapat mempengaruhi risiko ini, dan oleh karena itu penting untuk melakukan pemantauan teratur.

17. Pertanyaan:

Nama : Putri, Usia : 20 tahun, Domisili : jakarta selatan, Diagnosa : post ASD closure, TVR, PVR + PH.  Selamat sore dokter. Ananda Putri terdiagnosa PJB saat usia 18 tahun dan tidak pernah ada keluhan. Ketahuan ASD saat test kesehatan untuk kuliah, foto Rontgen yang menyatakan ada cardiomegali.

Sebelumnya lebih kurang 1 tahun suara putri ada keluhan serak dan sudah konsultasi ke dokter THT tapi tidak ditemukan penyebabnya. Sampai saat ini masih serak setelah tindakan operasi.

Saat ini Putri sudah 6 bulan kembali konsultasi ke dokter THT untuk tindak lanjut perbaikan pita suara dengan Rehab medik dan akupuntur tapi tetap tidak ada perbaikan. Saat ini sedang menunggu jadwal untuk tindakan fat injection laryngoscopy. (syarat sudah lengkap).

Yang saya tanyakan, apakah tindakan yang tepat untuk perbaikan pita suara putri yang serak dan hal apa yang perlu di waspadai agar pita suaranya baik-baik saja. Saat ini Putri sedang kuliah. Terimakasih dok.

Jawaban:

Fat injection laryngoscopy adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi gangguan pada pita suara dengan menggunakan injeksi lemak (fat injection) secara langsung ke dalam pita suara. Proses ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari terapi suara yang bertujuan untuk memperbaiki atau mengubah karakteristik suara seseorang, khususnya pada individu yang mengalami gangguan suara seperti pita suara yang lemah, pita suara yang terluka, atau ketidakseimbangan suara yang disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu sesi injeksi lemak mungkin diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal.

Fat injection laryngoscopy adalah prosedur yang kompleks dan memerlukan keterampilan dan pengalaman yang khusus dari dokter spesialis THT atau laringologis. Ini juga penting untuk dicatat bahwa hasil dari prosedur ini dapat bervariasi antara individu dan tergantung pada kondisi awal pita suara serta teknik dan pengalaman dokter yang melakukan prosedur. Kondisi post ASD closure saya pikir tidak mempengaruhi keberhasilan tindakan dari fat injection laryngoscopy.

18. Pertanyaan:

Nama: Ayu, Usia: 48 th, Domisili: bogor, Diagnosa: PH, asd, CHF. Dokter, saya mau bertanya dalam kondisi seperti saya ini apakah masih dimungkinkan adanya tindakan ya dok seperti closure? Bengkak jantung kanan saya sudah besar sekali, jadi jantung kirinya seperti kegencet gitu dok. Kondisi saya mudah sekali edema meski sudah menakar jumlah cairan, saturasi harian tanpa oksigen sekitar 85-87, PH 48 mmHg.

Jawaban:

Data penting sebelum diputuskan operasi adalah pengukuran Pulmonary Artery Resistance Index (PARI). Yaitu parameter yang digunakan untuk mengukur resistensi pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonalis) sebelum menjalani operasi pada pasien dengan Atrial Septal Defect (ASD), terutama pada pasien dengan Persistent Pulmonary Hypertension (PH). PARI mengukur tekanan darah di arteri pulmonalis dan memperhitungkan tekanan arteri pulmonalis sistolik, tekanan arteri pulmonalis diastolik, dan rata-rata tekanan arteri pulmonalis.

PARI dapat memberikan informasi penting tentang tingkat keparahan PH dan resistensi pembuluh darah paru-paru sebelum operasi ASD. Semakin tinggi nilai PARI, semakin tinggi resistensi pembuluh darah paru-paru, yang menunjukkan keparahan PH yang lebih tinggi. Sebelum menjalani operasi ASD, PARI biasanya akan dievaluasi bersama dengan parameter lain seperti tekanan arteri pulmonalis sistolik dan diastolik, fraksi ejeksi ventrikel kanan, dan evaluasi struktur jantung dan paru-paru lainnya.

Evaluasi PARI sebelum operasi ASD pada pasien dengan PH bertujuan untuk:

  • Menentukan Kelayakan Operasi: PARI membantu dalam menentukan kelayakan pasien untuk operasi ASD dengan memperhitungkan tingkat keparahan PH dan resistensi pembuluh darah paru-paru. Pada beberapa kasus, tingkat keparahan PH yang tinggi dan resistensi pembuluh darah paru-paru yang tinggi dapat membuat pasien tidak cocok untuk operasi ASD pada saat itu.
  • Merencanakan Manajemen Pra-Operatif: Hasil PARI dapat memengaruhi rencana manajemen pra-operatif, termasuk pengaturan obat-obatan untuk mengelola tekanan darah di arteri pulmonalis dan kondisi medis lainnya yang mendasari.
  • Menilai Risiko dan Prognosis: PARI memberikan informasi penting tentang risiko operasi dan prognosis pasien, terutama terkait dengan kemungkinan komplikasi dan hasil jangka panjang setelah operasi ASD.

Evaluasi PARI sebelum operasi ASD biasanya dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari ahli jantung, ahli bedah jantung. Untuk kondisi yang Ayu ceritakan besar kemungkinan sudah terjadi PH severe tinggal tergantung nilai PARI, selama masih bisa diperbaiki dengan obat PH semoga masih ada harapan untuk bisa dioperasi.

 

“Semoga semakin solid tim YHPI. Pertanyaan seperti ini jarang saya temui di daerah yang tidak ada fasilitas operasi jantung. Terimakasih diberi kesempatan belajar bersama. Semoga temen-temen disini sehat-sehat dan diberikan keamanan, sabar dan rasa syukur yang membantu perjuangannya ya. Mohon maaf kalau ada kekurangan saya.”_dr. Hidayanto Perdana, Sp.JP, FIHA

By | 2024-03-15T02:03:08+00:00 March 15th, 2024|Kuliah lewat WhatsApp|0 Comments

About the Author:

Yayasan
Yayasan Hipertensi Paru Indonesia adalah komunitas pasien, keluarga, dan kalangan medis pemerhati Hipertensi Paru. Silakan klik Daftar Anggota untuk bergabung dalam komuniitas dan klik IndoPHfamily untuk bergabung di forum utama pasien di Facebook
Open chat